Minggu, 13 Mei 2018

Smartphone Ibarat Jin Lampu Aladin dan Bom Waktu yang Siap ‘Meledakkan’ Negara

SAAT ini tak bisa dipungkiri hampir semua orang punya smartphone. Sesuai namanya “smart” dan “phone” benda yang satu ini bak jelmaan jin lampu Aladin yang mampu mengabulkan semua permintaan si empunya dengan segudang fitur dan kepintaran yang dimiliki.

Buktinya, manusia saat ini tak bisa lepas dari smartphone. Butuh ojek atau taksi online tinggal order bahkan pengen makan dan minumpun tinggal order juga via smartphone. Singkat kata, semua kebutuhan manusia sekarang hampir bisa dipenuhi dengan smartphone.

Makanya jangan heran, sekarang orang kalau dikasih pilihan, pilih mana ketinggalan dompet atau smartphone? Pasti lebih memilih ketinggalan dompetnya daripada ketinggalan smartphone. Kebanyakan orang pun lebih memilih balik lagi jikalau smartphone-nya tertinggal di rumah meskipun mungkin jarak dari kantor dengan rumahnya lumayan jauh.

(Gambar Ilustrasi Jin Smartphone ala Aladin)

Di balik semua keunggulan yang dimiliki oleh smartphone, ternyata tersembunyi ancaman tersendiri tak hanya untuk para pelakunya tapi juga mengancam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedengarannya memang konyol dan berlebihan atau lebay tapi faktanya seperti itu. Di era digital seperti sekarang ini, orang sudah mulai banyak yang beralih dari membaca media cetak (surat kabar atau majalah) lebih menyukai ke versi online-nya karena dianggap lebih praktis dan fleksibel, bisa dibaca di mana pun dan kapanpun baik di smartphone atau tablet. Sehingga kemudian banyak media surat kabar pun membuat portal versi online.

Rupa-rupanya celah ini dimanfaatkan oleh oknum, golongan, atau sekelompok orang yang punya tujuan dan cita-ciita terkutuk dengan memproduksi berita-berita HOAX, ujaran kebencian. Tak hanya sampai di sini, merekapun membuat karikatur dan meme yang bertebaran di media sosial.

Tujuannya ada yang untuk kepentingan politik dan yang terparah adalah memecah belah NKRI. Ibarat bom waktu, jika dibiarkan lama-lama bisa ‘meledak’ dan menghancurkan negara kita Indonesia tercinta.

(Ilustrasi Ledakan Bom)

Berita HOAX atau ujaran kebencian jika terus diproduksi dikhawatirkan lama-lama orang akan menaganggapnya sebagai berita benar atau fakta. Sebab, saat ini saja media online yang terpercaya jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari dibandingkan dengan media abal-abal.

Kemudahan dan murahnya ongkos biaya produksi membuat situs untuk memproduksi berita HOAX di internet juga memperparah keadaan. Terlebih jika yang menerima berita-berita tersebut adalah orang awam, dengan mudah dan tanpa berfikir ulang meneruskan berita tersebut ke sosial media mereka.

Smartphone sesuai dengan namanya, semestinya memang hanya digunakan oleh orang-orang yang smart bukan sebaliknya. Orang yang smart di sini paling tidak bisa membedakan mana berita yang HOAX dan mana berita fakta.

Sedikit tips untuk mengenali mana berita yang HOAX dan mana berita fakta bisa dilihat dari mana sumbernya. Biasakan untuk selalu cek dan ricek terlebih dahulu sebelum meneruskan berita tersebut di sosmed. Dan yang terpenting jangan mudah terprovokasi.

Lantas jika ditanya siapakah yang bertugas dan bertanggungjawab menghentikan berita-berita HOAX, ujaran kebencian dan #SebarkanBeritaBaik tugas siapa? Jelas jawabannya bukan hanya tugas kepala negara dalam hal ini Presiden dan Polri saja, tapi ini adalah tugas kita bersama selaku warga negara Republik Indonesia untuk meredam berita-berita HOAX dan ujaran kebencian. Syukur bisa memberhentikannya. Dengan begitu, Indonesia bisa terus damai, tentram, dan aman. Semoga. Akhir kata, salam blogger! ● Dede Ariyanto

2 komentar:

  1. Sekarang orang-orang lebih memilih jadi yang pertama menyebarkan informasi ketimbang jadi penyebar informasi benar.
    Yuk #sebarkanberitabaik!

    BalasHapus
  2. #Sebarkankebaikan untuk menjaga NKRI. Dimulai dari diri kita sendiri. Hoax cukup sampai di kita saja

    BalasHapus

Terimakasih yah udah ngunjungi blogku ini. Maaf banget, komentar yang isinya iklan, link hidup, sara, pornografi dan spam bakalan aku hapus!


Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog