Wednesday, November 30, 2016

Ubah Ruang Santai Jadi Serba Guna dengan Philips Hue

SEUSAI mengikuti acara Blogger Community Gathering Philips Lighting Week 2016 di Senayan City, Sabtu (19 November 2016). Saya jadi membayangkan, seandainya ruangan santai rumah saya bisa 'disulap' menjadi multi fungsi dengan Philips Hue. Tidak hanya untuk sekadar menonton televisi, membaca buku, dan menulis blog, tapi sekaligus jadi studio video untuk membuat vlog dengan latar belakang atau background-nya cahaya lampu yang bisa diatur sesuka hati.

Untuk mewujudkan semua itu, saya harus mengganti dan memasang lampu dengan Philips Hue. Mungkin di antara pembaca bertanya, mengapa harus menggunakan Philips Hue? Karena hanya dengan Philips Hue, saya bisa berkreasi menciptakan banyak ambience atau suasana ruangan.

Pertama yang saya lakukan saya akan mengganti lampu bohlam Philips lama saya dengan Philips Hue tipe Philips Hue Beyond. Mengingat bentuknya lebih besar dan bisa digantung di atas ruangan. Sehingga pencahayaan lebih terjangkau.

Dari sejak mahasiswa dulu, alasan saya terus menggunakan Philips, selain hemat energi cahaya yang dihasilkan pas dan nyaman untuk mata. Tidak terlalu silau dan redup. Pernah coba-coba pake lampu lain, membuat saya harus mengganti kaca mata karena min mata saya bertambah, mungkin akibat membaca di tempat yang kurang cahaya.

Mengganti Lampu Ruangan

Fungsi Philips Hue Beyond selain sebagai pencahayaan utama untuk membaca dengan tingkat penerangan yang bisa diatur, sehingga nyaman untuk bersantai atau membaca, juga bisa digunakan untuk membuat background atau latar belakang vlog pada sisi tembok ruangan yang kosong seperti yang ada di video YouTube Anggun Adi. Tidak perlu lagi repot-repot beli backdrop atau lighting effect, karena dengan Philips Hue kita bisa membuat cahaya sendiri yang kita harapkan.

Studio untuk Membuat Video Blog

Sekarang kita beralih ke televisi. Masih di ruangan ini, saya juga ingin menikmati televisi atau nonton film dengan efek lampu yang menyesuaikan suasana film. Jadi, saat nonton televisi atau film, cahaya lampu bisa berganti-ganti. Terasa modern walau televisi yang saya miliki masih jadul alias jaman dulu. :)

Untuk mewujudkan suasana menonton televisi seperti itu, saya membutuhkan Philips Hue tipe Lightstrip Plus. Lampu dari Philips juga, tapi berbentuk kabel pipih memanjang yang dapat dipasang dan disesuaikan di mana saja. Kalau saya rencananya ingin dipasang di antara lemari buku yang sudah ada televisi di tengahnya.

Lemari Rak Buku Sekaligus Rak Buku

 

Philips Hue

Sedari tadi saya membicarakan Philips Hue terus. Apa sih sebenarnya Philips Hue itu? Teknologi dan inovasi baru dari Philips, lampu yang dapat dikendalikan dengan smartphone, di-remote jarak jauh, bahkan bisa diperintah dengan suara. Canggih dan keren pastinya.

Jenis dan model dari Philips Hue pun bermacam-macam. Kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Untuk melihat jenis-jenis produk dan harganya dari Philips Hue bisa berkunjung ke www.meethue.com

Rumah pintar atau smart home saat ini benar-benar nyata. Saat berpergian, tak perlu lagi panik apakah lampu di rumah sudah dipadamkan atau belum. Kapan pun dan di belahan dunia manapun, kita bisa mengontrol lampu hanya dengan login menggunakan akun My Hue miliknya Philips.

Mengingat Philips Hue harganya relative mahal, misalnya untuk tipe Philips Hue White A19 Starter Kit yang terdiri dari dua bohlam lampu dengan satu bridge saja dibandrol dengan harga $69.99. Jika dirupiahkan sekitar Rp 945.810 dengan perhitungan 1 dollar sama dengan Rp 13.513, maka tak salah saya bertanya untuk after sales-nya.

Mengejutkan, pertanyaan saya soal garansi dijawab dengan santai oleh Indah Suzanti selaku Product Marketing Home PT. Philips Indonesia. "Garansi yang kita berikan untuk Philips Hue adalah dua tahun. Tidak hanya untuk lampunya saja, tapi juga kelengkapan yang ada dalam paket pembelian seperti bridge," jawabnya sambil tersenyum.

Indah Suzanti Berbagi Pengetahuan Tentang Philips Hue

Dengan begitu sebanding dengan technology dan harga yang ditawarkan dan yang terpenting pembeli sudah merasa tenang dengan garansi yang diberikan oleh Philips Indonesia untuk pembelian produk Philips Hue.

Dalam gathering tersebut hadir juga Ario Pratomo, pengusaha dan tech vlogger yang berbagi pengalaman sudah menggunakan Philips Hue. Ario Pratomo salah satu orang yang beruntung sudah jadi early adopter, yakni orang pertama yang sudah mencoba produk Philips Hue sebelum dipasarkan. "Buat gue, Philips Hue itu bisa munculin ide-ide creative di ruang kerja," tegasnya.

Ario Berbagi Pengalaman Menggunakan Philips Hue

Penasaran pingin nonton vlog yang sudah dibuat oleh Ario? Langsung saja tonton video Ario di bawah ini yang saya ambil embed code dari akun YouTube-nya.

Vlog Ario Pratomo Tentang Philips Hue di YouTube

 

Cara Kerja Philips Hue

Prinsip kerja atau sistem kerja dari produk Philips Hue cukup mudah. Bisa terhubung atau terkoneksi dengan internet berkat adanya kotak kecil putih penghubung (bridge) yang harus dicolokkan terlebih dahulu ke power listrik dan router modem atau internet.

Bridge dijual terpisah dan juga ada yang sudah dijual paketan. Selanjutnya, tinggal unduh apps atau aplikasi Philips Hue dari pihak ketiga yang tersedia di Google Play atau Apple Store. Mengejutkan! terdapat 450 apps yang sudah tersedia dari pengembang. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan fungsi dan jangan lupa biasakan membaca ulasan pengguna lain sebelum mengunduh aplikasi Philips Hue.

Tutorial Cara Pemasangan dan Instalasi Philips Hue

Aplikasi tidak hanya bisa dijalankan di smartphone saja, bahkan tablet dan iPad pun sudah mendukung dan menjalankan aplikasi Philips Hue. Perangkat wearable technology seperti Apple watch dan smart watch sejenisnya pun sudah bisa menjalankan aplikasi Philips Hue. Untuk mereka pengguna Apple device, mengontrol lampu bisa diperintah menggunakan suara atau Siri.
***

Oke, demikian dulu postingan blog saya tentang Philips Hue. Jika saya menang menulis lomba blog ini, nanti kalau barangnya sudah dikirim ke rumah, saya janji buatkan juga vlog-nya kaya Ario :) Klik di sini untuk nonton karya video-video saya dan Farichatul Jannah di YouTube. Akhir kata, salam blogger. ● Dede Ariyanto

0 comments:

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Warung Blogger


BloggerCrony Community

Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog