Sabtu, 19 Mei 2018

Kedai Sirih Merah: Lezatnya Nyobain Asam Asam Iga

KADANG kita suka bosen yah makan di rumah terus. Makanya perlu sekali kali makan di luar sekalian jalan-jalan dan bikin content. πŸ€— Dulu pas masih kuliah dan nge-kos di Jogja juga gitu. Saking lamanya di Jogja, sampe hafal semua menu makanan dan tempat makan di sana. Bosen sih lama-lama. Soalnya menunya itu-itu aja. πŸ˜…

Nah, sejak kita pindah ke Jakarta, pastinya harus adaptasi lagi dan cari-cari tempat makan baru yang suka direkomendasikan sama orang-orang pecinta kuliner. Salah satunya di tempat makan Kedai Sirih Merah. Lokasiny ada di Jl. Kebon Sirih 1 No.5, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Patokannya ada di seberang gedung Bank Indonesia yang dipisahkan oleh jalan raya dan kali.

(Kedai Sirih Merah Jakarta Dari Depan)

Kebetulan beberapa hari yang lalu sebelum puasa aku sempet makan di sini. Kesan pertama sampe di sini adem gitu, karena tempat makan ini diapit oleh dua pohon besar kiri dan kanannya. Dan jangan khawatir, pas kamu masuk ke dalam akan terasa “nyeeees” sejuk karena tempat makan ini ada pendingin udara atau AC.

Bangunan tempat makan Kedai Sirih Merah adalah bangunan lama yang udah direnovasi. Jadi jangan heran yah, makan di sini kaya nostalgia jaman dulu ditambah sama alunan instrument atau musik yang bikin suasana nampak beda.

Vintage dan instagramable banget deh tempatnya. Nggak cuma itu, beberapa properti barang peninggalan zaman dulu juga ada dini. Seperti setrika nenek moyang yang masih pake arang, ada di sini.

Begitu juga dengan ruangan yang ada di belakangnya luas dan adem. Ruangan yang belakang untuk smoking area dengan macam-macam pernak-pernik khas Tionghoa. Yang membuat adem ruang belakang adalah karena ada bangunan gazebo besar di tengah-tengahnya.

(Ruangan Belakang Kedai Sirih Merah)

Selain bangunan gazebo, samping di ruang belakang ini pun ada empat ruang VIP yang cocok dipake buat rapat atau keluarga. Lebih privat gitu deh. Nama ruangannya pun unik yaitu ruang kesoeksesan dengan warna tegel kuning, ruang kemakmuran dengan warna tembok merah, ruang kesehatan dengan warna tembok hijau, dan ruang ketenangan dengan warna tembok biru. Kesemuanya itu diambil dari etnis atau filosofi orang Tionghoa.

(Ruang VIP Kedai Sirih Merah)

Buat anak sosmed nggak usah gelisah πŸ˜… karena di sini ada free Wi-Fi yang bisa kamu pake sambi nunggu pesanan makanan dateng atau sambil nunggu waktu berbuka puasa tiba.

Nyobain Asam Asam Iga
Pas aku ke sana aku sih nyobain asam-asam iga. Soalnya aku suka makanan yang pake bahan dasar asam kayak asam Jawa gitu. Katanya, asam-asam iga di sini adalah menu andalan punyanya Kedai Sirih Merah. Harganya relatif mahal memang untuk anak kos atau mahasiswa 😱 Rp 78.000. Tapi sebanding sama rasanya.

Sesuai dengan namanya, asam-asam iga ini dagingnya terbuat dari daging iga sapi yang lembut. Sehingga saat makan nggak perlu ngunyah ekstra keras karena proses pemasakan yang pas juga ngaruh di tekstur daging sapinya.

(Asam Asam Iga Kedai Sirih Merah)

Yang aku suka, sesuai sama namanya, asam-asam Iga ini kuah asamnya terasa kuat sama sedikit rasa pedas. Pokoknya segar, enak di lidah dan bikin kenyang di perut. πŸ˜‹

Uniknya orang zaman dulu sama orang zaman sekarang itu kalo makan pake ‘ritual’ foto makanan. πŸ˜… Kalo orang dulu sebelum makan berdo’a dulu baru makan, beda sama orang zaman sekarang. Sebelum makan foto makanannya dulu, berdoa, baru deh makan. πŸ˜‹

Nah, buat kamu yang suka foto makanan sebelum makan kalo bisa jangan lama-lama. Nanti asam-asam iga-nya dingin. Sebab, asam-asam iga khas Kedai Sirih Merah ini paling enak kalo dimakan dalam kondisi hangat.

Buktinya asam-asam iga ini pake wadah pemanas kayak di prasmanan manten gitu. Di atasnya ada daun kemangi dan potongan tomat hijau yang bikin masakan asam-asam iga punya rasa yang kuat. Rupanya, asam yang dipake bukan sembarang asam, tapi asam Medan yang jadi kunci kelezatan sajian ini.

(Pemanas yang Dipake Asam Asam Iga)

Untuk tempat nasinya yang dipake pun cukup unik bagiku. Terbuat dari kayu dengan dominasi warna merah dan hitam di bagian luarnya, centongnya pun terbuat dari kayu. Nasinya di dalamnya ada dua pilihan, yaitu nasi merah dan putih. Di bawah nasi dilapisi sama aluminium foil biar suhu hangat nasi terus terjaga. Aku kebetulan pengen coba nasi merahnya yang menurut orang dan dunia medis dipercaya kalo nasi merah rendah gula jadi sehat dan bagus kalo dikonsumsi tiap hari.

(Tempat Nasi Kedai Sirih Merah)

Biar lengkap aku pesen minum es teh manis. Beh, kebayang dong yah habis makan asam-asam iga sama nasi merah dan minumnya es the manis itu enak banget lho. Bahagia itu ternyata cukup sederhana ya, sesederhana aku nulis ini buat kamu. Biar gampang dan nggak cuma bayangin langsung aja cus ke sini. 😎

Menu bulan puasa ini mulai dari Rp 50.000 untuk yang paling murah dan Rp 150.000 untuk yang paling mahal. Standarkan harganya nggak terlalu mahal juga. Oh iya, jam bukanya nih dicatet jangan lupa. Buka setiap hari mulai jam 10 pagi dan tutup jam 10 malem. Akhir kata, semoga bermanfaat. Salam blogger! ● Dede Ariyanto

0 komentar:

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog