Rabu, 23 Desember 2009

Kelangkaan Gas dan Ulah Manusia

Kehabisan stok gas dibumi akan terjadi dekade tahun-tahun terakhir yang akan datang. Hal ini ilmiah dan alami, karena sudah merupakan hukum alam bahwa setiap sumber daya alam akan habis jika sering dilakukan ekploritasi dan pemanfaatan besar-besaran tanpa adanya usaha untuk memperbarui*.

KITA tentu masih ingat bukan dengan pembagian sumber daya alam? Yup! Benar. Sumber daya alam di bagi dua menurut fungsinya dalam memenuhi hajat hidup orang banyak. Antara lain sumber daya alam yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui. Gas merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Artinya jika kita selalu menggunakan dan mengeksploritasi gas tanpa usaha untuk memperbaruinya maka lambat tahun persediaan gas kita di bumi akan habis. Contoh lain adalah, ketika pertambangan pasir yang tidak bersahabat dengan alam, dengan terus melakukan pertambangan tidak normal tentu saat turun hujan akan menjadikan bencana banjir yang tak terelakan. Hal itu terjadi karena tidak ada keseimbanagan alam dalam menampung bah air hujan. Begitu pun dengan gas. Penggunaan gas secara besar-besaran di bumi dapat membuat gas itu sendiri habis.

(Jenis-jenis tabung di Indonesia)

Konversi minyak tanah ke gas pada awal tahun 2007 hingga nanti tahun 2010 yang akan dilakukan pemerintah merupakan cerminan bahwa pasokan persediaan minyak tanah di bumi sudah mulai menipis atau bahkan kelak akan habis!!. Sehingga pemerintah memberikan langkah alternatif dengan penggunaan gas. Minyak tanah juga merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Taukah sobat? Bahwa menurut hukum ilmu pengetahuan alam, minyak tanah yang dihasilkan bumi tidak serta-merta ada secara cepat. Namun membutuhkan proses berpuluh-puluh tahun bahkan sampai beratus-ratus tahun lamanya. Minyak bumi dihasilkan dari endapan fosil dan tumbuhan sejak beratus-ratus tahun lamanya di dalam perut bumi yang kemudian menghasilkan minyak. Minyak tersebut kemudian di tambang dan digunakan guna memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari.

Konversi minyak tanah ke gas yang sudah diterapkan cukup membuat kita berfikir bahwa sumber daya alam haruslah kita manfaatkan dan kita lestarikan kedepannya. Mencari solusi dan beralih ke gas bukan merupakan satu solusi yang bijaksana. Karena jika ini yang selalu menjadi pola fakir manusia lama-kelamaan bumi dapat mati menemui azalnya. Bayangkan jika suatu saat kelak air bersih susah didapatkan dimana-mana seperti minyak tanah, udara kotor dan panas penuh dengan polusi, banjir panjang karena sedikitnya hutan. Banjir lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada 29 Mei 2006 merupakan salah satu contoh kecil penyebab dari kerusakan yang ditimbulkan oleh tangan manusia yang tidak dapat menjaga dan melestarikan alam.

Kehadiaran manusia di bumi sejak pertama diciptakan merupakan mahluk yang sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya. Manusia dibekali dengan akal dan hati nurani. Manusia kehadiranya sebagai khalifah di muka bumi. Maka sangat ironis sekali jika manusia selalu merusak alam hanya karena memikirkan materi sesaat tanpa memikirkan kelangsungan bumi di massa depan. Harapanku semoga kita semua dapat menggunakan dan melestarikan sumber daya alam. Maka dari itu mulailah dari hal yang terkecil di kehidupan kita sehari-hari.

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!