Senin, 22 Agustus 2011

Merekam Siaran Televisi

Dimuat di harian Suara Kedaulatan Rakyat (KR) 22 Agustus 2011.
Kolom DIGITAL Klik disini untuk membaca versi online

Televisi atau yang biasa disebut dengan TV nampaknya sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Tiada TV kamar kos terasa sepi begitupun dengan keluarga serasa ada yang kurang. Terbukti rata-rata setiap rumah memiliki TV. Disamping harganya yang relative murah juga tersedia dengan berbagai pilihan, apalagi sejak produk Cina membanjiri pasar Indonesia menjadikan harga TV semakin bersaing.Di era canggih sekarang ini TV dapat diakses dengan berbagai cara, mulai dari saluran internet dengan mengunjungi http://mivo.tv/home.php yang lazim disebut dengan TV Streaming atau TV Online, atau dari perangkat handphone yang sudah mendukung fitur TV. Sehingga meskipun dalam keadaan mobile saat ada acara yang disenangi seperti Moto GP atau pertandingan langsung sepak bola Anda dapat menonton kapanpun dan dimanapun.

Di bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah ini banyak acara-acara Islami yang bermanfaat. Di mana acara-acara tersebut jarang sekali tayang di hari-hari biasa. Begitu juga dengan stasiun-stasiun TV yang berlomba-lomba menawarkan acara Islami kepada penonton. Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah bagaimana cara merekam acara TV yang sedang berlangsung? Berbagai alasan muncul mulai hanya sebagai hobby atau koleksi, kenang-kenangan atau penelitian dan kajian acara-acara tertentu terutama bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Meminta file video arsip langsung ke stasiun nampaknya tidaklah efektif atau mendownload di YouTube juga bukan solusi karena biasanya video yang ada di YouTube terdapat banyak noise (tidak jernih). Satu-satunya cara adalah dengan cara merekam acara TV tersebut.

Untuk merekam acara TV sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Yang paling mudah adalah dengan membeli TV tuner internal. Cara merekamnya pun mudah, cukup cari acara yang ingin direkam dan pilih record. Dapat juga menggunakan software camtasia studio bagi mereka yang menggunakan jalur TV Online. Jika pada ponsel yang mendukung fitur TV, hampir sama dengan TV tuner internal pilih opsi record dan tentukan jenis file tipe-nya. Dengan menggunakan handycam juga bisa. Jika menggunakan handycam, handycam yang digunakan harus mempunyai saluran video IN dan sekaligus saluran digital out, yang biasanya berupa firewire. Saluran video OUT TV disambung ke saluran video IN handycam, dan saluran digital out handycam (firewire) disambung ke firewire yang ada di komputer. Tentu saja, cara ini hanya dapat dilakukan jika komputer Anda dilengkapi dengan firewire. Atau menggunakan kamera digital. Beberapa kamera digital dapat juga digunakan untuk merekam video. Jika yang tersedia hanya sebuah kamera digital, padahal Anda ingin merekam acara TV, Anda tetap dapat melakukannya, dengan cara yang sama persis dengan handycam, karena pada saat itu, kamera digital difungsikan sebagai handycam. Bisa dengan menggunakan kabel video (kalau di kamera memang ada saluran video IN, tapi sangat jarang), atau dengan mengarahkan ke layar TV secara langsung (merekam secara manual) namun hasilnya tentu tidak akan maksimal.

Setelah melakukan perekaman, Anda juga dapat mengedit hasil file video rekaman, menyimpan, meng-upload ke YouTube, men-share ke Facebook atau diburning langsung ke CD. Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir lagi melewatkan tayangan TV karena sudah memiliki alat rekam TV. Semoga bermanfaat. Amin.
Senin, 01 Agustus 2011

Waspada BB Rekondisi

HATI-HATI dengan gadget canggih yang Anda miliki saat ini, bisa jadi barang tersebut rekondisi alias “aspal” asli tapi palsu. Barang rekondisi adalah barang bekas yang dirakit kembali untuk dijual dengan harga barang baru. Di Indonesia gadget rekondisi banyak beredar baik itu komputer ataupun smartphone, tidak terkecuali BlackBerry yang biasa disebut dengan BB.

BlackBerry sudah menjadi trend dan lifestyle di masyarakat. Indonesia merupakan pengguna terbesar BlackBerry. Hingga saat ini Berdasarkan hasil survei RIM (Research in Motion) pengguna BlackBerry di Indonesia sudah mencapai 3 juta pengguna dan ini akan terus bertambah. Melihat fenomena BlackBerry dan peluang emas bisnis, nampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh segelintir orang dan oknum dalam partai besar untuk menjual BlackBerry rekondisi alias BlackBerry palsu.

Ilustrasi Gambar BlackBerry Rekondisi

BlackBerry yang sudah direkondisi secara fisik (hardware) maupun aplikasi (software) sulit sekali untuk dibedakan dengan yang asli apabila Anda tidak cermat dan teliti saat pertama membeli. Bahkan ciri khas BlackBerry seperti PIN dan IMEI yang tidak dimiliki oleh smartphone lain pun dapat diinjeksi (suntik). Setiap BlackBerry seharusnya hanya memiliki satu PIN (Personal Identity Number) dan IMEI (International Mobile Equipment Indentity) yang unik dan berbeda satu dengan yang lain. Pelaku rekondisi, umumnya sudah bekerjasama atau memesan kepada penjual PIN dan IMEI. Maka tidak heran jika di kemudian hari BlackBerry Anda mengalami pemblokiran atau suspend PIN. Hal ini dapat terjadi karena PIN tersebut adalah hasil kloning atau menggunakan PIN BlackBerry yang belum terjual. Alhasil, ketika pengguna PIN resmi mengaktifkan, secara otomatis PIN terblokir.

Jika sudah demikian siapa yang dirugikan. Tidak lain adalah konsumen. Konsumen dirugikan karena membeli barang bekas seharga barang baru yang seharusnya membayar setengah dari harga baru. Pemerintah terkait yang menangani perlindungan hak-hak konsumen yang seharusnya bertanggungjawab atas kasus ini dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Namun, rasanya sulit memberantas kasus penjualan rekondisi jika tidak ada perhatian dan tindakan tegas lebih dari pemerintah. Jangankan menangani penjualan rekondisi barang, menangani kasus korupsi yang sudah mengakar dari kalangan pejabat atas dan bawah saja tidak becus. Maka jika sudah demikian, pembeli harus ekstra hati-hati dan cermat saat membeli BlackBerry.

Untuk terhindar pembelian BlackBerry rekondisi ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Jika Anda ingin membeli BlackBerry seharusnya beli di toko resmi, yang sudah ditunjuk atau rekan kerja sama RIM yang ada di seluruh cabang Indonesia. Untuk mengetahui informasi lengkap tersebut silakan akses situs resmi BlackBerry Indonesia dengan membuka alamat ini http://id.blackberry.com/ pada menu pojok atas kanan menu “Lokasi Penjualan”.

Selanjutnya periksa gadget Blackberry dan semua kelengkapan seperti baterai, charger, CD software, buku panduan, kabel USB, segel dan earphone jika ada dalam satu paket pembelian. Periksa juga kondisi body secara keseluruhan secara cermat dan teliti jika terdapat gores atau bekas bongkar, jangan ragu untuk pindah toko atau ganti baru. Karena biasanya BlackBerry yang rekondisi dirakit manual oleh tangan, besar kemungkinan terdapat tidak kerapian atau meninggalkan jejak gores.

Dan yang paling penting tanyakan garansi. Garansi BlackBerry original berlaku secara internasional. Artinya di negara manapun jika di kemudian hari BlackBerry Anda mengalami masalah dapat diservice di lokasi terdekat. Lama garansi biasanya satu tahun. Jika di luar negeri seperti Amerika, garansi selama 3 bulan replace. Artinya jika selama 3 bulan mengalami kerusakan fatal, pihak RIM akan mengganti dengan yang baru dan satu tahun garansi service. Berbeda dengan garansi BlackBerry rekondisi, garansi hanya hitungan bulan bahkan tidak ada garansi. Itu pun garansi toko bukan garansi resmi, hal ini dilakukan agar pembeli tidak curiga, kalaupun dengan garansi satu tahun, hanya garansi toko. Artinya jika di kemudian hari BlackBerry mengalami kerusakan akan diperbaiki hanya di tempat pertama Anda membeli BlackBerry itu. Ciri khas BlackBerry rekondisi biasanya dijual dengan harga murah. Semoga dengan dimuat artikel ini, tidak ada lagi konsumen yang tertipu dengan BlackBerry rekondisi.

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog