Sabtu, 02 Juli 2016

Refleksi Hari Koperasi Indonesia: Keniscayaan Revitalisasi Koperasi Indonesia

SELASA, 12 Juli 2016 nanti adalah hari Koperasi Indonesia yang ke-69. Selisih satu tahun dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Sejauh ini, apakah sudah sesuai dengan keinginan bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta? Seberapa maju koperasi di Indonesia. Jika masih belum maju atau masih jalan di tempat, strategi apa yang harus segera digalakkan koperasi Indonesia?

Seminar Revitalisasi Koperasi di Smesco Indonesia Wow!

Untuk mencapai tujuan tersebut, rumah Smesco yang juga rumahnya Koperasi Indonesia, melalui undangan dari teman mbak Kartina Ika Sari, saya hadir mengikuti seminar dengan tema “Revitalisasi Koperasi di Tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” bertempat di gedung Smesco, Galeri Indonesia Wow! Lantai 2, Senin, 27 Juni 2016.

Dalam seminar tersebut, tidak hanya dihadiri oleh para pelaku koperasi tetapi juga dari kalangan akademisi, blogger, dan teman-teman media agar menghasilkan diskusi yang komprehensif.

Dalam seminar tersebut, tidak tanggung-tanggung menghadirkan narasumber yang kompeten atau ahli di bidangnya. Ada Agung Sudjatmoko, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia. Bowo Sidik Pangarso, SE, komisi VI anggota DPR/MPR RI A-272. Choirul Djamhari, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM. Jimmy Gani, Executive Director & CEO IPMI International Business School.

Tanpa bermaksud mengesampingkan pemateri lain, menurut saya apa yang disampaikan oleh Jimmy Gani selaku Executive Director & CEO IPMI International Business School sangat menginspirasi. Siapa yang menyangka, bahwa moda transportasi online seperti Go-Jek dan Grab asas dan konsepnya jika diamati menggunakan konsep bisnis Koperasi.

Asas kekeluargaan dan kebersamaan dengan pembagian keuntungan bersama (benefit sharing) itulah letak persamaannya. Coba kita liat, semua kendaraan Go-Jek maupun Grab apakah itu kendaraan perusahaan atau kantor? Bukan. Melainkan kendaraan pribadi masing-masing dari pemilik pengendaranya (driver).

Go-Jek atau Grab hanya nama perusahaan yang sudah mendapatkan izin untuk menjalankan usaha dan kelembagaan di Indonesia. Mereka hanya menjalankan sistem online dan manajemennya saja dengan benefit sharing yang bukan dimiliki oleh penggagas atau owner-nya tapi semuanya mulai dari driver, staff, pemilik saham dan mereka yang tergabung.

Tidak hanya itu, Jimmy Gani juga memperlihatkan sebuah koperasi bunga terbesar yang ada di dunia. Intinya meskipun hanya mengelola bunga, tapi jika dikelola dengan baik dan serius maka hasilnya luar biasa hebatnya. Saya saja sampai terkesima melihat proses produksi hingga pemasaran yang serba menggunakan mesin dan teknologi modern.

Masih menurut Jimmy Gani, jika berkaca dari koperasi bunga tersebut, sedikitnya ada beberapa faktor yang juga harus dilakukan oleh semua pelaku koperasi agar bisa maju.

Pertama, sumber daya manusia yang handal. Kedua, mampu dan maksimal menggunakan perkembangan teknologi informasi yang ada. Seperti harus sudah mulai terbuka dan menawarkan produk koperasi tidak hanya dalam bentuk pameran tapi juga go online yang tidak menutup kemungkinan itu adalah gerbang pemasaran dunia. Ketiga, jangan lupa serahkan pengelola menejemen yang baik dan profesional sesuai dengan bidangnya terkait usaha koperasi yang dijalankan. Jangan semua serba digarap dan dikerjakan serba sendiri. Harus saling percaya dan bekerjasama.

Yang ketiga atau yang terakhir itu senada dengan yang disampaikan oleh Choirul Djamhari selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM. Menurutnya, koperasi di Indonesia sekarang ini masih banyak yang jalan sendiri-sendiri. Maka dari itu, perlu “mengkoperasikan koperasi”. Koperasi saat ini lebih suka jalan sendiri-sendiri daripada bekerjasama dengan koperasi lainnya. Perlu pemahaman dan kembali ke identitas, prinsip-prinsip dan asas koperasi.

Sementara itu, menurut Bowo Sidik Pangarso, SE, selaku komisi VI anggota DPR/MPR RI A-272 mengungkapkan bahwa pemerintah selama ini mendukung penuh program atau langkah apapun yang dilakukan atas nama koperasi termasuk pendanaan. Akan tetapi perlu diingat dan digarisbawahi, bahwa koperasi harus maju dan berkembang meskipun sedikit demi sedikit agar terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari pemerintah.

Tidak bisa juga pelaku koperasi selalu menyalakan pemerintah karena bagaimana pun juga pemerintah selalu mendukung terus koperasi yang ada di Indonesia. Tegasnya.

Secara garis besar, diskusi ini sangat penting bagaimana merevitalisasi koperasi. Intinya ada dua hal yang penting untuk ditingkatkan. Pertama, dari sisi Sumber Daya Manusia-nya (SDM). Dan kedua, dari sisi koperasinya itu sendiri. Semoga diskusi ini membawa dampak yang lebih besar dan manfaat demi kemajuan koperasi di masa yang akan datang. Semoga. ● Dede Ariyanto

4 komentar:

  1. Diskusinya seru sepeetinya...

    Salam dr blogger ala2

    BalasHapus
  2. Menurut saya koperasi memang gagasan yang sangat luar biasa. Tetapi apa artinya gagasan yang hebat tetapi ketika di lapangannya orang-orang sibuk mementingkan diri sendiri. Menurut saya koperasi harus datang dari warga-nya sendiri, mereka harus mementingkan kepentingan bersama.

    Artikel yang menarik mas.. Salam kenal.

    BalasHapus
  3. waaaahhhh informasi yang sangat bermanfaat...
    kunjungi juga nih blog saya insyaallah juga bermanfaat...
    koperasi

    BalasHapus
  4. waaaahhhh informasi yang sangat bermanfaat...
    kunjungi juga nih blog saya insyaallah juga bermanfaat...
    koperasi

    BalasHapus

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!