Senin, 17 Oktober 2011

Server BlackBerry Ngadat, Pengguna Terganggu

[Dimuat di harian Suara Kedaulatan Rakyat (KR) 18 Oktober 2011]
Rubrik DIGITAL

Beberapa hari terakhir ini mungkin ada sedikit terganggu dengan layanan yang ada di BlackBerry. Beberapa layanan mengalami gangguan tertunda (delay) layanan internet seperti pesan email, BlackBerry Messenger (BBM), instant messaging dan bahkan tidak dapat terkoneksi ke jaringan internet dengan browser seperti biasanya. Ini dikarenakan gangguan yang ada di server (pusat layanan data) RIM (Research In Motion).
Meskipun server yang terdekat dengan Indonesia tidak mengalami gangguan, namun tetap saja memberikan efek yang signifikan bagi beberapa pengguna di berbagai negara, ini dikarena konsep jaringan yang ada. Ada empat benua yang mengalami gangguan layanan internet, antara lain benua Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan India.

Seharusnya, penyebab masalah dan gangguan tersebut serta perbaikan yang sudah dilakukan dapat teratasi, tetapi keadaan justru terbalik, gangguan meluas dan menyebar hingga ke Amerika Latin, yaitu Brasil, Cile, dan Argentina, Selasa (11/10). Penyebab gangguan dikarenakan masalah pada salah satu core switch (saklar) di infrastruktur RIM. Server tidak mampu men-switcfailover ke switch backup, sehingga failover tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Fungsi failoer digunakan apabila satu server sedang penuh, request data secara otomatis akan dialihkan ke server yang masih bisa melayani request. Failover mengacu pada switching secara otomatis dari layanan untuk server dalam kasus kegagalan sistem utama melalui sistem cadangan atau backup. Akibatnya, terjadi backlog atau trafik lalu-lintas data secara besar dan bersamaan. Hal tersebut tentu dapat membuat server RIM down. Gangguan terjadi pada pukul Senin 10:25 pagi, dan India pertama kali yang melaporkan masalah tersebut melalui email dan BlackBerry Messenger.

Sementara itu, dikutip langsung dari akun Twetter resmi RIM di @BlackBerryHelp, pihaknya meminta maaf dan berjanji akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi. "RIM memohon maaf atas kerusakan layanan ini, dan saat ini sedang berusaha keras untuk memulihkan jaringan", tandas pernyataan RIM tersebut.

Sejarah sepertinya terulang, sebelumnya di tahun 2007 bulan April kejadian serupa pernah terjadi. Layanan Blackberry Messenger dimatikan sementara di Kanada dan Amerika Latin, namun gangguan besar justru berdampak pada pengguna yang ada di Amerika Utara. Jika hal ini terjadi lagi, bisa saja pangsa pasar RIM di Indonesia akan anjlok karena persaingan ketat dengan Google Inc, melalui device Android andalannya juga Apple Inc. dengan iPhone 4S tergresnya, belum lagi dengan Samsung dan produk lokal China dengan harga ekonomis dan fitur yang tak kalah canggih.

Nampaknya ini adalah pekerjaan rumah RIM yang harus berbenah diri dan tidak terulang lagi. Satu hal yang menarik bagi RIM adalah mengingat akses BBM yang pertama menerapkan konsep layanan ini dengan PIN yang membuatnya berbeda dengan smartphone lainnya.

Saat ini RIM memiliki 70 juta pelanggan di seluruh dunia dengan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian berasal dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia satu di antaranya. Mempunyai sejumlah pusat operasi jaringan server, termasuk satu di kantor pusatnya di Waterloo, Ontario, dan satu lagi di selatan Inggris, yang mengelola sejumlah besar data yang mengalir melalui sistem. Gangguan masalah ini membuat beberapa operator seluler tidak dapat banyak berbuat apa-apa atas laporan gangguan dan ketidaknyamanan pelanggan, sebab sumber masalah berada di jaringan layanan RIM itu sendiri selaku penyedia layanan internet, termasuk layanan BBM yang menjadi idola di kalangan pengguna BlackBerry. Semoga kedepannya RIM jauh lebih baik dan masalah tersebut tak terulang dikemudian hari.

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!