Selasa, 03 November 2015

BlackBerry Priv, Smartphone Pertama BlackBerry Rasa Android

WALAUPUN terlambat, akhirnya BlackBerry resmi memperkenalkan smartphone terbaru mereka baru-baru ini dengan mengusung sistem operasi sejuta umat, apalagi kalau bukan Android. Padahal sebelumnya banyak para analis menyarankan BlackBerry agar membuat smartphone dengan sistem Android, tapi BlackBerry masih terlena dengan kejayaan dan masih memandang sebelah mata Android kala itu.
BlackBerry Priv hadir dengan mengusung konsep smartphone geser (sledding). Salah satu ciri khas BlackBerry terletak pada keyboard QWERTY khas BlackBerry yang masih dipertahankan. Alasan itu juga yang membuat BlackBerry tak menghilangkan keyboard QWERTY pada BlackBerry Priv. Begitu juga dengan para pengguna setianya yang masih suka mengetik menggunakan keyboard khas BlackBerry. Selain bisa digunakan untuk mengetik, keyboard tersebut juga bisa digunakan untuk fungsi touchpad mengoperasikan layar layaknya pada touchpad laptop.

Tepian atau sisi kedua layar BlackBerry Priv kiri dan kanan didesain melengkung seperti halnya smartphone Samsung, BlackBerry menyebutnya dengan istilah Edge Curve. Menggunakan layar sentuh layaknya Android, BlackBerry pun menyediakan keyboard virtual bagi mereka yang kurang suka mengetik langsung di keyboard QWERTY. Lebar layarnya berdiagonal 5,4 inci tak terlalu lebar juga tak terlalu kecil masih tetap ideal dan nyaman meskipun dioperasikan menggunakan satu tangan.

Tak ingin ketinggalan dengan para kompetitornya, BlackBerry pun memberikan peningkatan untuk urusan kamera. Kamera utama hadir dengan resolusi 18 MP dan kamera depan 5 MP. Menggunakan lensa Schneider Kreuznach Optics diklaim mampu menghasilkan gambar tajam.

Begitu juga dengan spesifikasi perangkat keras di dalamnya. BlackBerry dari dulu terkenal ‘pelit’ akan spesifikasi perangkat keras tiap kali rilis produk baru. Selalu tertinggal spesifikasinya jika dibandingkan dengan smartphone para pesaingnya di harga yang sama. Kali ini ada yang berbeda dengan BlackBerry Priv, prosesornya sudah Hexa-core atau enam inti Qualcomm Snapdragon 808 sama dengan yang digunakan pada smartphone terbaru keluaran Microsoft Lumia 950 dan 950 XL. Dengan pembagian Dual-core 1.8 GHz Cortex-A57 dan Quad-core 1.44 GHz Cortex-A53 dan pemrosesan grafik terbaru Adreno 418.

Sayangnya belum ada keterangan resmi kapan hadir di Indonesia. Saat ini pemesanan atau pre-order memang sudah bisa dilakukan di tiga negara, yakni di Kanada, Amerika dan Inggris dengan harga 699 US$ atau setara 9,5 juta. Padahal Indonesia adalah pengguna terbesar BlackBerry di Asia Tenggara. Sepertinya Indonesia tetap harus bersabar ‘dianaktirikan’. (da)

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!