Rabu, 06 Januari 2016

Tiga Syarat Nge-Blog Jadi Profesi

MENULIS dengan hati, percayalah akan sampai ke hati. Menulis dengan perasaan, percayalah akan bisa dirasakan. Menulis dengan jiwa, percayalah tulisan menjadi hidup. Menulis dengan semangat, percayalah pembaca akan termotivasi. Menulis dengan canda, percayalah orang akan tertawa. Maka jangan heran ketika kita terharu, sedih, bahkan menitikkan air mata tanpa sadar gara-gara membaca satu postingan di blog.

Info Grafis Tiga Syarat Nge-Blog Jadi Profesi

Nge-blog sekarang ini bukan sekadar hobby tapi bisa mendatangkan uang jutaan rupiah. Tak usah muluk-muluk dan bukan bermaksud sombong, saya saja misalnya, bisa membeli laptop hanya gara-gara memenangkan lomba nulis blog yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan oli otomotif terkemuka di dunia.

Teman blogger Haris Maulana, lebih gila lagi, berkat nge-blog dia bisa memenangkan hadiah satu unit rumah dari perusahaan rumah terkemuka di Indonesia. Jadi, tidak ada yang salah jika blogger bisa dianggap sebagai profesi. Tidak bisa dianggap enteng apalagi dipandang sebelah mata. Yang masih ragu, bisa menjadikan nge-blog sebagai profesi sampingan atau hobby dari profesi utamanya.

Masih kurang? Teman blogger saya pak Wawan dari Surabaya baru-baru ini habis jalan-jalan gratis ke Sepang, Malaysia, untuk nonton siaran langsung balapan MotoGP Valentino Rossi yang kontroversi dengan kompetitornya Lorenzo. Lupakan soal kontroversinya Itu lagi-lagi berkat nge-blog. Padahal, usianya sudah tidak bisa dikatakan muda lagi. Maaf yah, pak..

Perusahaan-perusahaan pun mulai tertarik dan melirik peluang blogger untuk dilibatkan. Tidak hanya insan jurnalis pasti ada blogger di dalamnya. Berangkat dari itu semua, banyak orang kemudian tertarik dan serius mendalami dunia blogger. Ada yang dengan cara browsing, membaca buku, konsultasi dengan blogger yang sudah melanglang buana di dunia perbloggeran. Satu tujuan bisa menghasilkan sesuatu dari ngeblognya itu.

Apakah itu salah? Tidak. Sah-sah saja. Justru yang salah orang yang menyalahkan. Selama itu positif dan baik, kenapa tidak? Tidak ada yang salah apalagi mengecap haram. Kecuali blognya digunakan untuk tujuan merugikan orang lain. Seperti dulu kasus teroris yang woro-woro di blog pribadinya sempat bikin heboh public. Kalau itu baru dilarang bahkan haram.

Akhir tahun kemarin saya sangat tertarik ikutan workshop Fun Blogging 8. Tepatnya hari Sabtu, 19 Desember 2015 di gedung Gratia Center, Jl. Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta.

Sebentar, apa itu Fun Blogging? Kali saja dari pembaca ada yang baru dengar. Fun Blogging itu kalau saya artikan menurut versi pake v bukan p saya, sebelumnya saya mohon maaf yah kepada mbak Ani, Shinta dan Haya kalau salah mengartikan Jadi Fun Blogging adalah wadah komunitas belajar bersama khususnya dunia blogger yang dilakukan secara rutin.

Tenang, pelaksanaan tidak hanya di Jabodetabek, kok. Pernah juga diadakan di Bandung dan Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Go-go Fun Blogging! Jadi, siap-siap saja untuk bisa daftar dan ikutan workshop-nya. Saya saja nunggu baru bisa masuk bulan Desember. Pada pendaftaran Fun Blogging sebelumnya ditolak karena kuota sudah penuh. Itu bisa saya maklumi.

Banner Fun Blogging 8 Jakarta

Cara ikutan Fun Blogging cukup mudah, pantau saja wall, time line Facebook atau Twitter dari ketiga pendirinya yang sudah saya sebut di atas. Terus daftar dan tunggu konfirmasi via e-mail. Kebetulan workshop Fun Blogging kemarin temanya cukup “sexy” yaitu “Dari Hobby Menjadi Profesi.” Hobby di sini pastinya hobby nge-blog, dong. Bukan hobby yang lain.

Saya sangat menyarankan, untuk kamu yang memang serius di dunia blogger sebaiknya ikutan workshop ini. Selain mendapat banyak pengalaman dan materi seminar yang sangat berharga dari ketiganya, kita juga akan bertemu dan terkumpul dengan blogger-blogger hebat yang masuk dalam komunitas bernama Fun Blogging dengan spesifikasi dan kemampuan unik masing-masing para anggotanya. Jujur, saya menyesal kenapa tidak dari dulu ikutan. Sayang sekali jika kamu seorang blogger belum pernah ikutan Fun Blogging. Rugi! Asli.

Persiapkan waktu dari pagi sampai sore untuk ikutan workshop ini. Jangan lupa bawa laptop, smartphone atau tablet juga power bank karena ada live tweet-nya juga. Kalau saya kemarin nge-tweet secukupnya dan seperlunya saja. Alasan saya ingin fokus dan menyerap habis semua materi dari ke-tiga narasumber. Itu saja. Saya ingin menjadi blogger keren seperti ketiganya minimal mendekati. hi hi hi

Bagi yang punya anak kecil tolong bisa dititipkan ke pengasuh, paman, kakek, nenek, suami, tetangga atau siapa saja yang bisa dipercaya untuk mengasuh. Sebab, workshop kemarin cukup terganggu dengan suara tangisan anak kecil. Maaf ya mak, yang punya anak, jangan tersinggung.

Saya mentolerir dan memaklumi sebenarnya Tapi ini demi kebaikan bersama. Demi ketenangan dan lancarnya workshop. Tidak semua orang bisa memaklumi. Sebab banyak yang merasa terganggu. Kalau mau jujur tanya satu-satu yang datang. Ini fakta bukan gosip Apalagi pas sesi mbak Ani menyampaikan materi, anaknya menangis lagi. Kalau mengganggu sebaiknya tolong jangan ikut kecuali jika anaknya anteng, nurut dan pendiam. Saran saya amannya memang tidak perlu dibawa. Berlaku juga untuk workshop lainnya. Dibutuhkan ketegasan admin untuk workshop Fun Blogging selanjutnya. Dengan menginformasikan via e-mail sebelumnya.

Awalnya saya mengira workshop Fun Blogging diperuntukkan buat kaum Hawa saja, ternyata tidak, banyak juga kaum Adam yang datang. Ada mas Agung, Bowo, Dzulfikar dan teman blogger yang tidak saya sebutkan di sini. Saya termasuk satu dari tiga orang yang datang paling pagi. Kabarnya, ini adalah workshop terbanyak dari workshop Fun Blogging yang sudah-sudah diadakan dengan peserta tembus kurang lebih 45 orang. Waw!
Tiga Peserta Datang Paling Pagi

#1 Content
Sesi pertama dibawakan oleh mbak Haya yang memiliki nama lengkap Haya Aliya Zaki. Ibu yang satu ini, teman-teman blogger biasa memanggilnya dengan sebutan Mom Blogger dan Editor. Sesuai dengan keahlian yang dimiliki mbak Haya, beliau membawakan materi dengan judul “Writing Great Conten.”

Satu keresahan yang dialami olehnya ternyata sama dengan saya selama ini. Terkadang saat blog walking, membaca postingan blogger, sebenarnya yang ditulis bagus tapi susunan penulisan belum benar. Bikin gatel tangan pengen ngedit Tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ingat, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar atau sesuai dengan EYD tidak harus kaku, loh. Bisa seperti orang bercerita atau story telling. Tapi penggunaan tanda baca seperti titik, koma, seru dan tanda baca lainnya harus tepat. Sekali lagi harus tepat.

Coba lihat kalimat-kalimat gambar di bawah ini. Satu slide presentasi yang dibawakan mbak Haya, isinya menjelaskan kesalahan dalam hal tanda baca koma (,). Berbedakan maknanya jika salah menempatkan tanda baca?

Slide Presentasi ke-33 Oleh Haya Aliya Zaki

Yang saya ingat sampai sekarang saat mbak Haya menyampaikan materinya adalah seperti ini. “Kalo hal sepele seperti penulisan kata depan di dengan kata kerja saja belum bener. Apakah brand mau percaya dengan kita? Hal sepele saja tidak diperhatikan, bagaimana dengan hal yang lebih besar (job atau product review). Ingat, nama brand perusahaan itu jauh lebih besar dari pabrik dan semua isinya yang ada,” tegasnya.

Apa yang disampaikan memang bener. Sekadar menjelaskan ulang, kata depan di ketika bertemu dengan kata kerja maka harus digabung penulisannya. Misalnya: di+makan = dimakan, di+pukul = dipukul, di+minum = diminum dan seterusnya.

Saya meskipun bukan penulis buku yang produktif kaya kang Arul, dalam hal ini sangat penting. Di dunia penerbitan jika kita mengirim naskah ke penerbit banyak kesalahan menulis kata di maka akan ditertawakan oleh editor atau penerbit. Kita akan dianggap kurang profesional. Parahnya dianggap penulis amatir.

Di dunia blog memang tidak ada yang namanya editor. Lantas siapa yang menjadi editor? Ya, diri kita sendiri. Mbak Haya menyebutnya dengan istilah self editing. Kaitannya blog bisa menjadi profesi yang bisa mendatangkan invitation, job atau product review yang pertama harus dan diperhatikan cara kita menulis di blog. Jangan sampai ada salah ketik (typo). Itu cukup dan sangat mengganggu. Seusai menulis postingan blog periksa kembali apakah benar menggunakan tanda bacanya. Apakah sudah pas pemilihan diksinya dan lain sebagainya.

Tidak tanggung-tanggung mbak Haya membagikan semua pengalaman selama menjadi editor kepada semua peserta yang hadir dan “13 Tips Agar Tulisan Bertenaga” dengan jumlah slide presentasi tercatat sebanyak 51. Waw! Bayangkan. Tidak mungkin semua saya jelaskan atau paparkan semuanya di sini.

Untungnya mbak Haya membawakan materi dengan santai sesuai dengan namanya Fun Blogging. Jadi suasana memang Fun ada games-nya juga. Sesekali terdengar riuh tawa dari peserta karena candaan ringan dari mbak Haya.

Saya suka dengan pribadi mbak Haya. Suka karena mbak Haya memiliki pribadi yang humble, ramah tidak pelit berbagi ilmu dengan semua teman-teman blogger yang hadir saat itu. Meskipun terlihat sedikit ngos-ngosan saat menyampaikan materi, kebetulan saya duduk di depan, jadi tau. Tapi mbak Haya tetap semangat dan sepanjang menyampaikan materi tidak duduk tapi berdiri.

Sebelum dan sesudah menyampaikan materinya saya juga sempat berbincang-bincang dengannya, sembari menikmati hidangan makan siang nasi Bali yang dibungkus daun pisang membuat sedap dan menggugah selera makan. Jadi ingat dengan nasi Jamblang asal Cirebon yang dibungkus daun jati.

Masuk sesi tanya jawab, mbak Haya mempersilahkan mbak Dewi untuk presentasi. Sebelumnya mbak Dewi sudah minta izin dan minta maaf telah memotong sesi tanya jawab mbak Haya karena ada urusan untuk segera pulang. Mbak Dewi merupakan perwakilan dari PT Sarihusada yang juga sponsor di acara Fun Blogging 8. Selain Sarihusada ada juga sponsor lain dari Qwords.com, DAG, IWITA, @snapyponpin dan Pixy.

Fun Blogging 8 Jakarta. Diedit Dede, Sumber @rosabellaryani & @water_flow69

Dalam presentasinya mbak Dewi menjelaskan bahwa Sarihusada sudah menempati hati para ibu dan anak Indonesia sejak 1954 akan kualitas produk susu seperti SGM. Sarihusada juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nama program “Nutrisi untuk Bangsa.”

Apa itu program Nutrisi untuk Bangsa? Mengutip dari situs resminya yaitu sebuah gerakan dari masyarakat, untuk masyarakat dalam meningkatkan kepedulian akan masalah-masalah gizi di Indonesia. Nutrisi Untuk Bangsa mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama memerangi permasalahan gizi di tanah air.

“Meskipun kita ada di bawah naungan PT Sarihusada, tapi kita tidak ada jualan sama sekali di dalamnya,” kata mbak Dewi menegaskan. Murni memiliki tujuan meningkatkan kepedulian, masalah-masalah dan bersama-sama memerangi permasalahan gizi di Indonesia.

Caranya dengan bergabung bersama Nutrisi untuk Bangsa. Lakukan pendaftaran terlebih dahulu disini dengan bergabung menjadi anggota, kita bisa membaca banyak tulisan anggota lain yang membahas gizi, permasalahan dan penyelesaiannya secara bersama-sama. Setiap bulannya ada reward untuk artikel kualitas terbaik yang disebut dengan “Member of the Mont.”

Selain sharing informasi menggunakan media internet dan social media juga rutin mengadakan seminar dengan nama program Nutritalk. Menghadirkan pakar yang ahli di bidang gizi mengangkat tema-tema yang menarik. Lebih menarik lagi kesemuanya itu tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis

Setiap tahunnya bagi blogger juga bisa ikutan lomba menulis blog dengan nama program “Jelajah Gizi.” Mereka yang memenangkan kontes lomba tersebut bisa diajak jalan-jalan ke kota-kota di Indonesia. Mengenal lebih dalam kandungan gizi yang terdapat pada setiap makanan khas kota yang dikunjungi dengan ditemani profesor atau ahli gizi. Jadi, ada nilai atau value bukan sekadar makan. Udah gitu dapat uang saku dan kenalan baru pastinya. Menarik, bukan?

#2 Visual
Dilanjutkan oleh pemateri kedua mbak Shintaries atau yang akrab disapa mbak Shinta. gak pake Rama. Takut jadi Rama Sinta Temanya sangat menarik “Advancing Your Blog Platform.” Dari awal penyampaian materi saya sangat suka. Mbak Shinta ini bisa menerangkan materi dengan gaya bicara seperti orang bercerita. Beneran! Menggunakan bahasa yang mudah dipahami meskipun yang dibahas adalah teknis. Tidak kaku sama sekali. Pantes saja namanya Fun Blogging.

Saat sesi tanya jawab pun sabar sekali menjawab semua pertanyaan dengan senang hati tanpa terlihat raut wajah sebel atau males sedikit pun. Langsung saja yuk, lihat profilenya di bawah ini.
Profile Blogger Shintaries

Memang untuk menjadikan blog sebagai profesi tidak cukup hanya dengan memiliki konten berkualitas saja tapi juga memperhatikan unsur desain blog kita. Saya tidak bilang bahwa konten tidak penting tapi keduanya penting.

“Hindari memasang widget atau animasi yang berlebihan kaya masang salju-salju gitcu, ya. Apalagi ini mau natal dan tahun baruan. Please dech jangan,” candanya diiringi tawa peserta yang hadir.

Perhatikan juga layout atau tata letak blog kita. Idealnya tata letak blog itu hanya ada tiga kolom. Pertama untuk header, kedua untuk content dan ketiga sidebar. Peletakannya pun harus diperhatikan. Karena blog kita tidak menggunakan bahasa Arab maka yang benar posisi sidebar ada di kanan. Mengapa? Google membaca blog kita dari kiri ke kanan. Bukan dari kanan ke kiri (kecuali Bahasa Arab). Teks atau konten itu kan ada di kiri bukan di kanan. Maka sekali lagi sidebar harus di kanan.

Ini penting buat scanning Google atau perayapan bukan gerayangan mesin pencari Google agar lebih cepat ter-index. Saya buka blog saya, alhamdulillah sudah bener. Daripada bayangin bingung, langsung aja yuk intip slide presentasi ke-5 dari 26 miliknya mbak Shinta di bawah ini.
Slide Presentasi ke-5 Oleh Shintaries

Juga perhatikan komposisi warna blog. Usahakan menggunakan tidak lebih dari dua komposisi warna. Khusus konten dan tulisan ikutilah Google yang menggunakan background dasar warna putih dengan teks berwarna hitam. Ada apa dengan warna putih? Ini juga tak kalah penting. Warna putih dan teks hitam membuat pembaca blog kita merasa nyaman dan mata tidak mudah cepat lelah saat membaca.

Coba bayangkan kalau background warnanya hitam teksnya putih masih mending, tapi kalau teksnya juga hitam apa kira-kira yang terjadi. Kata orang bule, “What do you think?” Penampakan kali alias kosong tak terlihat hi hi hi

Sekarang kita membahas iklan. Tidak ada larangan dalam beriklan di blog. Beriklan boleh-boleh saja, tapi jangan membuat kesal pembaca blog kita. Jujur yuk, kalau kita berkunjung ke blog, terus sering muncul banyak pop up atau jendela windows bermunculan lebih dari satu, pertanyaan saya apa kemudian yang kita lakukan? Yap, pasti akan di-close alias ditutup, kan? Sama, orang lain pun akan begitu jika menemukan banyak pop up di blog kita. Jadi tempatkan iklan sesuai dengan proporsinya hindari menggunakan pop up. Letakkan di tempat yang tidak mengganggu pembaca blog kita.

Tak hanya membahas soal desain tapi juga hal-hal teknis bagaimana memasang Google Analitics dan menggunakan webmaster tools untuk blog kita. Aha! Ini yang biasa diminta brand atau klien dalam hal pelaporan atau pengajuan untuk job review.

Biasanya brand akan meminta laporan berapa kunjungan di blog kita tiap bulan, berapa rata-rata usia yang mengakses, atau lebih spesifikasi lagi dominasi yang mengakses male or female. Kita tidak mungkin bisa melihat semua itu. Terkecuali menggunakan webmaster tool. Nah, di acara Fun Blogging semua itu dibahas sob.

#3 Branding
Pembicara ke-tiga atau pemateri terakhir juga tak kalah seru dari pemateri-pemateri sebelumnya. Soalnya materi ini banyak ngobrolin hal-hal “cling” atau yang berbau uang. Saya semakin yakin setelah mendengar langsung dari mbak Ani yang memilih resign dari pekerjaan tetapnya menjadi full time blogger. Bukan lagi katanya. Sebuah pilihan yang sulit diterima oleh kebanyakan orang.

Keluar dari zona nyaman di pekerjaan tetapnya dan memilih menjadi seorang blogger. Tapi itu yang dilakukan oleh mbak Ani. Dan dia bisa membuktikan itu. Saya jadi teringat dengan kisah blogger sukses Raditya Dika. Tak perlu saya bahas lagi sayang tinta semua orang sudah mengetahuinya.

Setelah konten dan tampilan desain kita bagus tak kalah penting adalah membangun jaringan dan branding blog kita sesuai dengan tema yang dibawakan yakni “How to Monetize your Blog Through Branding.”

Hal-hal sederhana untuk menjadikan blog bisa menghasilkan uang dikupas habis oleh mbak Ani Berta. Mulai dari penamaan Twitter, jangan menggunakan nama akun alay. Sebisa mungkin gunakan nama akun asli nama kita. Berdasarkan pengalamannya ini juga berpengaruh terhadap klien yang akan memberikan job review atau product review. Kalau namanya aja alay, klien akan berfikir dua kali atau ragu memberikan job review.

Etika menghadiri acara blogger tak luput juga dibahas. “Sebisa mungkin kalo kita ikutan acara jangan cuman ngetweet kalo ada live tweet aja. Ada dan tidak ada live tweet, harus tetep ngetweet. Pertama itu bisa jadi bahan nulis reportase dan kedua membangun hubungan baik dengan klien,” kata mbak Ani penuh dengan semangat.

Jadi ingat saat saya menghadiri launching OPPO R7s. Saya mengamalkan ilmu ini. Mungkin dari teman-teman blogger di sini saya yakin sudah ada yang pernah melihat video saya yang di dalam video tersebut ada testimoni dari mbak Shintaries juga.

Sebetulnya saya diundang saja saat itu. Tidak ada keharusan membuat video. Semua memilih reportase dalam bentuk artikel. Saya dan Icha coba menggunakan video. Sama-sama susah buatnya dan intinya sama-sama melaporkan atau reportase.

Saat itu saya iseng-iseng video upload di YouTube dan mention ke akun resmi Twitter OPPO Indonesia. Tidak ada keharusan sebenarnya. Beberapa hari kemudian kami tidak mengira bakal dihubungi dan diundang ke markas besar OPPO untuk pembuatan video konten OPPO R7s. Jangka panjang berikutnya kami akan selalu diundang ke acara launching dan kerjasama lainnya.

Sempat juga nanti kalau ada tour ke luar kota saya diminta ngisi di acara gathering komunitas OPPO. Sebenarnya ini rahasia saya dan Icha. Tapi buat motivasi bolehlah sedikit saya bagi Intinya apa? Kalau saja saat itu saya tidak mention mungkin OPPO tidak akan tau. Benar apa yang dikatakan mbak Ani dan saya membuktikan itu.

Mbak Ani juga membahas kewajiban dan hak seorang job review. Sampai dengan kontrak dibahas, bahkan dia bagi pengalaman mendapatkan job review yang nilainya tembus hingga delapan digit dibuktikan dengan struck transfer. Hitung sendiri berapa itu nominalnya Tidak etis kalau saya sebut.

Saya lihat mbak Ani memang disiplin dan konsisten. Saya juga bisa merasakan dalam sharing ini mbak Ani begitu tulus membagikan pengalamannya selama ini. Penuh dengan semangat saat membawakan materi juga ternyata humoris. Baru tau kalau yang satu ini meskipun sebelumnya saya sudah mengenal di komunitas blogger. Padahal saat itu beliau sedang sakit kepala tapi bisa tetap antusias dan semangat demi sebuah kepercayaan dan profesionalisme. Kerenlah pokoknya kalian bertiga ini.

Harapan saya semoga acara ini tetap terus berjalan. Sehingga nantinya banyak lahir blogger yang menulis dengan rapi sesuai dengan harapan mbak Haya. Juga tampilan desain yang rapi sesuai harapan mbak Shinta dan terus terjalin hubungan baik dengan para klien sesuai harapan mbak Ani.

Tidak mungkin rasanya saya terangkan semua materi Fun Blogging 8 di sini. Terlalu banyak. Kalaupun semua materi saya jelaskan panjang lebar, tetep, datang dan menyimak langsung adalah pilihan yang terbaik. Saya yakin akan mendapatkan ilmu baru.

Jika niat kita kuat ingin menjadikan aktifitas nge-blog sebagai profesi ikuti saja Fun Blogging berikutnya. Sebagai penutup dari saya, terimakasih kepada tiga narasumber yang inspiratif mbak Ani, Shinta dan Haya. Salam blogger.

73 komentar:

  1. Kirain Mas Dede bikin videonya... #nunggu :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Neng Farichatul Jannah ga ikutan. Pas lagi ga bisa. Maaf yah ga sesuai keinginan mbak Lathifah Edib :)

      Hapus
    2. Sayangnya pas itu (harinya) aku lagi ga bisa ikutan. Hiks hiks hiks ;(

      Hapus
  2. Wiiih, kece banget deh tulisannya, juwara. Lengkap dan perfecto

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Terimakasih juga mbak Sari Novita. :D

      Hapus
  4. Wah ga ajak2..sini pinjem hpnya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah dibalikin :p Nanti akhir Januari bakal launching lagi. Kalau mau saya ajak insya Allah.

      Hapus
  5. makasih infonya ya, serasa di acara tsb :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh,yah? Insya Allah bermanfaat yang penting diamalkan.

      Hapus
  6. wah pesertanya banyakk amat ya mas, :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, setidaknya untuk saat ini tercatat dengan jumlah terbanyak :)

      Hapus
  7. Lengkap bener, serasa hadir di kelas. Thank you for sharing mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak Sally insya Allah bermanfaat ;)

      Hapus
  8. keren ulasannya Mas. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, seneng banget bisa berbagi ;)

      Hapus
  9. Serunyaaa Fun Blogging.. Semua yang ikutan menikmati sekali sepertinyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, aku merasa beruntung banyak ilmu yang didapat baik saat dan setelah mengikuti acara ini, karena kita terhubung dengan teman-teman di komunitas. ;)

      Hapus
  10. ulasannya mantap, lengkap dari berbagai sisi. sukses ya, mas.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang saya tulis masih gambaran umum, lebih lengkap lagi kalo kita ikutan acaranya dan menyimak langsung mbak he he

      Hapus
    2. Makasih mas Dede atas ulasannya. Sangat bermanfaat. Beneran aku jadi mupeng pengen ikutan.

      Hapus
    3. Sama-sama, insya Allah bermanfaat. Ikutan aja Fun Blogging berikutnya :D

      Hapus
  11. Aihhh...beda emang jika yg nulis postingan seorang jurnalis. Keren amat ini runut reportasenya. Sukaaaaaa.
    Btw bener sih...aku juga terganggu dengan anak yg nangis dan berisik getok-getok itu. Karena pemberi materi nggak ada yang pake mikrofon. Apalagi pas roling tempat dan aku pindah ke belakang duh itu asli sayup-sayup sampai suara pemateri karena kalah dengan suara anak yg berisik itu. Nggak kebayang yang duduk di kursi beĺakang jangan2 cuma denger suara anak kecil itu aja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya sampaikan dan di Twitter sendiri salah satu pemateri berterimakasih atas masukan ini, demi kebaikan untuk acara Fun Blogging ke depannya. Makasih mbak :)

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. keren mas, jd pingin diajari bikin dan edit video juga nih buat upgrade skill. Ikut FB udah yg di Surabaya, tinggal belajar edit video nih sama mas dedr belom :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Domisili di Surabaya, yah? Baru saja bulan kemarin saya bikin acara "Membuat Reportase Ala Blogger" di markas Detik.com :D

      Hapus
  14. keren mas, jd pingin diajari bikin dan edit video juga nih buat upgrade skill. Ikut FB udah yg di Surabaya, tinggal belajar edit video nih sama mas dedr belom :D

    BalasHapus
  15. Mantap ini, jadi pengen serius nggarap blog. Dank je wel mas dede.. salam hangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mas..apa kabar? Harus mas, harus serius nge-blognya agar bisa menghasilkan. Bisa menghasilkan manfaat buat orang lain, materi mungkin buat kita, selama semuanya itu baik. Sah-sah saja. :D

      Hapus
  16. Reportasenya lengkaaaap. Semua sudut pandang dan apa yang terjadi di dalamnya dibahas..icha knp gak ikut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih gambaran umum mba Astin. Lengkapnya di acaranya itu, asli lebih lengkap dan jelas he he :D

      Hapus
  17. Kyaaaa, ulasanmu panjang tapi aku habisin bacanya Mas. Komplit pake telor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percaya saya kalo mbak Cahaya baca semua. Dibaca aja aku sudah seneeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget apalagi dikomentari, aku juga sukalah. Tidak bisa bohong itu. Pasti semua blogger suka. :D

      Hapus
  18. Lengkaaap euuuuy, happy blogging 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks you very much mbak Titis :)

      Hapus
  19. Saya ikutan Fun Blogging 5. Baca ini spt refresh lagi ilmu fun blogging yang beberapa saya lupa. Ttg anak nangis, ada benernya juga baiknya kalau diajak ada yang khusus jagain jd gak rame saat sessi belajar berlangsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak atas masukannya. Sudah saya sampaikan ke Fun Blogging. Selanjutnya insya Allah tidak ada lagi. :)

      Hapus
  20. Info & ulasan yang bermanfaat mas, semoga suatu saat bisa ikutan acara fun blogging ya.. Salam kenal saya ya mas www.shambustory.com :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir. Amin, saya do'akan segera ikut banyak manfaat yang kita peroleh dari Fun Blogging. Insya Allah bermanfaat, mas :)

      Hapus
  21. yups..benar juga sich..penempatan koma...bisa merubah arti kalimat, dan dasar putih,tulisan hitam itu lebih enak di mata...
    keep happy blogging always..salam dari makassar-banjarbaru :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga pak Hariyanto dari saya Dede Ariyanto :) Sempet kaget pas baca postingan Rhoma Irama dikabarkan meninggal dunia. Ternyata eh ternyata, bukan Rhoma Irama si Raja Dangdut tapi Rhoma yang lain.

      Hapus
  22. Keren acaranya, sayang ga bisa ikutan karena jauh. Padahal materinya cukup berbobot semua. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditunggu aja mas di kotamu, mungkin suatu saat the next Fun Blogging bisa saja menyambangi kota-kota lain di Indonesia. Tapi tunggu dulu, acara Fun Blogging 8 ada juga loh yang datang jauh-jauh dari kota gudeg alias Joga. Keep spirit bogging! :D

      Hapus
  23. Aiihhh lengkapnya. Nice share mas. Salam kenal ya mas Dede.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak Roosvansia. Terimakasih sudah mampir :D

      Hapus
  24. Ulasannya keren, terimakasih sudah mau berbagi. Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi mas Yoggy, terimakasih, salam kenal juga dari saya :)

      Hapus
  25. Waah....infonya keren mas...jd tambah mupeng nih pingin ikutan...

    BalasHapus
  26. Keren banget tulisannya, Mas Dede. Keluar semua yg diajarkan di FB 8 kemarin. Bravo!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu gambaran secara umum mbak Evi, tidak mungkin semua slide presentasi ke-3 narasumber saya ulas di sini, terlalu banyak jika diulas semua. Sayang, tinta #eh :D

      Hapus
    2. Jadi penasaran dengan materi lainnya. Harus ikutan, harus! Makasih mas atas sharing-nya. :)

      Hapus
  27. Wah.. Keren mas. Laporannya lengkap dan mewakili banget. Sayapun waktu itu merasa sangat terganggu. Apalagi duduknya di belakang, jadi ya.. Gitu deh. Sayup-sayup terdengar. Lebih sering denger suara anak kecil daripada suara pembicara. Sedih jadinya. Padahal materi oke banget. Tapi saya berkali-kali hilang fokus. Agak nyesel gak nyesel jadinya ikutan acara kmaren itu. Nyesel karena gak bisa fokus, gak nyesel karena dapet materi yang oke. Semoga next event fun blogging bisa lebih tertib. Karena sayang banget kalau sampe kejadian lagi peserta yang sudah dateng malah gak bisa fokus belajarnya. Kita sama-sama mau belajar.. Sama-sama bayar.. Jadi punya hak yang sama. Harus bisa saling menghormati dan menghargai hak peserta lain. Sekian komentar plus curhat panjang saya. Hehehehe.. :)

    BalasHapus
  28. Sudah saya sampaikan ke pendiri Fun Blogging. Di respon positif juga oleh salah satu dari mereka di Twitter. Bahkan mengucapkan terimakasih banyak atas masukannya. Insya Allah, next time Fun Blogging tak akan terjadi lagi.

    Sebelumnya, saya sangat hati-hati dan memikirkan untuk menulisnya. Apa akibat dan dampaknya. Tetapi setelah pertimbangan matang akhirnya saya coba tulis jujur saja.

    Saya tipikal orang yang ga mau cari musuh, "kata orang cari musuh lebih mudah daripada cari teman." Saya benar-benar sangat hati-hati menulis setiap paragraf tentang tangisan anak. Bahkan saya meminta maaf jika tulisan saya kurang berkenan.

    Tapi sekali lagi itu demi kebaikan keduanya. Terimakasih sudah mampir dan jujur dengan saya. Salam kenal, mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kok mas. Saya juga tipikal yang gak mau cari musuh. Agak males juga untuk bikin heboh. Tapi memang adakalanya harus berbicara jujur. Demi kebaikan bersama. Salam kenal juga mas. :)

      Hapus
    2. Sepakat mbak. Siap. Sudah direspon kok. Next time Fun Blogging insya Allah tak akan ada suara tangisan anak lagi. :D

      Hapus
  29. Pengen bgt bs ikut ini biar tambah ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sok atuh, pantengin time line Twitter resminya di sini @FunBloggingID :D

      Hapus
  30. Wah seru ya, banyak hal - hal yang belum tau, apalagi ada sharing pengalaman pribadinya. Perlu ikut nih next time. Terima kasih sudah sharing :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus ikut mas, beneran ga rugih deh. Banyak ilmu yang dibagikan oleh tiga narasumber buat kemajuan blog kita ke depan :)

      Hapus
  31. Terima kasih Mas Dede sudah sudi hadir di acara ini, semoga gak kapok ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, ada mbak Ani salah satu pematerinya. Seneng banget bisa dikomentari. Terimakasih mbak sudah mampir :D

      Hapus
  32. Komplit reportase nya mas Dede...senang ikutan Fun Blogging jujur saja byk perubahan yg lebih baik dgn blog saya hehe

    BalasHapus
  33. Makasih mbak.. Masih gambaran umum tidak begitu komplit. Setuju saya juga merasakannya :D

    BalasHapus
  34. tulisannya panjang tapi teratur dan terarah dengan baik.. bacanya jadi enak... mantap... :)

    BalasHapus
  35. Selamat pagi Mas Dede, terima kasih atas sharingnya ini.
    Suka membaca tulisan ini. Saya pribadi sudah sering mendengar acara fun blogging ini. Belum kesampaian juga saya ikut. Dgn membaca tulisan ini sekilas saya dapat melihat juga manfaat dan serunya mengikuti acara ini.

    Salam kenal dan salam persahabatan dari saya di Sukabumi.

    BalasHapus
  36. Lengkap banget ulasannya mas.. Saya belum gabung di fun blogging, tapi pingin. Makasih sharingnya yah ^^

    BalasHapus

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!