Wednesday 23 December 2009

Di Bawa ke Alam Gaib

Ani (bukan nama sebenarnya) adalah remaja putri yang baru saja dewasa. Layaknya remaja pada umumnya, Ani pun jatuh cinta dengan seorang pemuda. Sebut saja pemuda itu bernama Parjo. Nampaknya mereka berdua sulit untuk dipisahkan. Keduannya saling mencintai sehidup semati.


Tetapi apa dikata, orang tua dari Ani adalah orang yang berada di desanya, yaitu kepala desa, maka kedua orang tuannya berniat menjodohkan Ani dan menikahkannya dengan pemuda yang tidak dicintai Ani. Mendengar seminggu lagi Ani akan dinikahkan, Ani bimbang dan hatinya sangat gundah, ia merasa sedih dan sangat merana. Sementara itu, Ani sudah mengungkapkan kepada kekasihnya, tetapi Parjo hanya bisa menitikan air mata dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Setiap hari Ani melamun terus, menjelang pernikahannya. Suatu hari, Ani hendak mencuci baju tepat di belakang rumahnya yang berjarak sekitar sepuluh meter dari rumahnya. Rumahnya memang dapat dikatakan sangat ndeso sekali, masih asri dan termasuk wilayah pegunungan. Sebelum pergi mencuci tepatnya jam tujuh malam adik Ani bertannya kepada kakanya.

“Kak, malam-malam gini kok nyuci?”

“Iya dik, soalnya kakak tadi siang belum sempat.” Datar Ani menjawabnya.

“Besok aja kak”. Balas adiknya.

“Oh, ga usah. Kakak nyuci cuman bentar aja, kok”

“Yaudah, kalo begitu”. Kata adiknya.

Kemudian Anipun pergi kesumur. Anipun duduk di batu sebelah sumur. Bukannya Ani mencuci, tetapi ia malah melamun, sesekali mengusap air mata yang keluar dari pipinya dengan tangannya. Ia terus melamun, sampai-sampai terdengar seperti suara (Parjo) kekasihnya (padahal bukan suara Parjo). Entah suara apa itu, yang jelas suara itu menyuruh Ani untuk masuk kedalam sumur itu. Karena Ani sudah terhipnotis oleh pengaruh gaib setan alas itu, Ani seolah melihat sumur itu adalah sebuah rumah dan mulut sumur tampak seperti pintu. Akhirnya dengan tidak ragu Ani loncat ke dalam sumur itu.

Jam sudah menunjukan pukul duabelas malam. Ayah dan ibu Ani bingung mencari Ani yang perginya entah kemana. Lantas adiknya bilang ke ayah dan ibunya.

“Bu tadi adik melihat kakak, nyuci”.
“Dimana, ndok”

“Di sumur belakang”

Langsung saja ayah dan ibunya pergi ke sumur yung dimaksud adiknya. Ternyata di dekat sumur itu hanya ditemukan ember dan pakaian Ani yang hendak dicuci. Anehnya lagi, Ani tidak ada di sekitar sumur baik di sekitar sumur maupun di dalam sumur. Ternyata Ani dibawah ke alam gaib. Ayah dan Ibunnya pun menyesal dan menangis.

0 comments:

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Viva Blog

Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog