Monday, 5 July 2010

Facebook Rilis Film 'The Social Network'

[Dimuat di surat kabar harian Kedaulatan Rakyat (KR) Yogyakarta 5 Juli 2010]
[Rubrik DIGITAL]

You Don’t Get to 500 Million Friends Without Making A Few Enimies’ begitulah slogan di poster atau trailer yang dilepas di internet dan sedang marak diperbincangkan orang akhir-akhir ini. Kurang lebih jika diterjemahkan artinya sebagai berikut: "Kamu Tidak Dapat Memiliki 500 Juta Teman Tanpa Membuat Beberapa Musuh" . Jika diamati, jelas film ini akan memuat kisah bagaimana pertama kali Facebook dibuat.

Film yang memiliki judul asli The Social Network. Mengutip dari MSN (17/5/2010) dan berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, rencana film ini akan dirilis di bioskop mulai Oktober 2010. Garapan Columbia Pictures yang disutradarai oleh David Fincher, sayangnya aktor utama bukan nama asli pemilik situs Facebook Mark Zuckerberg tetapi diperankan oleh Jesse Eisenberg yang memiliki postur dan wajah mirip Zuckerberg. Film ini terinspirasi dari buku The Accidental Billionaries yang ditulis oleh Ben Mezrich.

Adapun penulis sekenario seorang penulis terkenal yang pernah menulis West Wing. Alur cerita film ini bermula saat Mark Zuckerberg diputus oleh pacarnya bernama Erica pacarnya berkata "Semua Wanita tidak akan menyukaimu, karena kamu itu ‘aneh’. Dan Mereka juga akan mencampakanmu karena kamu bajingan". Dalam film ini Zuckerberg digambarkan sebagai orang maniak seks, pengkhianat dan aneh, bagian ini bersifat fiktif tidak sesuai kenyataan. Alasan itulah yang membuat Erica memilih memutuskannya. Tepatnya 4 Februari 2004, saat itu usia Zuckerberg baru 19 tahun. Sama dengan kebanyakan orang karena sedih diputus pacarnya, Zuckerberg memilih berdiam diri di kamar asrama Universitas Harvard tempat ia belajar. Akhirnya setelah semalaman Zuckerberg berhasil membuat kode situs jaringan sosial yang bernama Facebook. Zuckerberg yakin dan sadar jika penemuannya ini kelak akan sukses, akhirnya ia memilih tidak menyelesaikan kuliahnya dan pergi ke Silicon Valley dengan timnya. Di sana ia pun bertemu dengan pendiri Napstar bernama Sean Parker dan akhirnya benar-benar mengelola Facebook.

Dalam membuat Facebook Zuckerberg tidak sendiri, selain dibantu oleh Sean Parker ia juga dibantu oleh dua orang saudara kembar untuk mempublikasikan Facebook keseluruh dunia. Mereka berdua itu Cameron dan Tyler Winklevoss. Sayangnya setelah Facebook benar-benar menuai sukses tanpa alasan yang jelas Cameron dan Tyler Winklevoss dipecat oleh Zuckerberg. Dengan kesuksesannya itu, fantasi seks Zuckerberg menjadi-jadi. Ia mulai mencari dan meniduri wanita di mana saja dan kapan saja ia mau. Mulai dari groupies sampai wanita bar ia sikat.
Pengambilan gambar dilakukan di Harvard University, karena terkendala izin yang super ketat sutradara hanya mengambil adegan terpenting saja selanjutnya diselesaikan di Los Angeles. Kenyataan yang membuktikan untuk membuat film ini karena banyaknya pengguna Facebook di seluruh dunia. Awalnya Facebook menanggapi tawaran ini dengan skeptis. Tetapi setelah dipertimbangkan, akhirnya pihak Facebook sepakat untuk membuat film Facebook dengan judul The Social Network.

Facebook memang sekarang fenomenal di jajaran situs jejaring sosial lainnya, Siapa yang tidak mengenal Facebook? Bahkan mengalahkan pendahulunya Friendster. Semoga saja film ini mampu fenomenal seperti situs Facebook. Meskipun dalam alur ceritanya Mark Zuckerberg digambarkan sebagai orang yang maniak seks, tentu bukan berarti adegan seks yang ditonjolkan. Nilai positif pantang menyerah dan memperjuangkan Facebook menjadi terkenal seperti sekarang ini. Dan keyakinan akan mimpi itu sendiri yang patut ditiru. Karena pihak Facebook sadar, film ini harus masuk ke semua lini, termasuk negara yang menganut paham Timur. Semoga.

Sunday, 20 June 2010

Mengapa Private Data Tersebar di Internet


SEJAK beredarnya video mesum yang diduga mirip dengan Ariel vokalis Peterpan dengan presenter kondang Luna Maya sempat membuat heboh dan resah masyarakat. Membuat heboh, mengingat keduanya adalah public figur, yang sepatutnya tidak pantas untuk dilakukan apalagi ditiru. Membuat cemas, terutama orang tua yang memiliki anak belum cukup dewasa ditakutkan dengan diam-diam mengoleksi video mesum tersebut baik di ponsel atau komputer/ laptop pribadinya. Maka tak heran di beberapa sekolah perlu diadakan swiping pemeriksaan ponsel siswa, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan pasca menonton adegan video mesum tersebut.

Di sini penulis tidak membahas keaslian video mesum tersebut, terlepas itu asli atau palsu penulis hanya ingin menguak mengapa data private (pribadi) yang seharusnya tidak bocor di internet dapat tersebar dengan cepat dan luas. Banyak faktor yang menyebabkan itu semua terjadi. Beberapa diantaranya adalah: recovery data, CCTV, hilangnya gadget, dan pihak ketiga.

Recovery data adalah proses pemulihan atau pengembalian data-data yang sudah terhapus/ terformat untuk dapat dikembalikan seperti semula. Sebenarnya recovery data diperlukan sekali bagi jajaran kepolisian yang bekerja di bidang digital forensik, seperti kasus menguak tabir laptop Noordin M Top dan mengurai jaringan teroris. Juga service umum recovery komputer data yang mengharapkan datanya kembali lagi karena human error seperti terformat saat melakukan partisi atau ter-delete tanpa sengaja, apalagi jika file data tersebut sangatlah penting seperti skripsi. Prinsipnya dalam dunia IT tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa mungkin terjadi. Tidak ada yang aman dalam dunia IT. Jadi bukan anggapan benar setelah menghapus data, data tersebut hilang untuk selamanya. Beberapa software yang sering dan dinilai cukup ampuh dalam recovery data di antaranya PhotoRec (untuk foto) dan TesDisk (untuk partisi), kedua software tersebut dapat didownload secara gratis di internet dengan alamat http://www.cgsecurity.org Parahnya recovery data ini jika dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan ditemukan file data private kemudian diupload di internet maka bersiap-siaplah untuk hancur baik karir maupun jabatan pentingnya seperti kasus yang menimpa Yahya Zaini anggota DPR di era reformasi dengan pedangdut Maria Eva tahun 2006.

Kedua, CCTV. CCTV (Close Circuit Television) awalnya digunakan untuk memantau dan merekam peristiwa. Biasa dimanfaatkan di swalayan, hotel, ATM, perumahan elit, perusahaan dan lain sebagainya. Sehingga jika suatu hari terjadi peristiwa penting dapat mengorek bukti dari hasil rekaman CCTV tersebut. Seperti skandal yang menimpa mantan menteri kesehatan Malaysia Chua Soi Lek di sebuah hotel pada tahun 2008 lalu dan pengeboman hotel JW Marriott oleh teroris.

Ketiga, kehilangan gadget. Sebagaimana diketahui perkembangan IT semakin hari semakin pesat. Hal ini terbukti dari banyaknya gadget canggih seperti: ponsel, camera, handycamp, notebook, yang rata-rata memiliki fasilitas rekam video dan foto bahkan tidak tanggung-tanggung ada yang sudah mencapai 8 MP (Mega Pixel) tentu foto atau video yang dihasilkan memiliki gambar bening, jernih dan jelas. Sayangnya, bagaimana jika dikemudian hari gadget tersebut hilang? Tidak menjadi masalah mungkin bagi mereka yang berduit, karena dapat membelinya kembali, tapi bagaimana bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Tipsnya mudah saja, jangan biasakan meletakkan gadget di sembarang tempat, meskipun di tempat makan sekalipun. Usahakan selalu meletakkan di saku agar tidak lupa dan ketinggalan. Masalahnya adalah bagaimana jika di gadget tersebut terdapat foto/ video mesum yang hanya patut dilakukan sepasang suami istri? Apalagi jika dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi kehancuran moral bangsa akan lebih parah lagi. Parahnya lagi jika yang menemukan mengupload ke internet. Tidak masalah sebenarnya, jika dilakukan suami-istri dan mengoleksinya sebagai data private pribadi mereka berdua. Karena keduanya sudah sah dan memiliki hak itu, asal tidak menyebarkan ke masyarakat.

Ketiga, adalah pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud adalah mereka yang memang benar-benar ingin menghancurkan karir seseorang seperti kasus skandal seks yang menimpa Tiger Woods atlet golf nomor satu dunia pada tahun 2009. Tiger Woods terjebak dengan wanita yang dibayar untuk menghancurkan karirnya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita bayaran tersebut.

Kesemuanya itu mengapa data private dapat tersebar dengan cepat karena ada yang menguploadnya ke internet kemudian didownload dan diupload ulang sehingga semakin banyak saja arsip di internet. Maka seharusnya teknologi tidak disalahgunakan, gunakan fungsi teknologi sebagaimana mestinya. Teknologi tidak salah, ia adalah alat dan pengguna teknologi yang semestinya bertanggungjawab. Dengan demikian penyebaran video/ foto porno dapat dicegah setidaknya dapat diminimalisir. Semoga.
Sunday, 6 June 2010

Atasi Cartridge Printer Error

SIAPA yang tidak kesal jika saat ngeprint tiba-tiba terganggu lantaran printer error? Membawanya ke service center bukan solusi, jika ternyata kita mampu mengatasinya. Apalagi mengganti dan membeli baru cartridge yang ternyata harganya setengah dari harga printer (standar) itu sendiri. Yang dibutuhkan ternyata hanya trik ringan saja.


Bagi pengguna komputer, printer merupakan perangkat yang tak kalah penting fungsinya dalam mencetak dokumen atau pun gambar. Dalam kehidupan akademik, perkantoran bahkan di perumahan, printer selamanya tidak berjalan mulus sesuai harapan. Pasti suatu saat akan mengalami troble atau kerusakan pada printer. Salah satu gejalanya adalah macetnya tinta saat mencetak halaman dokumen atau terdapat garis putih lurus pada hasil cetakan. Jika hal ini terjadi pada printer, bukan berarti printer rusak. Bisa saja masalah kecil pada cartridge.

Penyebab kerusakan printer banyak faktor yang mempengaruhinya, kebanyakan salah satunya adalah kemacetan tinta yang menyumbat pada head cartidge. Itu terjadi karena printer lama digunakan. Karena terlalu lama printer tidak digunakan untuk printing (mencetak) dokumen terutama printer personal (rumahan) sehingga tinta mengering atau mengental di head cartidge. Jika sudah seperti ini bagaimana cara mengatasinya?

Caranya mudah sekali, siapkan air hangat (agak panas) pada sebuah wadah bisa menggunakan gelas, mangkok atau piring kecil. Kemudian celupkan bagian bawah head cartidge (tempat keluarnya tinta berwarna logam kuningan) kedalam air. Jangan dicelupkan semua, cukup 2 cm dari bagian head cartidge. Tujuannya jelas agar tinta yang kering, macet atau mengental tersebut cair kembali normal dan lancar. Jangan khawatir air masuk ke ink box (tabung tinta) karena tekanan udara dalam ink box lebih besar sehingga air tidak akan masuk atau meresap. Rendam selama 3 menitan atau lebih sesuai dengan kebutuhan hingga tinta keluar mencair dalam air. Selanjutnya, bersihkan head cartidge dengan tissue lembut dengan gerakan searah secara perlahan. Jika tinta sudah menempel pada tissue dan head cartidge bersih maka cartidge sudah siap digunakan kembali.

Memperbaiki cartidge yang error karena macet dengan cara seperti ini dapat membantu dan menghemat tentunya. Mengapa dapat menghemat? Karena harga cartidge hampir setengah dari harga printer (standar). Garansi umumnya hanya berlaku satu tahun dengan catatan pada kerusakan mesin printer. Garansi tidak berlaku jika yang rusak adalah cartidge. Ini tentu sangat disayangkan. Apalagi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa sebagaimana diketahui bersama Yogyakarta adalah kota pelajar, dimana banyak orang merantau dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu di kota tercinta ini. Dari pada harus mengganti dan membeli lagi cartidge baru. Apa salahnya jika mencoba cara ini. Penulis sendiri sudah membuktikan dan sering membantu rekan dengan cara ini. Sayangnya belum banyak dari masyarakat yang mengetahuinya.

Agar kerusakan semacam ini tidak terulang maka perlu perawatan yang baik dan benar. Pertama, ketika mencetak dokumen usahakan jangan mencetak sekaligus. Karena printer tidak mampu bekerja untuk itu. Misalnya ketika kita mencetak skripsi, maksimal 50 lembar sekali cetak. Karena jika dipaksakan akan macet. Jika terjadi 'Blinking' (lampu cartidge berkedip-kedip dan printer macet) cukup tekan tombol 'Resume' kurang lebih 3 menit. Tombol 'Resume' ini umumnya terletak bersebelahan dengan tombol 'Power'. Jika cara ini belum juga berhasil, gunakan software ‘Resetter’. Software resetter dapat didownload pada masing-masing halaman situs produdusen printer. Resetter perlu dilakukan karena piranti lunak yang tersistem dengan printer perlu diset ulang ke kondisi semula. Biasanya resetter diperlukan manakala printer sudah digunakan untuk mencetak dokumen sebanyak 1000 lembar. Mudahnya jika terjadi blinking maka resetter ulang printer diperlukan. Kedua, gunakanlah printer secara teratur untuk mencetak dokumen atau gambar. Paling tidak seminggu 3 kali untuk menghindari pengeringan pada head cartidge atau pengentalan pada tinta.

Memang printer sekarang sudah sangat canggih sekali, kita bisa melakukan foto copy, scanning, dan printing dengan printer sekaligus. Namun semahal dan secanggih apapun printer, jika tidak mendapatkan perawatan yang baik dan benar bukan hal yang mustahil printer mudah rusak. Jangan ragu jika terjadi kerusakan pada mesin printer terutama yang masih garansi bawalah segera ke service center terdekat. Mencegah dan berhemat lebih baik jika itu dapat dilakukan. Selamat mencoba, semoga berhasil dan bermanfaat. Amiin.

Saturday, 5 June 2010

Proteksi Anak dengan Childsafe

[Download aplikasi di artikel, silakan klik disini]

‘Childsafe?’ sekilas ketika orang membaca judul ini akan penasaran dan bertanya, ‘Apa itu Childsafe?’ Yang jelas, Childsafe bukan nama makanan, Childsafe adalah sebuah software yang mampu melindungi anak anda dari bahaya ancaman internet selama 24 jam nonstop.


PENYELENGGARA Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia mencapai 57,8 juta di awal tahun 2010. Padahal, akhir tahun 2008 tercatat 25 juta. Jelas ini merupakan angka yang signifikan bagi perkembangan pengguna internet. Perkembangan ini didukung dengan hadirnya layanan internet di ponsel berbasis Wireless Aplication Protokol (WAP) dan ponsel smart seperti Blackberry berbasis Hyper Text Markup Language (HTML). Belum lagi dengan fenomena munculnya situs jejaring sosial Facebook (FB). Juga Gadget murah seperti laptop mini atau netbook yang relatif terjangkau harganya.

Ilustrasi Gambar Proteksi Anak di Internet

Tentunya perkembangan internet tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga membawa dampak negatif. Dampak negatif yang kemudian muncul sangat beragam, mulai dari penculikan di FB yang belakangan ini marak terjadi, penipuan, pencemaran nama baik, pemerasan, pornografi dan porno aksi. Menyikapi hal ini tentunya sebagai orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi dan membatasi anak berselancar di interntet, jangan sampai mereka membuka situs porno. Apalagi bagi orang tua yang sibuk bekerja, pengawasan tidak mungkin dilakukan terus-menerus. Jika pun dapat dilakukan pengawasan secara langsung, cenderung anak tidak akan berani membuka situs porno karena takut kena marah. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, Apakah ada jaminan ketika tidak diawasi oleh orang tua, anak tidak membuka situs porno di internet?

Untuk menjawab pertanyaan itu maka diperlukan kejujuran tinggi bagi anak. Tidak hanya kejujuran, nilai-nilai agama juga diperlukan sebagai filter dalam diri, jika menginginkan anak tidak terkontaminasi oleh dampak negatif internet. Sehingga anak merasa diawasi oleh Tuhan dengan keyakinan dan kepercayaannya masing-masing. Tidak cukup hanya itu, dengan adanya software Childsafe orang tua dapat mengawasi kegiatan anak selama berinternet. Ukuran file juga terbilang kecil hanya 1,52 MB.

Software Childsafe, mampu menggantikan tugas sebagai orang tua dalam mengawasi anak saat berinternetan 24 jam nonstop. Tentunya tanpa diketahui oleh anak-anak. Untuk itu, download dan instal tanpa mereka mengetahuinya. Bak mata-mata profesional, Childsafe tidak terdeteksi di ‘Windows Task Manager’ juga di control panel ‘Add or Remove Programs’. Prinsip dasar software Childsafe bekerja dengan cara merekam (record) setiap aktivitas yang dilakukan oleh komputer yang sudah terinstal oleh program ini. Tidak hanya mampu merekam setiap ketukan kayboard komputer, juga mampu menampilkan gambar (screenshot) situs apa saja yang dibuka oleh anak di internet. Sehingga orang tua dapat mengetahui persis aktivitas yang dilakukan anak di internet. Karena kemampuanya dapat merekam dan menyimpan setiap ketuk keyboard, maka secara otomatis setiap akun dari username dan password yang dimiliki oleh anak seperti: Facebook, email, Blog, Friendster, Twitter, Plurk, Multiply, Wordpress, Nimbuzz dan sebagainya akan terlihat username dan password di akun-akun tersebut jika dikehendaki. Semua perintah terletak pada panel control software Childsafe dengan cara menekan kombinasi empat tombol secara bersamaan.

Bahkan bagi yang sudah familiar dengan layanan email POP3, hasil dari rekaman program Childsafe dapat langsung otomatis dikirim ke alamat email tujuan. Sehingga kapanpun dan di manapun dapat memantau kegiatan internetan anak di rumah. Childsafe pun mampu melakukan pemblokiran situs porno, sehingga ketika anak mengakses alamat situs tersebut muncul peringatan error.

Proses instalisasinya pun tergolong mudah meskipun menggunakan bahasa Inggris. Ikuti saja petunjuk yang ada. Setelah melakukan proses instal, maka software Childsafe akan meminta sandi. Sandi harus diketikan paling sedikit lima digit. Sandi inilah yang harus diingat, karena dengan sandi ini kita dapat menampilkan dan menyembunyikan control panel Childsafe. Mengingat program ini tidak terlihat di desktop seperti kebanyakan program komputer lain setelah diinstal. Adapun cara menampilkannya adalah dengan cara menekan empat tombol keyboad secara bersama-sama, yaitu ‘Ctrl-Alt-Shit-Y’ (tanpa tanda kutip dan lambang mines).

Software Childsafe atau yang sejenis biasa disebut dengan istilah keylogger oleh para pengguna internet. Tidak hanya bermanfaat untuk memantau dan melindungi anak secara personal computer. Software ini juga dapat digunakan di instansi-instansi seperti: kampus, sekolah, dan perusahaan. Jika digunakan untuk perusahaan, maka atasan dapat memantau aktivitas karyawan dalam berkomputer selama jam kerja. Tanpa harus membayar mahal teknisi remote server jaringan.

Meskipun demikian pendampingan dan pengawasan orang tua tetap diperlukan. Alangkah baiknya jika saja warung internet (warnet) turut aktif menggunakan software ini. Sehingga keluhan masyarakat selama ini terhadap maraknya anak di bawa umur yang mengakses situs porno dapat dicegah. Semoga.

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Viva Blog

Komunitas Blogger

Indoblognet
BloggerCrony Community


Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog