Kamis, 07 Desember 2017

Food Life Club, Cara Menyenangkan Belajar Bahasa Inggris

SIAPA yang suka nonton YouTube? Kalo iya jawabannya, berarti kamu sama kayak aku. Iya kamu, ah kamu. 😍 Kadang jujur aku lebih suka nonton YouTube daripada TV loh. Apalagi kalo channel YouTube-nya itu YouTuber terkenal asal Indonesia. Sebut aja kayak Chandra Liow, Agung Hapsah, Fathia Izzati, Kevin Hendrawan dan masih banyak lagi.

Mereka itu keren banget! Pasti kalo kamu perhatiin dengan cermat, di setiap video mereka selalu ada kalimat atau pas ngomong pake bahasa Inggris yakan? Campur-campur gitulah pokoknya sama bahasa Indonesia. Kadang bikin iri kenapa dari dulu nggak sungguh-sungguh ya belajar bahasa Inggris? Ya, meski kalo aku ngomong masih bisa dikit. Tapi nggak dikit amat juga sih. Nggak juga cuma bisa bilang "yes" or "no." πŸ˜‚ Namanya juga penyesalan, pasti adanya di belakang sih. Kalo di depan itu namanya kesadaran. πŸ˜‚

(Antusias Peserta Mengikuti Food Life Club)

Yang bikin aku lebih suka nonton YouTube daripada TV editan mereka itu parah jago banget. Cinematic banget! Terus nggak bosenin buat nontonnya. Ada lucu dan kocaknya juga tapi nggak jayus. Kalo Agung Hapsah lebih ke cerdas atau smart aja sih kalo menurutku. Sama pengambilan gambar dan editannya jago juga.

Fathia Izzati, vlogger manis selain punya suara bagus, doi juga pernah viral videonya sampe masuk acara program televisi Hitam Putih loh karena kemampuannya menguasai 21 aksen bahasa Inggris. Waw nggak tuh?!

Pernah suatu hari aku sama Icha nongkrong di Starbucks. Ada dua orang anak kecil kira-kira kira-kira umurnya lima tahunanlah ditemani sama Kakaknya. Entah karena apa mereka duduk di depan meja kita. Mungkin sembaari menunggu bapak dan ibunya yang masih berbelanja di mall. Tiba-tiba aku kagum karena anak itu ngobrol sama Kakaknya pake bahasa Inggris. Aku perhatiin keduanya bukan orang bule atau barat. Masih orang pribumilah 😜 Entah gimana tuh cara mengajari anak tersebut pake bahasa Inggris.

(Salah Satu Kelompok Food Life Club)

Ngomongin soal bahasa Inggris, kita semua tau kalau bahasa Inggris itu penting banget. Selain sebagai bahasa percakapan yang udah mendunia (go internasional), bahasa Inggris juga sebagai jendelanya dunia. Hallo! Sekarang itu apa-apanya udah serba bahasa Inggris. Mau ke negara manapun kamu, pasti bahasa Inggris yang banyak dipake sama orang-orang sebagai bahasa pengantarnya.

Ironinya, meskipun pelajaran bahasa Inggris sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar, bahkan sekarang sudah sejak di bangku Taman Kanak-Kanak, bahkan hingga tingkat perguruan tinggi pun masih diajarkan. Kenyataannya, di lapangan masih sedikit orang yang bisa pake bahasa Inggris baik aktif maupun pasif.

Kalau udah begini, kita juga nggak bisa dong menyalahkan siswa atau para pengajar bahasa Inggris. Menurutku, ada yang kurang pas dalam proses atau teknik pembelajarannya. Belajar apapun itu, pertama harus senang dulu. Kalau udah senang, tujuan dari apapun itu akan mudah tercapai.

(Hasil Olahan Masakan Food Life Club)

Banyak cara memang untuk bisa belajar bahasa Inggris agar lancar dan mahir. Tentunya dengan proses yang menyenangkan. Salah satunya seperti program Food Life Club dari EF English Centers for Adults. Siapa yang nggak kenal sama English First atau EF? Aku kira, hampir semua orang kenal, minimal pernah dengar EF. πŸ€”

EF sudah berdiri cukup lama. Kalau lihat dari sejarah berdirinya, EF sudah ada sejak 1965 loh. Berarti sudah hampir 52 tahun. Wow! Kalau umur manusia itu sudah kakek atau nenek 😱 EF adalah lembaga pendidikan swasta terbesar di dunia. Kabarnya, lebih dari 500 sekolah dan kantor di 53 negara. Beberapa cabangnya ada di Indonesia.

Produk dan program pendidikan mereka pun banyak. Nah, aku mau cerita. Yang aku datangi ini salah satunya adalah EF English Center for Adults yang ada di Kuningan City. Sesuai namanya, adults, tentunya yang berhubungan dengan orang dewasa, seperti kuliah, dan pekerjaan (macam-macam). Khusus yang program adults ini baru jalan empat tahun.

(Foto Dulu Sebelum Pulang)

Ceritanya, di EF itu setiap bulannya ada beberapa event. Salah satunya adalah Food Life Club ini, di mana students dari berbagai level bisa melakukan kegiatan memasak bersama sambil latihan bahasa Inggris. Seru banget yah sepertinya? Iya dong! πŸ€—

Waktu aku datang ke EF yang ada di Kuningan City, (18/11). Naik ojek online agak bingung sih awalnya. Di peta atau Google Map sudah sampai. Tapi kok aku liat sekeliling nggak ada banner, tanda, atau tulisan EF. Oh, ternyata masuk ada di dalam mall-nya. πŸ˜‚

Acara ini bisa diikuti oleh semua orang loh. Mulai dari level dasar sampai level mahir. Dan akan selalu ada guru yang mendampingi. So, tenang aja, don't panic πŸ˜… Jadi, biar belajar bahasa Inggris nggak cuma di dalam kelas aja, tapi juga bisa belajar sambil melakukan kegiatan sehari-hari yang fun dan pastinya sambil nambah teman juga dong yah.

Kenapa harus food? Kenapa juga masak-masakan? Apa hubungannya dengan belajar bahasa Inggris? "Karena dalam kehidupan, kita pasti menjumpai makanan. Minimal, belajar hal-hal yang paling kecil kayak memotong sayur atau buah," kata mbak Cinthya menjelaskan saat ngobrol santai bareng aku. Dia di sini sebagai Social Media Specialist English First.

Untuk Food Life Club minggu ini, students akan melakukan kegiatan masak bareng-bareng dengan mengangkat tema Swedish Food. Aku kebetulan kebagian kelompok membuat olahan makanan pepparkasbollar. Acara kemudian diakhiri dengan makan bersama. Nah kalau kamu mau cobain keseruannya juga, kamu bisa langsung tanya-tanya ke @EFAdults di Instagram ya. Sekian dulu yah untuk postingan kali ini. Akhir kata, salam blogger! ● Dede Ariyanto

0 komentar:

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

BloggerCrony Community

Indoblognet

Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog