Rabu, 06 April 2016

Wisata Religi Padepokan Puri Tri Agung

BERBICARA wisata dan kuliner yang ada di Bangka, khususnya Pangkalpinang, memang tidak ada habisnya. Saya sendiri belum mengunjungi semua destinasi wisata yang ada di Pangkalpinang mengingat keterbatasan waktu dan kesempatan. Semoga di kemudian hari bisa diajak kembali untuk menikmati keindahan dan pesona yang ada di Pangkalpinang oleh Kelas Blogger dan pemerintah kota (pemkot) Pangkalpinang.

Selfie Dulu dengan Background Padepokan Puri Tri Agung

Bayangkan, total destinasi wisata ada 59 yang ada di Pangkalpinang meliputi jalur destinasi wisata pesisir (6), wisata sejarah (21), wisata budaya (15), wisata olahraga (5) dan wisata kuliner (12).

Kali ini saya membahas wisata religi terbaru yakni Padepokan Puri Tri Agung. Saya katakan baru karena memang baru diresmikan satu tahun lalu pada 18 Januari 2015 oleh Menteri Agama RI Drs.H.Lukman Hakim Saefudin, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Rustam Efendi seperti yang terlihat pada foto di bawah ini.

Tanda Peresmian Padepokan Puri Tri Agung

Menurut sejarah, sebenarnya pembangunan Padepokan Puri Agung sudah berlangsung cukup lama yakni 13 tahun sejak 2002. Sempat tertunda pada 2005 dan dilanjutkan kembali di bawah Yayasan Bangka Jaya Lestari hingga selesai diresmikan pada 2015. Awal atau gagasan pertama pembangunan sejak 2001 dengan luas tanah 2,3 hektar. Adapun luas bangunan yang berbentuk pagoda ini adalah 600 meter.

Dana yang terkumpul untuk pembangunan Padepokan Puri Tri Agung mencapai 13 miliar. Dana tersebut terkumpul berkat hasil kerja keras panitia di Jakarta, Bogor, Bangka bahkan luar negeri Singapura, Hongkong dan Tiongkok. Terutama dukungan Ketua Dewan Pembina, Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira dan umat Vihara Vajrabodhi di Bogor dan semua pihak atau donatur yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Selain bangunan utama yang berbentuk pagoda juga terdapat fasilitas umum seperti area parkir yang cukup luas, toilet, cafetaria dan mess khusus Biksu. Beberapa pedagang menjajakan dagangan mereka seperti siomay, rujak dan ice cream di sekitar bangunan utama tentunya dengan harga yang ekonomis.

Masyarakat setempat menyebut Padepokan Puri Tri Agung dengan sebutan Kuil Shaolin atau Pagoda Shaolin. Disebut Padepokan Puri Tri Agung karena bangunan ini besar dan memiliki tiga susunan pagoda yang mencerminkan ajaran Tri Darma yakni Kongfuciusme (kongfutse), Buddhisme (Budha Gautama atau Budha Sakya Muni) dan Taoisme (Lo Tze).

Beberapa interior dan fisik bangunan nampak begitu indah berkat karya Ir Then Yohanes (Akiun), Ir Agung Setiawan dan peran Yusman Ngui. Menariknya, sebelum dibangun Padepokan Puri Tri Agung awalnya adalah kawasan hutan lindung yang berbukit. Kendala utama karena berbukit maka perlu dilakukan clearing and cut fill bukit yang akan dijadikan bangunan tersebut. Sehingga tak mengherankan Padepokan Puri Tri Agung ini diapit oleh bebukitan.

Ornamen dan Keindahan Langit-Langit Padepokan Puri Tri Agung

Naga Terbang Menambah Keindahan Padepokan Puri Tri Agung

Berada di sini, terasa berada di puncak tertinggi. Angin serasa membelai-belai rambut. Memejamkan mata dan menghirup udara segar di sini membuat saya lupa sejenak kota Jakarta dengan udaranya yang pengap dan macet setiap harinya. Sepanjang mata memandang, kita disuguhkan oleh pemandangan indah pantai Tikus di bawahnya yang sekarang berganti nama menjadi pantai Nirwana.

Pemandangan atau panorama yang indah, sayang sekali jika tidak diabadikan oleh lensa kamera. Tetapi saat memotret jangan lupa perhatikan kesopanan dan larangan yang tertulis saat memotret di dalam bangunan utama Padepokan Puri Tri Agung. Misalnya jangan memotret dari sisi tengah karena bisa mengganggu umat yang akan ibadat. Jangan juga mengenakan penutup kepala, seperti topi, karena dipandang tidak sopan. Selebihnya untuk memotret di luar bangunan utama Padepokan Puri Tri Agung bebas saja.

Panorama Pantai Nirwana di Padepokan Puri Tri Agung

Padepokan Puri Tri Agung terletak di Jalan Pantai Tikus atau jalan pantai Nirwana, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jarak tempuh dari pusat kota Sungailiat ± 9 Km dari pusat kota. Dari Kota Pangkalpinang ± 35 Km dengan jalanan aspal yang mulus hingga sampai ke tujuan. Teman saya, Lita, yang suka jalan-jalan dan traveling satu rombongan mobil berkata, “Jalanan dan pemandangannya mirip dengan yang ada di Eropa, loh,” kata Lita.

Walaupun bangunan ini merupakan rumah ibadat, namun siapapun boleh berkunjung dan datang untuk mengenal lebih jauh wisata-wisata religi yang ada di Pangkalpinang dan Bangka tanpa membedakan suku, ras dan agama. Jadi, jika datang ke Bangka atau Pangkalpinang sempatkanlah untuk mampir ke sini. Karena sayang sekali panorama dan pantai Nirwana sangat indah dan menakjubkan untuk diabadikan. ● Dede Ariyanto

Foto-Foto Lainnya:

Tiga Dewa di Dalam Bangunan Utama Padepokan Puri Tri Agung

Patung Dewa Depan Padepokan Puri Tri Agung

Sembahyang di Padepokan Puri Tri Agung

Patung Dewi Kwan Im Dewi Kebijaksanaan

Patung Baronsai depan Padepokan Puri Tri Agung


4 komentar:

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!