Rabu, 17 Oktober 2018

Ketika Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Maju, Tak Semuanya Jelek

SEKARANG ini yah, apa-apa serba instan dan gampang. Mulai dari sarana transportasi, dunia perbankan, teknologi, kuliner, semua sudah praktis dan mudah.

Di satu sisi, sangat menguntungkan manusia memang, tapi di sisi lain membawa dampak perubahan negatif pada diri manusia.

Kita ambil contoh, misalnya dalam hal teknologi naik tangga, sekarang sudah ada lift atau eskalator. Jujur, kalau kamu lebih pilih yang mana? Pasti pilih lift dan eskalator daripada naik manual anak tangga meskipun hanya naik satu lantai.

Tanpa sadar, ini membawa dampak badan kurang gerak yang kalau terlalu sering juga nggak bagus. Kalau bisa sih, gunakan eskalator atau lift saat dibutuhkan aja, kalau ada anak tangga gunakan anak tangga aja. Aku soalnya kalau di stasiun begitu, lebih memilih menggunakan tangga daripada eskalator.
Selasa, 09 Oktober 2018

Keseruan dan Pembukaan Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII

HARI ini aku seneng banget soalnya tanpa disangka aku bisa ikutan Pesta Akbar Pengetahuan (Indonesia Knowledge Forum) IKF yang ke-VII. 😍 Gimana nggak seneng coba, buat masuknya aja ada investasi Rp 1.000.000 untuk one day dan Rp 3.500.000 untuk two day.

Investasi segitu mungkin bagi sebagian orang relative mahal. Aku sih paham yah. πŸ€” Tapi kalo dihitung-hitung tetap sebanding kok dengan apa yang kalian dapatkan bahkan mungkin lebih.

BCA
(Selfie di Acara IKF VII Jakarta)

Pertama, acara ini diisi sama orang-orang yang ahli atau pakar di bidangnya. Sebut saja ada Handry Satriago CEO General Electric Indonesia, Agus Nurudin Managing Director at Nielsen Indonesia, Noni Purnomo Presiden Director Blue Bird Indonesia, Anton Hermanto Gunawan pengamat Ekonomi (Economist), Setiaji Head of Jakarta Smart City, Jakarta Provincial Government, Bill Zeng APJ Cloud Collaboration Evangelist at CISCO dan masih banyak lagi narasumber lainnya.

Sekarang bayangin aja, kalo kalian hadir satu persatu di tempat yang berbeda dengan narasumber tersebut. Total udah berapa uang yang kalian keluarkan? 🀣
Senin, 08 Oktober 2018

Nonton Bareng Opening Ceremony Asian Para Games 2018

SEPERTINYA kita masih belum bisa move on yah dari perhelatan akbar Asian Games 2018. Uporia dan semangat itu rasanya masih bergema sampe sekarang. Apalagi atlet Indonesia meraih banyak medali emas di luar perkiraan yaitu sebanyak 31 medali emas. 😍 Dan kini, tiba saatnya para atlet Asian Para Games 2018 yang akan berjuang. Kita do'akan juga, semoga bisa mendapatkan banyak medali emas syukur bisa jadi juara umum yah. Amien.

Untungnya aku bareng temen-temen Kelas Blogger dan temen-temen dari Kominfo bisa ikutan nonton bareng opening ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (6/10).

(Selfie Stadion Asian Para Games 2018)

Jujur, opening ceremony kali ini nggak seheboh dan seramai Asian Games 2018. Bahkan, penontonnya sendiri nggak full mungkin cuma setengahnya dari stadion. Panggung-nya pun tak semegah Asian Games 2018.

Ada apa ini? Aku pun bertanya-tanya dalam hati. Kalau menurut pendapatku sih mungkin dananya sudah terserap banyak di event sebelumnya yakni Asian Games 2018. Faktor lain mungkin sedikitnya sponsorship dan promosi, bisa juga karena Indonesia sedang menghadapi musibah saudara kita yang ada di Sulawesi, sehingga perhatian pemerintah terbagi nggak terpusat. Siaran langsung televisi pun terbatas hanya di TVRI dan Metro TV saja.
Jumat, 05 Oktober 2018

"How to a Digipreneur" Dalam Rangka Digital Hub Goes to Campus UMN

SEBAGAI pengguna Apple yang bisa dibilang lama, kurang lebih ada kali yah aku pake iPhone ini lima tahun, rasanya seneng aja gitu bisa ikutan acara ini. Tema acaranya juga cukup seksi "How to a Digipreneur" bertempat di Campus Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jum'at (28/9).

Kebetulan rata-rata yang ikutan acara ini adalah mahasiswa yang emez dan unyu-unyu. 😘 Jadi auto ceritanya pas ke sini pengen kaya mahasiswa sampe pinjem jaket adek yang masih kuliah. 😊

(Peserta Digital Hub Goes to Campus UMN)

Kesan masuk Campus ini mewah banget kayaknya baik dari sarana dan prasarananya. Apalagi arsitek bangunannya itu loh kayak sarang lebah. Hehe πŸ˜„ Katrok yah diriku. Tapi serius emang beneran kok.

Sebelum acara dimulai, aku liat antrean di luar cukup panjang. Untungnya untuk blogger nggak usah registrasi, langsung masuk aja kata panitia yang handle acara ini. Inilah enaknya jadi blogger punya privalage tersendiri. 😊 Lah secara, blogger yang ikutan acara aja bisa dihitung jari cuma tiga orang doang. πŸ˜‚
Rabu, 03 Oktober 2018

IKF VII Kembali Diadain Lagi Loh. Yuk, Ikutan

TUJUH tahun yang lalu mungkin tak terbayangkan yah kalo perkembangan teknologi udah secanggih dan sekeren ini. Bayangkan aja loh, sekarang ini semua kebutuhan sehari-hari kamu udah bisa dilayani hanya pake alat yang namanya smartphone.

Ya bener, smartphone. Sekarang ini siapa sih yang nggak punya smartphone? Malahan rata-rata pada punya dua. πŸ˜† Mau jalan udah ada ojek atau taksi online, mau shopping nggak usah macet-macetan atau panas-panasan tinggal order dan duduk manis di rumah nanti barang dikirim. Hal-hal kecil kayak beli sayur juga udah ada aplikasinya tersendiri apalagi kalo cuma buat urusan perbankan udah super komplit.

(Para Narasumber)

Nah, ngomong-ngomong soal perkembangan teknologi nih, beberapa hari yang lalu aku hadir di acara yang diadakan oleh BCA. Tempatnya itu jauh dari kata formal Bank malahan kaya tempat nongkrong atau cafe gitu. Pantes saja area atau ruangan ini disebut dengan Kafe BCA 9.

Para narasumbernya mungkin salah satunya kalian udah nggak asing lagi yaitu Onno W. Purbo pakar teknologi informasi. Selain ada Pak Onno, ada narasumber lain Lena Setiawati selaku Executive Vice President Learning and Development BCA, Setiaji selaku head of Jakarta Smart City, Jakarta Provincial Government, Cyrillus selaku komisaris independen BCA yang dimoderatori oleh Slamet Edi Santosa.
Minggu, 30 September 2018

Lugano Lake Park, Hunian Modern Bergaya Swiss di CitraRaya

KALO punya anak nakal, bandel dan susah diatur bukan 100% kesalahan murni anak loh. Bisa jadi karena lingkungan dari dalam keluarganya atau lingkungan di tempat tinggalnya. Makanya jangan heran, kadang anak-anak yang ada di desa dan di kota bedakan tingkat kenakalannya. πŸ˜„ Walau bukan jaminan juga sih.

Masih ngomongin soal lingkungan nih, kalo kata Lori Greiner, seorang inventor (penemu) juga seorang entrepreneur dari Amerika Serikat bilang begini "If you home environment is good and peaceful and easy, your life is better and easier." Kalo diartikan kira-kira artinya kayak gini "Jika lingkungan rumah kamu baik, damai, dan mudah, hidup kamu menjadi lebih baik dan lebih mudah".


(Ilustrasi Lugano Park CitraRaya)

Kalo dalam Islam "baiti jannati" yang artinya "rumahku syurgaku." Layaknya di syurga, semua keinginan dan kebutuhan harus ada (strategis). πŸ˜„ Pengen ke Mall tinggal ngesot, pengen ke taman juga tinggal ngesot, pengen apapun serba ada gituloh maksudnya nggak susah atau jauh.

Emang ada yah mas Dede perumahan kayak di syurga gitu? Loh, ada dong! Bahkan mungkin ini satu-satunya di Indonesia. 😱 Aku sih nggak jamin kalo di perumahan atau hunian lain ada. πŸ˜„ Wong yang garap mega proyek ini adalah Ciputra Group. Kalo aku sih yess! Nggak tau kalo mas Anang. πŸ˜‚

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog