Rabu, 23 Desember 2009

Waspadalah Uang Palsu dan Rusak

Kemarin tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2008 aku dibikin kecewa , kenapa ?? ternyata saat aku melakukan transaksi pembelian beberapa hari sebelumnya tanpa sadar sesampainya di kos aku mendapatkan uang rusak seperti gambar berikut dibawah ini. Hal itu terjadi karena aku tergesa-gesa tanpa di teliti terlebih dahulu.

Jika kita amati dengan seksama uang ini memang asli, namun coba perhatikan sisi kanan bawah dan atasnya nampak ada bekas gigitan tikus ternyata tikus asli juga doyan uang kaleeee ya. Sialnya lagi aku mengetahuinya setelah dua hari kemudian dan saat ingin aku gunakan untuk membeli kebutuhan cowoks, ups apaan tuh ?? pengen tau aza ada dech ... Ternyata aku dikagetkan dengan penjaga swalayan Mirota Campus (Swalayan di Yogyakarta) penjaga tersebut bilang kepadaku : “Maaf mas ada uang yang lain ?” ucapnya sopan dan halus. Halus sih memang cara dia menegur, karna sudah terlatih bagaimana menegur pembeli secara sopan agar pembeli tidak kapok. Saat itu juga mukaku merah padam karena hal tersebut tanpa aku ketahui, dah gitu banyak yang antri lagi dibelakangku. Akhirnya terpaksa dech aku keluarkan uang yang lain.

Setelah itu aku ingat-ingat aku dapatkan uang tersebut dimana. Eh ... setelah aku ingat sialnya lagi penjual toko dimana saat aku ingat betul bahwa dia yang memberikan kembalian uang rusak tersebut malah ga’ mau ngaku ... ya begitulah kepintaran orang maunya untung dan ga’ mau buntung atau rugi.

Sesampainya di kos aku cerita pada temanku akhirnya aku mendapatkan pencerahan suruh di bawah ke Bank aja dan tanya bagaimana jalan keluarnya. Ternyata pihak Bank menyarankan aku untuk menempel agar bagiannya rata dengan kertas HVS sisi-sisi yang rusak tersebut layaknya uang normal. Tak lama kemudian, karena memang mencari uang susah dan kebetulan tuh duit atu-atunya milik aku sisa jatah bulan ini akhirnya bermodalkan solasi dan kertas HVS aku lakukan saran petugas Bank.

Sesuai dengan saran salah seorang pihak Bank akhirnya saya menukarkan pada tempat penukaran uang rusak. Kebetulan PT. Trans yang berlokasi di Yogyakarta dekat kosku tinggal adalah tempat penukaran uang rusak yang bersedia menukar uang yang sudah rusak untuk didaur ulang oleh pemerintah. Tetapi tetap saja syarat dan ketentaun berlaku. Kayak iklan saja dan hasil nominal penukatan tergantung dengan kerusakan uang milik kita. Karena uang saya tidak tergolong parah maka saya hanya dikenakan potongan pajak sekian persennya saja. Setelah dihitung-hitung potongannya akhirnya hanya 2 ribu rupiah. Yess !! dalam hatiku ucap syukur dan alhamdulillah.

Jadi saran saya bagi para pembaca hati-hatilah saat melakukan transaksi jual beli bisa jadi kembalian yang diberikan oleh penjual adalah uang rusak bahkan uang palsu. Jika kamu sudah mendapati kasus uang rusak seperti saya baiknya jangan di alih tangan, dalam artian dibelikan lagi karena itu akan meresahkan korban berikutnya. Kasihan kan ??? Mending kamu bawa aja ke Bank dan tanya. Atau kasih ke aku

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!