Sabtu, 08 Oktober 2016

Wonderful Life, Film Inspiratif dari Kisah Nyata

SETIAP anak terlahir sempurna dengan bakat yang dimilik masing-masing anak. Termasuk anak berkebutuhan khusus, disleksia. Apa itu penderita disleksia? Kondisi di mana seseorang kesulitan membaca dan menulis. Tinggal bagaimana orang tua dapat mengarahkan tumbuh-kembang anak menjadi anak yang sukses. Syukur mampu mengungguli kemampuan anak normal lainnya.

Aku yakin tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mau terjangkit penderita disleksia. Klaim anak bodoh dan malu memiliki anak disleksia selalu terjadi dalam dunia nyata. Padahal itu adalah salah dan tidak benar. Itu justru akan membunuh karakter anak untuk berprestasi.

Foto-Foto Slide Scine Wonderful Life Movie.

Bagaimana jika seandainya kamu penderita disleksia? Sekuat apapun, dan sekeras apapun kamu berusaha membaca, tidak akan bisa. Seolah huruf-huruf dalam buku, atau huruf yang kamu tulis menari-nari.

Hari ini aku menghadiri undangan dari Sahabat Group untuk menyaksikan lebih awal film Wonderful Life sebelum diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Tempatnya ada di Cinema XXI, Senayan City Mall, Jakarta, Sabtu (8 Oktober 2016).

Tidak hanya itu, seusai menonton film kita semua yang diundang mendapat kesempatan talkshow dan jumpa artis dengan pemain-pemain yang ada di dalam film Wonderful Life. Di antara aktris film hadir pemeran utama Atiqah Hasiholan sebagai Amalia dan Rio Dewanto, selaku produser. Waw! Kalian sepasang suami istri yang so sweet.

Film ini diangkat dari kisah nyata Amalia Prabowo dan anaknya Aqil yang mengalami disleksia. Sebelum diangkat menjadi film layar lebar, sebelumnya Amalia menulis dan menerbitkannya dalam bentuk buku. Tak disangka, buku tersebut mampu menginspirasi pembacanya, utamanya ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus disleksia.

Berkat Sariayu, Visinema, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) hadirlah sebuah film inspiratif Wonderful Life yang diangkat dari sebuah buku. Film ini rencananya mulai ditayangkan secara perdana Kamis, (13 Oktober 2016) di seluruh XXI Indonesia. Kamu harus nonton, karena film ini bagus. Jangan lupa jika nonton siapkan tisue.

Menurut Amalia Prabowo, "Disleksia adalah kondisi genetik yang tidak dapat disembuhkan. Menerima kondisi anak disleksia dengan melihat kelebihan dan kepekaannya, serta memfasilitasi bakatnya tidak hanya membuat anak merasa lebih bahagia, namun juga efektif mengembangkan potensi dirinya."

Official Trailer Wonderful Life Movie

Penyakit disleksia, diperlukan perhatian dan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Dukung dan terus berikan perhatian sesuai hobby anak. Konsultasikan pengobatan secara medis atau terapi, bukan pengobatan melalui jalan dukun atau paranormal. Karena kadang, orang dalam kondisi putus asa untuk berobat mau melakukan apapun di luar logika atau nalar rasionalnya sebagai manusia.

Pesan film ini mengajak semua orang tua yang memiliki anak dan menderita disleksia untuk tidak membenci anak atau menganggap anaknya bodoh. Sebaliknya, harus memperhatikan dan memberikan kasih sayang penuh kepada anaknya. Pun dengan keluarga dan orang sekeliling tidak diperkenankan memvonis penderita disleksia sebagai anak bodoh, karena itu dapat 'membunuh' karakter anak.

Anak yang menderita disleksia dan tidak mendapatkan perhatian justru sering mencari perhatian dan berbuat abnormal. Kuncinya, harus ekstra sabar, memberikan kasih sayang penuh, dan mengarahkan bakat anak agar bisa sukses di masa depan.

Kisah film dimulai dari seorang perempuan karir bernama Amalia. Sosok seorang perempuan yang perfeksionis dan cerdas selama menjalani hidupnya. Namun, hidup berkata lain, ketika anaknya Aqil yang divonis dokter mengalami disleksia. Kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Dalam kondisi ini, berprestasi secara akademis tentulah menjadi sebuah hal yang tidak mungkin.

Dalam usaha untuk menyembuhkan anaknya, Amalia melakukan berbagai cara untuk bisa menyembuhkan Aqil. Siapa sangka, perjalanan untuk menyembuhkan anaknya ini ternyata membawa pada petualangan yang seru yang hampir saja Amalia mengalami kemungkinan terburuk kehilangan anak tercinta, Aqil. Pada titik inilah Amalia kemudian menyadari, ada yang lebih penting dari sekadar mementingkan prinsip dan konflik batinnya, yaitu menjalani hidup dan kebahagiaan sang anak.

Apa dan bagaimana kelanjutan dari cerita film Wonderful Life? Kamu harus nonton. Jangan lupa catat hari dan tanggalnya, Kamis, (13 Oktober 2016) di seluruh XXI Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat. Akhir kata, salam blogger.● Dede Ariyanto

10 komentar:

  1. Sekarang film2 Indonesia bagus2 ya. Pilihan makin banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget! dan yang terpenting, pesannya itu sampai. Jadi, tidak hanya menonton film. Tapi juga ada manfaat yang didapatkan. :)

      Hapus
  2. Wah film ini bener-bener menginspirasi ya mas dede..

    BalasHapus
  3. baru aja di Blog Babam nulis disleksia, makin berasa nihhh terharu pasti. pas banget krna Oktober ini merupakan #BulanPeduliDisleksiaIndonesia

    BalasHapus
  4. Film semacam ini temanya berbobot, jadi kepengen nonton

    BalasHapus
  5. WOnderfull life keren, saya pikir film barat
    saya belum nonton :)

    BalasHapus
  6. sarat makna banget ya film ini. Film yg bagus buat keluarga

    BalasHapus
  7. Oh, ada bukunya to? Saya penasaran banget dengan terapi dan penerimaan yang Amalia. Hmm..bukunya dulu atau filmnya aja ya?

    BalasHapus
  8. Pengen si nonton, tapi sayang gak banyak waktu nih...nunggu landing diyoutube aja dah..haha

    BalasHapus

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!