Selasa, 27 April 2010

Menjaga Iman dan Menahan Syahwat

DATA BUKU:
Judul Buku : Bumi Cinta
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Author Publishing
Cetakan : Pertama, Maret 2010
Tebal Buku : 546 Halaman

Akhirnya terbit juga novel pembangun jiwa yang selama ini ditunggu-tunggu pembaca setia Kang Abik, sapaan akrab dari nama aslinya Habiburrahman El Shirazy. Tidak jauh berbeda dengan novel-novel sebelumnya, yang membedakan novel ‘Bumi Cinta’ ini mengambil latar kota Rusia tepatnya di Moskwa. Jika pada novel sebelumnya seperti ‘Ayat-Ayat Cinta’, ‘Ketika Cinta Bertasbih’ maupun ‘Dalam Mihrab Cinta’ dengan latar suhu panas daerah jazirah Arab. Maka ‘Bumi Cinta’ itu mengambil latar dengan suhu bersalju di musim dingin.

Tokoh dalam novel ini antara lain: Muhammad Ayyas, Linor, Yelena, Devid dan Anastasia Palazzo. Selebihnya adalah tokoh figura. Tidak kalah dengan novel sebelumnya, pada novel ini Kang Abik sangat menguasai betul iklim dan suasana di Moskwa ditambah dengan penuturan bahasa lugas dan mengalir, menjadikan novel ini laris dan layak dibaca.

Ayyas sebagai tokoh utama berperan sebagai mahasiswa dan santri salaf dari Yogyakarta lulusan S1-nya di IAIN kemudian melanjutkan di Madinah dan S2-nya di Delhi India. Untuk menyelesaikan S2-nya (disertasi), ia harus melakukan penelitian sejarah di MGU University Moskwa. Di Moskwa ini ia harus berjuang mati-matian mempertahankan iman. Bagaimana tidak, ia hidup satu apartemen dengan dua gadis cantik, yang siapapun melihatnya akan tenggelam dalam kecantikannya. Dua gadis tersebut bernama Linor agen Israel dan Yelena pelacur kelas kakap di Moskwa. Pernah kedua wanita tersebut menggoda Ayyas untuk berbuat mesum layaknya sepasang suami istri. Namun dengan keimanan Ayyas, mampu melumpuhkan kedua wanita tersebut. Meskipun keduanya akhirnya bertobat dan masuk Islam.

Tidak mudah mempertahankan iman Ayyas di Rusia. Dimana kota ini merupakan kota terbebas dengan sebebas-bebasnya free sex dan kota terbesar mengakses situs porno, belum lagi dengan banyaknya atheis (tidak bertuhan) yang mendominasi penduduknya, meskipun ada kelompok kecil masyarakat muslim di Moskwa. Puncak klimaksnya Ayyas tertuduh sebagai teroris pelaku peledakan loby Metropole Hotel yang dimainkan oleh Linor. Tetapi Ayyas mampu mengelak dari tuduhan itu atas dukungan dari Anastasia selaku pembimbing dosen disertasinya, KBRI, dan semua rekannya yang ada di Rusia.

Sayangnya cerita novel ini terputus, kemungkinan akan ada sequel kelanjutannya seperti pada novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’. Karena di akhir cerita Linor ditembak setelah masuk Islam oleh agen mafia Mossad. Tidak diketahui apakah Linor mati atau hidup dalam perjalanan ke rumah sakit? (hal 542). Juga keberadaan agen rahasia Israel Mossad.

Singkatnya, menjaga iman bukan perkara mudah, apalagi di zaman seperti sekarang ini. Iman bagaikan pondasi bangunan yang harus benar-benar kokoh, kuat dan terjaga. Tetapi sekuat apapun pondasi itu, akan hancur jika setiap hari diserang dan tidak dipelihara. Tidak berbeda dengan keimanan seseorang, jika setiap hari digoda apalagi lingkungan yang tidak mendukung maka bukan hal yang mustahil iman itu luntur.

Begitu pun dengan syahwat. Syahwat atau hawa nafsu merupakan anugerah dari Allah yang hanya dimiliki oleh manusia. Sedangkan pada binatang disebut insting. Jika manusia mampu menahan syahwat dan mampu menungganginya, maka manusia itu akan menempati tempat yang sangat mula melebihi tempat Malaikat. Sebaliknya apabila manusia menuruti dan terjerembab dalam kehinaan syahwat ia akan menempati tempat hina melebihi binatang.

Senin, 19 April 2010

OPERA MINI 5 FINAL DIRILIS: Kecepatan Aksesnya Mengagumkan

[Dimuat di surat kabar harian Kedaulatan Rakyat (KR) Yogyakarta 19 April 2010]
[Rubrik DIGITAL]
[Download aplikasi di artikel, silakan klik disini]

SETELAH lama menunggu, akhirnya Opera Mini versi 5 final resmi dirilis berbarengan dengan Opera versi 10,51 untuk Windows (16/3) di Oslo Norwegia. Bagi yang ingin mencicipinya, dapat langsung membuka alamat m.opera.com dengan browser bawaan ponsel atau juga http://www.opera.com/ pada komputer. Sebelumnya, saat Opera Mini 5 beta (percobaan) dikenalkan, banyak masyarakat yang penasaran untuk mencoba dan mengetahui fitur-fitur apa saja yang ada di Opera Mini 5. Terbukti banyak pengguna ponsel yang mengunduh Opera Mini versi beta saat itu. Apalagi Indonesia menempati urutan ke 6 pengguna Opera Mini terbesar di Asia Tenggara setelah Vietnam, Malaysia, Thailand, Philipina, Brunei, Singapura, Kamboja dan Laos.

Siapa yang tidak kenal dengan Opera Mini? Hampir semua pengguna ponsel mengenalnya. Ini dikarenakan selain freeware (gratis), juga banyak fitur yang tidak ada pada bawaan browser ponsel. Sehingga tidak heran jika banyak produsen ponsel yang membenamkan aplikasi browser Opera Mini pada ponsel mereka sebagai daya tarik. Tidak tanggung-tanggung agar legal dan tidak melanggar hak cipta, mereka juga mengantongi lisensi dari Amerika. Apalagi sejak ASEAN-Chinese Free Trade Agreement (AC-FTA) ditetapkan, banyak bermunculan ponsel-ponsel Cina di Indonesia (KR, 27 Maret 2010).

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa Opera Mini menjadi begitu favorit di kalangan pengguna ponsel atau Smart Phone? Alasannya tentu karena lebih murah dibandingkan menggunakan browser asli bawaan ponsel. Sebab, Opera memiliki server di Amerika yang mampu mengkompresi (memperkecil) data sebelum akhirnya situs ditampilkan pada halaman ponsel. Dalam internet istilah ini biasa disebut dengan access point. Bahkan pada versi Opera Mini 5, Opera memiliki server turbo yang belum digunakan sama sekali pada versi terdahulunya, dengan demikian kecepatan akses (access fast) lebih terasa bahkan kompresi data mencapai 80%, tentu sangat membantu sekali bagi mereka yang memiliki ponsel, tetapi terkendala dengan kapasitas penyimpanan (memory).

Belum lagi dengan dukungan operator seluler yang menawarkan paket murah internet. Internet dulu sesuatu yang mahal, tapi sekarang tidak. Bahkan, bagi pengguna ponsel yang mendukung Wireless Fidelity (Wi-Fi) dapat berselancar dengan gratis di internet selama ponsel terhubung dengan sinyal Wi-Fi. Jika warung internet (warnet) menggunakan perhitungan biaya berdasarkan waktu akses, berbeda dengan ponsel. Ponsel menggunakan perhitungan data yang dipakai. Bukan lamanya pemakaian, tetapi data yang benar-benar digunakan. Misalnya ketika kita membuka situs menggunakan ponsel, biaya yang dibebankan saat membuka situs tersebut. Bukan saat membaca artikel situs, meskipun membacanya lama. Sedangkan satuan data yang dipakai adalah kilobyte (Kb). 1 kb sama dengan Rp 1, Sehingga internetan menggunakan ponsel merupakan salah satu jalan alternatif.

Lantas fitur tambahan apa saja yang dimiliki Opera Mini 5 ini? Dengan tidak menghilangkan fitur versi pendahulunya, kecuali ‘Skin Change’. Yang menjadi perhatian adalah fitur ‘Multi Tab’ dan ‘Menu Bar’ yang mirip dengan Opera versi desktop. Dengan fitur ini, pengguna Opera Mini tidak direpotkan lagi dengan bolak-balik membuka dan menutup alamat situs yang berbeda secara bergantian. Secara bersamaan dapat langsung membuka lebih dari satu situs yang diinginkan. Fantastis!, membuat waktu lebih efisien. Sedangkan pada ‘Menu Bar’ menyediakan pilihan: ‘Home Page’, ‘Back’, ‘Next’, ‘Refresh’ dan ‘Exit’. Untuk tampilan, Opera Mini melakukan penyempurnaan dengan Graphical User Interface (GUI). Sehingga, ketika berpindah dari satu tab ke tab lain terasa lembut dan intuitif, serasa dengan touch screen (layar sentuh). Tambahan fitur lain yang tak kalah menarik adalah ‘Inline Filed Text’ dan ‘Speed Dial’ (shortcut) dengan jumlah 9 page di menu utama. ‘Inline Filed Text’ adalah fitur mengedit text yang ada di input box, seperti saat akan mengetik komentar atau posting teks. Fasilitas ini dapat dinonaktifkan pada pengaturan. Adapun ‘Speed Dial’ adalah jalan pintas, memungkinkan kita mengunjungi situs favorit secara langsung tanpa harus mengetik alamatnya. Untuk merubah default shortcut, caranya tahan menu navigasi tengah atau tekan angka 1, mengingat di pengaturan tidak disertakan.

Opera Mini, menggunakan sistem berbasiskan Java jenis J2ME dpat digunakan pada banyak jenis ponsel, asalkan mendukung java. Namun khusus untuk Opera Mini 5, tidak semua ponsel support. Tetapi jangan khawatir, karena saat membuka alamat m.opera.com ponsel akan otomatis mendeteksi merek dan seri ponsel yang digunakan dan versi Opera Mini mana yang sesuai dengan ponsel tersebut. Jika ternyata mendukung Opera Mini versi 5, berarti beruntung. Namun apa salahnya jika kita mencoba. Semoga berhasil.

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog