Minggu, 03 April 2016

Pemakaman Sentosa, Komplek Makam Terbesar di Asia Tenggara

MENDENGAR kata pemakaman, tentu yang terbayang di benak kita sesuatu yang menyeramkan, menakutkan atau angker tapi tidak untuk Pemakaman Sentosa. Pemakaman di sini tertata dengan baik, bersih, rapi dan jauh dari kata menakutkan. Hingga Dinas Pariwisata Pangkalpinang memasukkan Pemakaman Sentosa sebagai bagian dari 21 jalur destinasi wisata sejarah yang ada di Pangkalpinang.

Keindahan Pemakaman Sentosa di Sore Hari

Makam ini berada di dataran tinggi sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan nenek moyang yang sudah meninggal. Pemakaman Sentosa termasuk pemakaman terbesar yang ada di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Luas komplek Pemakaman Sentosa ± 19,945 hektar. Hingga artikel ini ditulis, tercatat sudah ada ± 12.950 makam. Menurut sejarah, makam ini dibangun pada 1935. Terletak di jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang. Kita sebagai warga Indonesia harus bangga dan terus untuk menjaga warisan wisata sejarah ini.

Keindahan dan kemegahan bangunan makam menandakan status ekonomi orang yang dimakamkan. Semakin indah dan semakin megah sebuah makam, semakin tinggi strata ekonominya. Bahkan ada satu makam yang dibangun dengan batu granit senilai 500 juta rupiah. Jadi teringat dengan makam yang ada di Minangkabau.

Makam di sini terlihat begitu unik dan menarik, setiap makam dibangun dengan arsitektur yang berbeda-beda setiap makamnya. Beberapa makam dihiasi dengan aksara tulisan Tionghoa yang sangat indah. Hal unik lainnya selain makam Tionghoa, di makam ini juga terdapat makam Katolik dan Islam. Selagi sesuai dengan prosedur pengajuan pemakaman itu bisa saja.

Menyambut Peziarah Lilin dan Lampu Lampion Terpasang

Setiap tahun puncaknya pada tanggal 5 April di area Pemakaman Sentosa selalu ramai diselenggarakan tradisi Ceng Beng atau Qing Ming. Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 4 April. Tradisi Ceng Beng berupa tradisi sembahyang kubur dan berziarah ke leluhur atau nenek moyang yang sudah meninggal dunia.

Para peziarah yang datang tidak hanya dari daerah sekitar Pangkalpinang, luar kota, bahkan banyak datang dari luar negeri. Maka tak mengherankan ketika menjelang Ceng Beng harga tiket pesawat ke Pangkalpinang begitu mahal. Warga keturunan Tionghoa menganggap Pangkalpinang dan pulau Bangka adalah tanah leluhur mereka.

Jangan khawatir tiket masuk Pemakaman Sentosa gratis dan buka setiap hari. Dikelola dengan baik makam ini juga memiliki fasilitas memadai seperti tempat parkir, toilet dan rumah ziarah. Hal yang tak boleh dilakukan oleh peziarah dan pengunjung di makam ini adalah berkata kasar atau kotor dan melangkahi makam, karena itu dapat melukai hati dan perasaan sanak saudara pemilik makam.

Jarak tempuh dari bandara Depati Amir ± 2 Km sekitar enam menit. Jika dari pusat kota sekitar delapan menit. Bisa juga menggunakan transportasi umum angkot warna kuning jurusan Terminal-Girimaya atau di bandara bisa langsung sewa mobil atau motor.

Pemandangan di makam cukup indah terlebih menjelang hari perayaan Ceng Beng ratusan lampion tertata rapi dan cantik. Bagi yang suka fotografi tak ada salahnya mengabadikan momen tersebut dengan model cantik yang mengenakan baju adat Tionghoa. Maka jangan lupa ketika ke Pangkalpinang sempatkanlah untuk berkunjung ke Pemakaman Sentosa. ● Dede Ariyanto

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!