Minggu, 20 Juni 2010
Mengapa Private Data Tersebar di Internet

SEJAK beredarnya video mesum yang diduga mirip dengan Ariel vokalis Peterpan dengan presenter kondang Luna Maya sempat membuat heboh dan resah masyarakat. Membuat heboh, mengingat keduanya adalah public figur, yang sepatutnya tidak pantas untuk dilakukan apalagi ditiru. Membuat cemas, terutama orang tua yang memiliki anak belum cukup dewasa ditakutkan dengan diam-diam mengoleksi video mesum tersebut baik di ponsel atau komputer/ laptop pribadinya. Maka tak heran di beberapa sekolah perlu diadakan swiping pemeriksaan ponsel siswa, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan pasca menonton adegan video mesum tersebut.
Di sini penulis tidak membahas keaslian video mesum tersebut, terlepas itu asli atau palsu penulis hanya ingin menguak mengapa data private (pribadi) yang seharusnya tidak bocor di internet dapat tersebar dengan cepat dan luas. Banyak faktor yang menyebabkan itu semua terjadi. Beberapa diantaranya adalah: recovery data, CCTV, hilangnya gadget, dan pihak ketiga.
Recovery data adalah proses pemulihan atau pengembalian data-data yang sudah terhapus/ terformat untuk dapat dikembalikan seperti semula. Sebenarnya recovery data diperlukan sekali bagi jajaran kepolisian yang bekerja di bidang digital forensik, seperti kasus menguak tabir laptop Noordin M Top dan mengurai jaringan teroris. Juga service umum recovery komputer data yang mengharapkan datanya kembali lagi karena human error seperti terformat saat melakukan partisi atau ter-delete tanpa sengaja, apalagi jika file data tersebut sangatlah penting seperti skripsi. Prinsipnya dalam dunia IT tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa mungkin terjadi. Tidak ada yang aman dalam dunia IT. Jadi bukan anggapan benar setelah menghapus data, data tersebut hilang untuk selamanya. Beberapa software yang sering dan dinilai cukup ampuh dalam recovery data di antaranya PhotoRec (untuk foto) dan TesDisk (untuk partisi), kedua software tersebut dapat didownload secara gratis di internet dengan alamat http://www.cgsecurity.org Parahnya recovery data ini jika dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan ditemukan file data private kemudian diupload di internet maka bersiap-siaplah untuk hancur baik karir maupun jabatan pentingnya seperti kasus yang menimpa Yahya Zaini anggota DPR di era reformasi dengan pedangdut Maria Eva tahun 2006.
Kedua, CCTV. CCTV (Close Circuit Television) awalnya digunakan untuk memantau dan merekam peristiwa. Biasa dimanfaatkan di swalayan, hotel, ATM, perumahan elit, perusahaan dan lain sebagainya. Sehingga jika suatu hari terjadi peristiwa penting dapat mengorek bukti dari hasil rekaman CCTV tersebut. Seperti skandal yang menimpa mantan menteri kesehatan Malaysia Chua Soi Lek di sebuah hotel pada tahun 2008 lalu dan pengeboman hotel JW Marriott oleh teroris.
Ketiga, kehilangan gadget. Sebagaimana diketahui perkembangan IT semakin hari semakin pesat. Hal ini terbukti dari banyaknya gadget canggih seperti: ponsel, camera, handycamp, notebook, yang rata-rata memiliki fasilitas rekam video dan foto bahkan tidak tanggung-tanggung ada yang sudah mencapai 8 MP (Mega Pixel) tentu foto atau video yang dihasilkan memiliki gambar bening, jernih dan jelas. Sayangnya, bagaimana jika dikemudian hari gadget tersebut hilang? Tidak menjadi masalah mungkin bagi mereka yang berduit, karena dapat membelinya kembali, tapi bagaimana bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Tipsnya mudah saja, jangan biasakan meletakkan gadget di sembarang tempat, meskipun di tempat makan sekalipun. Usahakan selalu meletakkan di saku agar tidak lupa dan ketinggalan. Masalahnya adalah bagaimana jika di gadget tersebut terdapat foto/ video mesum yang hanya patut dilakukan sepasang suami istri? Apalagi jika dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi kehancuran moral bangsa akan lebih parah lagi. Parahnya lagi jika yang menemukan mengupload ke internet. Tidak masalah sebenarnya, jika dilakukan suami-istri dan mengoleksinya sebagai data private pribadi mereka berdua. Karena keduanya sudah sah dan memiliki hak itu, asal tidak menyebarkan ke masyarakat.
Ketiga, adalah pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud adalah mereka yang memang benar-benar ingin menghancurkan karir seseorang seperti kasus skandal seks yang menimpa Tiger Woods atlet golf nomor satu dunia pada tahun 2009. Tiger Woods terjebak dengan wanita yang dibayar untuk menghancurkan karirnya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita bayaran tersebut.
Kesemuanya itu mengapa data private dapat tersebar dengan cepat karena ada yang menguploadnya ke internet kemudian didownload dan diupload ulang sehingga semakin banyak saja arsip di internet. Maka seharusnya teknologi tidak disalahgunakan, gunakan fungsi teknologi sebagaimana mestinya. Teknologi tidak salah, ia adalah alat dan pengguna teknologi yang semestinya bertanggungjawab. Dengan demikian penyebaran video/ foto porno dapat dicegah setidaknya dapat diminimalisir. Semoga.
Di sini penulis tidak membahas keaslian video mesum tersebut, terlepas itu asli atau palsu penulis hanya ingin menguak mengapa data private (pribadi) yang seharusnya tidak bocor di internet dapat tersebar dengan cepat dan luas. Banyak faktor yang menyebabkan itu semua terjadi. Beberapa diantaranya adalah: recovery data, CCTV, hilangnya gadget, dan pihak ketiga.
Recovery data adalah proses pemulihan atau pengembalian data-data yang sudah terhapus/ terformat untuk dapat dikembalikan seperti semula. Sebenarnya recovery data diperlukan sekali bagi jajaran kepolisian yang bekerja di bidang digital forensik, seperti kasus menguak tabir laptop Noordin M Top dan mengurai jaringan teroris. Juga service umum recovery komputer data yang mengharapkan datanya kembali lagi karena human error seperti terformat saat melakukan partisi atau ter-delete tanpa sengaja, apalagi jika file data tersebut sangatlah penting seperti skripsi. Prinsipnya dalam dunia IT tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa mungkin terjadi. Tidak ada yang aman dalam dunia IT. Jadi bukan anggapan benar setelah menghapus data, data tersebut hilang untuk selamanya. Beberapa software yang sering dan dinilai cukup ampuh dalam recovery data di antaranya PhotoRec (untuk foto) dan TesDisk (untuk partisi), kedua software tersebut dapat didownload secara gratis di internet dengan alamat http://www.cgsecurity.org Parahnya recovery data ini jika dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan ditemukan file data private kemudian diupload di internet maka bersiap-siaplah untuk hancur baik karir maupun jabatan pentingnya seperti kasus yang menimpa Yahya Zaini anggota DPR di era reformasi dengan pedangdut Maria Eva tahun 2006.
Kedua, CCTV. CCTV (Close Circuit Television) awalnya digunakan untuk memantau dan merekam peristiwa. Biasa dimanfaatkan di swalayan, hotel, ATM, perumahan elit, perusahaan dan lain sebagainya. Sehingga jika suatu hari terjadi peristiwa penting dapat mengorek bukti dari hasil rekaman CCTV tersebut. Seperti skandal yang menimpa mantan menteri kesehatan Malaysia Chua Soi Lek di sebuah hotel pada tahun 2008 lalu dan pengeboman hotel JW Marriott oleh teroris.
Ketiga, kehilangan gadget. Sebagaimana diketahui perkembangan IT semakin hari semakin pesat. Hal ini terbukti dari banyaknya gadget canggih seperti: ponsel, camera, handycamp, notebook, yang rata-rata memiliki fasilitas rekam video dan foto bahkan tidak tanggung-tanggung ada yang sudah mencapai 8 MP (Mega Pixel) tentu foto atau video yang dihasilkan memiliki gambar bening, jernih dan jelas. Sayangnya, bagaimana jika dikemudian hari gadget tersebut hilang? Tidak menjadi masalah mungkin bagi mereka yang berduit, karena dapat membelinya kembali, tapi bagaimana bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Tipsnya mudah saja, jangan biasakan meletakkan gadget di sembarang tempat, meskipun di tempat makan sekalipun. Usahakan selalu meletakkan di saku agar tidak lupa dan ketinggalan. Masalahnya adalah bagaimana jika di gadget tersebut terdapat foto/ video mesum yang hanya patut dilakukan sepasang suami istri? Apalagi jika dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi kehancuran moral bangsa akan lebih parah lagi. Parahnya lagi jika yang menemukan mengupload ke internet. Tidak masalah sebenarnya, jika dilakukan suami-istri dan mengoleksinya sebagai data private pribadi mereka berdua. Karena keduanya sudah sah dan memiliki hak itu, asal tidak menyebarkan ke masyarakat.
Ketiga, adalah pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud adalah mereka yang memang benar-benar ingin menghancurkan karir seseorang seperti kasus skandal seks yang menimpa Tiger Woods atlet golf nomor satu dunia pada tahun 2009. Tiger Woods terjebak dengan wanita yang dibayar untuk menghancurkan karirnya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita bayaran tersebut.
Kesemuanya itu mengapa data private dapat tersebar dengan cepat karena ada yang menguploadnya ke internet kemudian didownload dan diupload ulang sehingga semakin banyak saja arsip di internet. Maka seharusnya teknologi tidak disalahgunakan, gunakan fungsi teknologi sebagaimana mestinya. Teknologi tidak salah, ia adalah alat dan pengguna teknologi yang semestinya bertanggungjawab. Dengan demikian penyebaran video/ foto porno dapat dicegah setidaknya dapat diminimalisir. Semoga.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Kategori
Kolom Digital
- Ramalan Digital
- Membuat Hotspot Pribadi di Rumah
- Subtitle Solusi Nonton Film Barat
- Solusi Flash Disk Gagal Format
- Aplikasi Anti Maling Untuk Laptop
- Ditekan Amerika, Situs WikiLeaks Terancam Tutup
- Server BlackBerry Ngadat, Pengguna Terganggu
- Makin Sempurna dengan Fitur Siri dan iCloud
- Mencicipi Windows 8
- Merekam Siaran Televisi
- Waspada BB Rekondisi
- Blokir Iklan di Browser
- Auto Shutdown Notebook
- Solusi Lupa Password
- Bisnis Online
- Anti Virus Gratis dari Microsoft
- Menyulap Hand Phone Menjadi iPhone
- Berkaraoke di Notebook, Bisa Kok
- Wallpaper Video Desktop di Windows 7
- Instal Maktabah Syamilah di Windows 7
- Layanan Hardisk Online
- Menyulap Windows Menjadi MAC
- Menyulap Blog Jadi Dot Com
- SMS Gratis via Internet
- Mengetik Teks Arab di Windows 7
- Menghapus Paksa Virus Bandel Windows 7
- Jual Beli Hewan Kurban Online, Bisakah?
- Pintar Memilih NetBook atau NoteBook
- Mengenal dan Membuat Gas Detector
- Kirim Kartu Lebaran Online
- Tentukan Arah Kiblat Dengan Website
- Facebook Rilis Film 'The Social Network'
- Mengapa Private Data Tersebar di Internet
- Atasi Cartridge Printer Error
- Proteksi Anak dengan Childsafe
- Remote Presentasi dengan Ponsel
- Menangkis Serangan Virus di Windows 7
- HTML 5 Dirilis Kaya Fitur dan Dukungan
- Instal Windows 7 dengan Flash Disk
- Multi Touch Windows 7 Tak Perlu Mouse dan Keyboard
- OPERA MINI 5 FINAL DIRILIS: Kecepatan Aksesnya Mengagumkan
- Menyulap XP Menjadi Windows 7
- Awas! Penculikan di Facebook


4 komentar:
Aneh ya mas....
kok sekarang malah media yang di isukan bukannya isu yang seharusnya diberitakan..
jangan2 ini cuma pengalihan isu aja..
karena isu TDL kok jarang di muat..
Benar.
Banyak sekali kasus di Indonesia ini yang menguap tak berujung... Miris juga, kasus pajak, Markus, KKN dan kasus-kasus besar lainnya yang seharusnya diungkap malah tenggelam seiring berjalannya waktu :D nasib..nasib
Itu komen thn 2010, thn 2011 juga masih gitu koq, isu pembangunan gdg DPR yg biayanya selangit di tengah kesulitan rakyat, terlupakan gara2 (di)muncul(kan) isu NII.....
Benar, bom buku dan ulat bulu juga jangan-jangan jadi-jadian yg sengaja disebar di tempat tertentu. Gak masuk akal tiba-tiba banyak ulat tanpa proses. Terkecuali hewan terbang yg migrasi dadakan dalam jumlah banyak karena faktor cuaca atau faktor lainnya. Wawahualam bisowab
Poskan Komentar
Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara dan spam terpaksa saya hapus :D