Jumat, 08 April 2016

Makna dan Jenis Persembahan Ceng Beng

ORANG Tionghoa percaya, roh-roh para leluhur yang sudah meninggal akan turun ke bumi dan menikmati hidangan, persembahan atau sesajian yang dibawa oleh sanak saudaranya di pemakaman saat Ceng Beng.

Aneka Buah-Buahan di Persembahyangan Paithin

Aneka macam persembahan terbaik dibawa dari rumah. Sedikitnya ada tiga jenis persembahan dalam tradisi Ceng Beng, yakni Sam Sang terdiri dari tiga daging ayam, ikan dan babi. Kedua, Sam Kuo, terdiri dari tiga buah-buahan jeruk, apel dan pier. Ketiga, Cai Choi, makan-makanan vegetarian seperti sayuran.

Selain yang sudah disebutkan di atas, juga ada tambahan persembahan lain seperti arak, aneka kue dan uang-uangan kertas yang dibakar untuk dikirim ke leluhur. Tidak lupa juga membawa makanan kesukaan yang sudah meninggal dunia selama masih hidup seperti empek empek ataupun kwetiau.

Persembahan-persembahan tersebut bukan tidak memiliki arti tapi juga makna dan filosofi yang mendalam. Persembahan babi misalnya, memiliki makna agar kelak anak dan keturunannya bisa beranak-pinak sebanyak-banyaknya dan subur seperti kemampuan beranak-pinaknya babi. Tapi, bukan berharap anak dan keturunannya seperti babi. Itu jelas dua hal yang sangat berbeda pastinya. Sekadar makna dan simbol saja.

Salah Satu Makam yang Sudah Disembahyangi

Persembahan ayam, memiliki makna agar kelak anak dan keturunannya pandai dalam mencari nafkah buat keluarganya kelak. Dan terakhir persembahan ikan, memiliki makna agar kelak anak dan keturunannya mempunyai rejeki yang banyak dan melimpah ruah, sebanyak duri pada ikan.

Untuk buah seperti jeruk dalam persembahan sembahyang asal katanya adalah yu atau you yang berarti melindungi. Maka dalam persembahyangan, buah jeruk selalu ada karena memiliki makna mengharap atau memohon perlindungan-Nya. Sedangkan dalam bahasa Tionghoa bunyinya hampir sama dengan da ji arti kata da ji sendiri berarti besar rejekinya.

Buah apel melambangkan kesehatan. Apel atau pin guo memiliki arti ping ping an an. Sama artinya dengan da li yang berarti besar kesehatan dan keselamatannya.

Aneka Kue di Persembahyangan Paithin

Terakhir untuk buah pear melambangkan kebahagiaan yang artinya sun sun li li. Oleh sebab itu, ketiga jenis buah ini jeruk, apel dan pear selalu ada di atas meja persembahyangan yang jika disatukan artinya adalah “da ji da li sun sun li li” yang artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih "Besar rejeki, besar kesehatan dan keselamatannya, dan besar pula kebahagiaannya."

Saat saya tanyakan kepada salah satu peziarah, persembahan yang sudah dipersembahkan ke makam akan dibawa pulang kembali ke rumah untuk disantap atau dibagi-bagikan kembali ke tetangga. “Sesajian ini setelah sembahyang dibawa pulang mas, sayang kalo taro di sini mubadzir gak ada yang makan. Yang penting leluhur sudah menyantap dan menikmatinya terlebih dulu.” ● Dede Ariyanto

1 komentar:

  1. wahghh bgs nii artikelnyyy,,, visit blogg ku jg yaa di innovativebloggeralaicha.blogspot.co.id dan di travellingalaicha.wordpress.com ,,, thankiess

    BalasHapus

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!