Jumat, 08 Desember 2017

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dan Kisah Ibu Elly Berjuang Melawan Kanker Serviks

Sedikit sekali perempuan yang tulus dan ikhlas lalu mengucapkan kata-kata pada suaminya seperti ini. "Bapak.. Seandainya bapak ingin menikah lagi.. Saya ikhlas." Kisah inspirasitif ini tak hanya mengharu biru. Bahkan membuat Chaca yang ada di sebelahnya meneteskan air mata.



IBU Sumbangsih Elly Mawati atau yang akrab disapa Bu Elly ini awalnya sempat shock dan tak bisa nerima keadaan kalo ternyata dirinya divonis terkena kanker serviks. Gimana nggak shock. Hampir setiap tahun dirinya rajin melakukan tes pap smear. Sebuah tes untuk mendeteksi apakah terkena kanker serviks atau enggak.

Meskipun begitu, dirinya masih bersyukur karena bisa terobati dan terdeteksi sedini mungkin berkat rajin melakukan tes pap smear. Bayangkan, orang yang rajin melakukan tes pap smear aja masih memungkinkan terkena kanker serviks, gimana buat kamu yang belum pernah sama sekali.


Pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh dirinya ke Rumah Sakit. Bahkan anak-anaknya yang udah besar awalnya nggak mengetahui kalo ibunya sedang menjalani serangkaian pengobatan kanker serviks. Alasan utama Bu Elly nggak ngabari anaknya lantaran khawatir kabar ini bisa mengganggu anak-anaknya yang lagi pada ujian di Campus.

Bahkan suaminya sendiri yang saat itu masih bekerja di bengkel nggak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk mengantarkan istrinya operasi. Bukan karena nggak sayang sama istrinya Bu Elly. Sekali lagi bukan. Memang kondisinya saat itu nggak bisa ditinggalkan kata Bu Elly, sembari menahan tangis mengenang masa-masa kritis itu.

Sesampainya di Rumah Sakit, dokter yang akan mengoperasi pun sempat dibuat heran ketika melihat Bu Elly seorang diri. Biasanya, seseorang yang akan menjalani operasi harus ada tandatangan dari suami atau pihak keluarga yang mewakili. Ibu Elly justru menandatangani sendiri surat keterangan operasi itu.

Alhamdulillah, operasi rahim yang dijalankan oleh Ibu Elly berjalan lancar dan mulus. Sebelum operasi dan pamitan dengan suaminya, dirinya berpesan kepada suaminya. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh kebanyakan istri untuk di-madu atau dibagi dua cintanya dengan wanita lain.

Sedikit sekali perempuan yang tulus dan ikhlas mengucapkan kata-kata pada suaminya seperti ini. "Bapak.. Seandainya bapak ingin menikah lagi.. Saya ikhlas." Kisah inspirasif ini tak hanya mengharu biru. Bahkan membuat Chaca yang ada di sebelahnya meneteskan air mata. Untung suaminya tetap setia dan nggak ada keinginan untuk menikah lagi apapun nanti yang akan terjadi pasca operasi. Apalagi anaknya sekarang udah besar-besar. Suami sadar akan itu semua.

Kini, meskipun dirinya sudah menopause, kondisi di mana seorang perempuan sudah nggak memungkinkan lagi punya anak atau mongmongan pasca operasi tetap sabar dan tabah menjalani hidup. Toh, sudah dikaruniai anak dan suami yang setia menerima apa adanya. Baginya, itu adalah kebahagian yang tak terkira. Sementara, di luar sana masih banyak pasangan yang belum memiliki mongmongan atau anak.

Sejak kejadian itu, dirinya merasa bersemangat sekali untuk bisa membagikan kisahnya ini kepada mereka yang juga mengalami kondisi yang sama yang terkena kanker serviks. Salah satunya di acara blogger gathering yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Mayapada dan komunitas Indonesia Sosial Bloggerpreneur (ISB) bertempat di The Hook, Kamis (30 November).


Menurut Bu Elly, selain suami dan keluarga yang memberi pengaruh untuk terus tabah, tegar dan semangat menjalani hidup setelah divonis penyakit kanker serviks, keberadaan komunitas yang sama juga sangat berpengaruh besar dalam memberikan semangat dan masukan atau nasehat yang baik.

Terus kunci lain menjalani hidup bagi mereka yang terkena penyakit ini harus pasrah, tabah, sabar, ikhlas, dan mau menerima semua yang diberikan oleh Allah termasuk dalam hal ini saat terkena penyakit ini. Sebenarnya, penyakit apapun sama. Karena menurutnya, dengan kita pasrah dan ikhlas menurut pengalamannya selama ini justru memudahkan team medis saat mengobati penyakit ini.

Dalam acara blogger gathering ini pun nggak cuma ada bu Elly tapi juga ada dr. Yuslam Fidianto, SP.OG dan Chaca. Rangkuman materi dokter aku jabarkan di bawah ini yah.


Ngomongin soal kanker serviks itu emang ngeri banget yah. Gimana nggak ngeri coba? Penyakit ini jadi 'pembunuh' nomor satu buat perempuan Indonesia. Kalo udah kena penyakit ini, hidup serasa udah berakhir aja yah. Apalagi kalo tingkatannya udah masuk stadium tiga atau empat. Harapan untuk sembuh pun sangat tipis banget.

Ingat kanker serviks, aku pun mendadak jadi inget artis cantik Julia Perez yang sudah meninggal dunia akibat penyakit kanker serviks. Julia Perez meninggal dunia setelah berjuang keras melawan penyakitnya ini. Kalo dilihat secara materi, Julia Perez itu kurang apa? Seorang yang kaya raya dan juga aktris. Pengobatan yang diusahakan pun sangat-sangat maksimal. Bahkan sebelum melakukan perawatan di Indonesia, Julia Perez pun sudah menjalani pengobatan di luar negeri. Namun takdir berkata lain.

Hikmahnya apa aku mengambil contoh Julia Perez dengan postinganku kali ini yang mengangkat tema kanker serviks. Bukan, bukan soal aku membicarakan dirinya. Tapi lebih kepada hikmah atau pelajaran apa yang bisa diambil bahwa kanker serviks itu penyakit ganas dan berbahaya loh. Jadi, buat kita yang belum terkena penyakit ini, khususnya kamu yang cewek, harus lebih aware dan hati-hati yah Sist.

Kenapa aku nyebut Sist? Karena rata-rata yang kena penyakit ini ternyata banyakan adalah cewek. Prosentase untuk terjangkit ke cowok itu sangat kecil sekali. Biar kamu nggak terkena penyakit ini harus tau dulu apa aja penyebabnya. Simak baik-baik yah:

Hubungan Seksual
Ya, benar, lewat hubungan seksual. Di balik kenikmatannya melakukan hubungan seksual.. jangan salah mengandung bahaya dan risiko yang sangat besar. Apalagi kalo kamu bergonta-ganti pasangan seksual. Nggak cuma risiko terkena kanker serviks juga berisiko terkena penyakit mematikan lain kayak HIV AIDS. 😱

Yang mengerikan, khususnya buat kamu para orang tua harus ekstra dan lebih hati-hati lagi menjaga pergaulan mereka. Khususnya yang punya anak perempuan. Kadang, anak zaman sekarang itu sangat mengerikan pergaulan dengan lawan jenis atau pacarnya.

Bahkan mereka nggak ragu untuk rayain ulang tahun cowoknya di dalam kamar hotel yang udah dihias sedemikian rupa. Nggak sampe di situ, mereka pun nggak sungkan atau malu mengunggahnya ke akun Instagram mereka.

Meskipun mungkin mereka nggak ngelakuin hubungan seksual di dalam kamar hotel, tapi kondisi ini justru sangat memprihatinkan. Pertanyaan yang paling mudah, buat apa booking di kamar hotel? Syahwat dan gelora nafsu anak muda sangat besar sekali. Kata nenek kalo berduaan di tempat sepi nanti yang ketiganya adalah setan. 😜 Kamar hotel nggak cuma sepi, tapi juga privat banget untuk melakukan itu.

Pergaulan bebas apalagi mereka yang hidup di kota besar kayak Jakarta memang sangat rentan sekali. Bagaimana pun juga, pergaulan itu sangat mempengaruhi banget loh. Sebab, kanker serviks ini hanya bisa terjangkit buat kamu yang aktif suka ngelakuin hubungan seksual. Ini yang harus digaris bawahi apalagi jika dilakukan di bawah umur sangat rentan sekali. Kalo dilakukan sama suami istri yang sah sih nggak masalah. Malah ibadah. Apalagi kalo dilakukan malam Jum'at jadi sunah Rasul. 😍

Kalo yang sudah menikah pun bukan berarti nggak kena. Tetep harus aware dengan penyakit ini. Di antaranya adalah melakukan pengecekan tes pap smear. Tujuannya jelas untuk mencegah penyakit kanker serviks sedini mungkin. Kalo misal kebetulan masih terdeteksi gejalanya masih bisa diobati dan besarkan harapan untuk hidup. Lebih baik mencegah sedini mungkin sebelum terlambat.

Melahirkan Anak Terlalu Banyak
Kalo dulu kata orang tua "Banyak anak, banyak rejeki." Mungkin kondisinya masih tepat di zaman dulu di mana sawah masih luas, dengan banyak anak jadi makin luas ladang padi yang bisa digarap.

Kalo sekarang kondisi terbalik, banyak anak belum tentu banyak rejeki. Meski aku sebagai umat Islam pegang teguh kalo setiap anak itu punya rejekinya masing-masing. Kondisi ekonomi sekarang sangat beda banget sama zaman dulu. Semuanya harus diperhatikan dan diperhitungkan dalam membuat anak. πŸ˜‚ Jangan sampai kita sebagai orang tua keteteran dan anak pun juga kasiankan kalo serba kekurangan. 😭


Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko mengidap kanker serviks semakin tinggi kata dokter. Wanita yang punya tiga anak, tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV. Begitu kira-kira penjelasan medisnya.

Minum Pil Kontrasepsi atau KB Lebih dari Lima Tahun
Program Keluarga Berencana (KB) awalnya memang program pemerintah dalam merencanakan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga Indonesia. Istilah gampangnya biar nggak kebablasan nganak terus jadi bisa terus enak tanpa punya anak Haha Ini apaan sih? πŸ˜‚ Tapi kalo kamu ikut program KB terus sampe mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks. Meski hal ini masih belum jelas alasannya. Dan kata dokter masih harus dibuktikan lagi.

Selain melakukan aktivitas seksual sejak usia dini, kamu yang suka merokok juga risiko dua kali lipat terkena kangker serviks. Ini mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang muncul di leher rahim. Lagian kalo cewek merokok itu nggak pantes. Keliatannya kayak cewek nakal. Makanya jangan merokok yah. Stop smoking. Merokoknya di atas ranjang ajah yah sama suami. Hahaha πŸ˜‚

Sama satu lagi penyebab dari kanker serviks, yaitu sistem kekebalan tubuh yang lemah. Nggak hanya kanker serviks aja sih yang bisa nyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi ini biasanya dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Itu loh, obat yang biasa dipake biar tubuh nggak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita penyakit HIV/AIDS.

Pencegahan Kanker Serviks
Ironinya, test pap smear masih dianggap sesuatu yang menakutkan. Mereka masih banyak yang belum siap jika terjadi atau terkena vonis kanker serviks. Awal-awal orang yang terkena kanker serviks kayaknya nggak ada gejala yang jelas apakah kamu udah terkena kanker serviks apa belum? Gejala kanker serviks mulai dirasakan kalo udah susah buat buang air kecil, sering mengalami nyeri di panggul, keputihan bercampur darah, atau terjadi perdarahan di organ vital perempuan.


Kalo kamu udah ngalami gejala-gejala kanker serviks kayak gitu, waspadalah dan lekas memeriksakan diri agar pengobatan kanker serviks secara dini dapat dilakukan. Untuk mencegah kanker serviks, cara terbaik adalah dengan menjaga perilaku seks secara sehat serta aktif memeriksakan diri. Di samping itu, melakukan vaksinasi anti-kanker serviks juga wajib dilakukan oleh wanita.

Semoga kisah Bu Elly berjuang melawan kanker serviks dan informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang melakukan pengobatan kanker serviks atau buat kamu juga yang ingin melakukan pencegahan penyakit kanker serviks yang mematikan ini. Akhir kata, salam blogger! ● Dede Ariyanto

42 komentar:

  1. Setuju nih. Kasus Almh. Julia Peres harusnya bisa membuka mata semua wanita dalam memerangi kanker serviks. Sehingga bisa menurunkan resiko kematian di Indonesia akibat KS ini. Dan perlu emang edukasi dan sosialisasi ke anak2 SMA nih ya mas Dede. Biar Dede gemes jaman now gak gampang ngerayain ultah di hotel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, bener banget. Dede gemes jaman now emang ngeri pergaulan mereka. Iya nih, sosialisasi dan edukasi harus dilakukan sejak dini. PR kita semua nih mas, demi masa depan Indonesia yang lebih baik lagi. πŸ€—

      Hapus
  2. Susah juga ya kadang jadi wanita... Ancaman penyakit ganas ganas huhuhu semoga wanita diseleuruh indonesia ini disadarkan agar lbh peduli dan dijauhkan dr penyakit berbahaya.... Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi semua penyakit pada hakikatnya ada obatnya. Asal, semuanya dicegah sejak dini. 😎

      Hapus
  3. Ooh pil KB bisa jadi penyebab kanker serviks ya jika lama dikonsumsi. Hemmm bisa jadi pengingat bagi mereka yang lebih suka mengonsumsi pil untuk KB.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dokter bilang begitu, tapi masih perlu dilakukan lagi penelitian mendalam tentang ini.

      Hapus
  4. Ibu Elly, ibu inspiratif ya kak. Sy baru tahu dampak pil KB

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak Agung kuat dan tegar. Salut deh. 😭

      Hapus
  5. Waduh baca ini, aku jadi inget aku belum pap smear :(
    Makasih sharingnya mas Dede...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mbak Oline harus rajin pap smear biar kalo terdeteksi dini gejalanya bisa langsung ditangani medis. πŸ€”

      Hapus
  6. Aku baru tau lho ternyata pil KB kalau di konsumsi lama bisa menyebabkan kanker.Semoga Bu Elly dan penderita kanker lainya bisa survive Yoo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mel, tapi masih butuh penelitian lagi. Mending pilih kontrasepsi lain atau alternatif. πŸ˜†

      Hapus
  7. Kisah Ibu Elly menvinspirasi banged ya, terutama untuk para pejuang kanker, sedangkan untuk yang sehat bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah Ibu Elly ini, untuk terus melakukan pola hidup sehat dan rutin check up kesehatan.

    Aku juga baru tau niy, ternyata konsumsi Pil KB terlalu lama bisa berakibat kanker toch. Noted!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bu bener banget. Tindakan preventif atau pencegahan labih utama. 😍

      Hapus
  8. Alhamdulillah kemarin dapat kesempatan cek juga serviks. Wah perempuan harus talk active nih ya berkaitan dengan penggunaan pil KB.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang bapak juga harus aware dengan penyakit ini. 😁

      Hapus
  9. Mudah2an smakin sdikit perempuan yg kena n lama2 ngga ada lagi ya penyakit sprt ini yg berbahaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amien, aku pikir, kalo semuanya aware dan melakukan pencegahan sejak dini angkanya bisa diinimalisir. πŸ˜ŽπŸ‘

      Hapus
  10. makasih info yg bermanfaat ini mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Evy, sama-sama, makasih juga loh udah berkunjung ke blogku ini. 😊

      Hapus
  11. BISA DILAWAN banget ya si kanker serviks ini
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbak, asal dilakukan sejak dini. 😎

      Hapus
  12. Ibu Elly sabar dan kuat banget yah, semoga tidak ada lagi wanita yang terkena kanker serviks yah

    BalasHapus
  13. Hingga saat ini kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit yg belum ditemukan obatnya, dan baru tau kalo konsumsi pil KB di jangka waktu panjang bisa memicu timbulnya penyakit tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa diobati mbak, asal dicegah sejak dini. Nggak ada penyakit yang nggak ada obatnya. Kalo nggak ada obatnya, mungkin belum ditemukan aja. 😎

      Hapus
  14. semoga semakin banyak orang terutama perempuan sadar akan bahaya kanker serviks dan mencegah dengan gaya hidup sehat trus rajin periksa ke dokter :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bener banget mbak Nisa. πŸ˜ŽπŸ‘

      Hapus
  15. Kan kaaannnnn. Makanya aku gak mau nambah anak. *hahaha pdhl krn biaya sekolah mehong*

    BalasHapus
  16. kisah cerita ibu Elly sangat inspiring dan menyentuh yaaa. Anyway, gambar/ilustrasi animasi yg lagi "asyeq" di pantainya kok lucuk yaaa? #galfok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk si Om mah galfoknya yang asyeq-asyeq aja haha πŸ˜‚

      Hapus
  17. Kanker serviks memang hrus di antisipasi, lbh baik mncegah drpd mengobati. Ketegaran ibu elly menginspirasi bgt, semoga smkin bnyak yg aware pd bahya kanker serviks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, salut yah sama bu Elly. Berkat ketegarannya, sampe diundang di acara apa saja yang berhubungan dengan kanker serviks. πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  18. Serem memang, ku kalau baca cerita soal kanker serviks bawaannya deg-degan.
    Kemarin baru aja pap smear, alhamdulillah baik. Tar diulang lagi tahun depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, turut senang dengernya mbak. πŸ€—

      Hapus
  19. Kanker serviks bikin ngeri, makanya kita harus periksa sejak dinj ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, bener banget Ceu Lis. 😎

      Hapus
  20. Kanker serviks emang jadi momok menakutkan buat perempuan termasuk saya. Sayangnya saya belum vaksin dan cek ini itu karena masih takut sendiri huhuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sih aku aja yang cowok bayanginnya agak takut, tapi kata mereka yang udah pernah pap smear nggak sakit kok hehe

      Hapus
  21. Cari suami harus yg imanya kuat ya biar nggak jajan sembarangan, aku baru tau mas kalo komsumsi pil KB itu tidak boleh lebih dari 5 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo jajan cilok sama batagor sih boleh aja bu hihi Iya, pil KB lebih dari 5 tahun juga berisiko namun masih butuh tinjauan dan penelitian lebih dalam lagi katanya. πŸ€“

      Hapus

Terimakasih yah udah ngunjungi blogku ini. Maaf banget, komentar yang isinya iklan, link hidup, sara, pornografi dan spam bakalan aku hapus!


Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog