Thursday, June 22, 2017

Curhat 100 Tokoh Nasional di MPR untuk Satu Indonesia

SESUAI sama janjiku di postingan sebelumnya, ini adalah yang ke-empat kalinya aku ikutan ngopi dan ngobrol ganteng bareng MPR RI πŸ˜‚ Bedanya, untuk tema kali ini mengangkat tema refleksi Kebangsaan "Merawat Kebhinnekaan untuk Menjaga Keutuhan NKRI" agak berat juga sih temanya, tapi aku insya Allah akan aku tulis seringan mungkin yah.

Buat kamu yang gak kepilih acara ini gak usah galau atau merasa gimana gitu, karena di channel YouTube miliknya MPR sendiri sebenarnya menyiarkan secara live dan bisa ditonton lagi videonya. Videonya nanti aku embed aja yah di postingan ini biar kamu gak usah rempong lagi cari-cari di YouTube.

Suasana Curah Rasa dan Pendapat Bareng MPR dan 100 Tokoh Nasional

Lumayan panjang juga sih durasi videonya. Aku liat di YouTube kurang lebih ada 4 jam 34 menit 24 detik 😱 Siapin kopi aja tuh biar gak ngantuk karena bahasanya lumayan berat. Kalau aku sih biasa aja yah pas ikutan acaranya, karena dari awal memang antusias sekaligus pengen banget belajar bagaimana mengemukakan pendapat pada tokoh Nasional yang kurang lebih menurut undangan dihadiri oleh 100 tokoh Nasional lintas agama dan budaya. Mantaaaap! πŸ˜€πŸ‘

Tempat dialognya mana lagi kalo bukan di rumah rakyat gedung MPR yang ada di kawasan Senayan. Lebih tepatnya sih lokasinya di Gedung Nusantara IV Komplek MPR Jl. Jendral Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13 Juni 2017).

Selain dihadiri oleh ketua MPR yakni bapak Zulkifli Hasan, 100 tokoh Nasional, para tamu undangan, media, blogger, dan tak ketinggalan pemuda -pemudi mahasiswa dari lintas Campus. Kebayang dong meriahnya kayak apa? πŸ€”

Para tokoh-tokoh Nasional tersebut yang hadir tapi aku gak bakal nyebutin semuanya loh yaaah dan maaf juga kalau ada tokoh penting yang belum tertulis karena keterbatasan, mereka itu adalah Romo Benny Susetyo dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Uung Sendana dari Matakin, Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Salahuddin Wahid, Prof Franz Magnis Suseno, Jaya Suprana, Jakob Oetama serta tokoh lintas agama dan lintas profesi lainnya. Sedangkan pimpinan MPR yang hadir yakni Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Hadir juga Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Prof Jimly Asshiddiqie, dan Prof Mahfud MD.

Peserta Curah Rasa dan Pendapat MPR RI

Acara ini gak bakal satu kali ini aja loh digelar. Pas foto bersama dengan para blogger kata pak Zulkifli Hasan kabarnya akan dilakukan lagi seusai lebaran ini, sekaligus sebagai bentuk ajang halal bihalal dan silaturahmi. "Insya Allah habis lebaran nanti yah, kita kumpul-kumpul lagi, sekalian halal bihalal dan silaturahmi," kata bapak yang selalu jadi rebutan door selfie emak-emak blogger.πŸ˜†

Sebetulnya inti dari acara ini adalah bentuk dari keprihatinan MPR terhadap Pilkada yang baru-baru ini terjadi. Salah satu tokoh pun mengungkapkan, biasanya kalo ada pemilihan Presiden panas pas pemilihan aja, udahannya adem dan selesai secara perlahan-lahan. Pun dengan Pilkada yang sudah-sudah. Tapi, sejak Pilpres era Jokowi dan Pilkada lalu suhu panas nampaknya terus memanas dan mendidih. Serasa gak ada habisnya.😬

Beberapa kelompok atau oknum ada yang ingin memecah belah bangsa ini. Kemajuan teknologi dan informasi nyatanya tidak sesuai pada tempatnya. Banyak kabar hoax dan berita yang direkayasa dan di-broadcast ke medsos yang justru itu semakin membuat keruh suasana. Maka dari itu, MPR perlu mengadakan dialog-dialog semacam ini termasuk menggandeng blogger untuk menyebarkan pesan baik ini. "Sampai kapan? Sampai bangsa ini kembali rukun dan damai seperti sedia kala," kata bapak Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

Video Lengkap Curah Rasa dan Pendapat 100 Tokoh Nasional

Masih kata bapak Zulkifli Hasan, sekarang ini semua golongan selalu mengadu ke MPR masing-masing merasa merasa dirinya disakiti. Umat Islam datang merasa disakiti. Pun dengan umat Kristen mengadu merasa disakiti. Belum lagi dengan orang Hindu dan beberapa agama atau kelompok lain datang ke MPR mengeluhkan hal yang sama. Dari itu, MPR memandang ada yang tidak benar. Perlu adanya mediasi dan duduk bareng untuk mengeluarkan unek-unek atau curhat dari masing-masing perwakilan meskipun itu waktunya terbatas. Makanya jangan heran, kata yang pas untuk acara ini adalah curah rasa dan pendapat para tokoh Nasional. Tapi kalo aku sih nyebutnya curhat 100 tokoh Nasional ke MPR. πŸ˜€

Sebagaimana apa yang udah disampaikan oleh bapak Zulkifli Hasan, Pancasila itu hakikatnya adalah kasih sayang. Maka jangan sampai ada rasa tidak percaya terhadap sesama, dan merasa saling disakiti. Harapannya, kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi bisa dibicarakan bersama. Dan kalau pun ada selisih pendapat atau masalah, bisa bersama-sama dibantu penyelesaiannya atau jalan keluarnya bagaimana.

Acara ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama. Aku sendiri sih sebagai blogger, vlogger, dan juga netizen sangat mengapresiasi apa-apa yang sudah dilakukan oleh MPR RI demi keutuhan NKRI. Perumpamaannya itu lebih baik mencegah dari pada mengobati. Lebih baik berbuat daripada tidak sama sekali. Yuk lah Indonesiaku, yang sudah-sudah dan jangan lagi berselisih paham atau mau diadu domba karena kita bukan domba tapi manusia yang memiliki akal dan hati nurani. Apalagi ini momentnya tepat sekali menjelang hari Raya Idul Fitri. Kita semua saudara dan satu Indonesia. Akhir kata, salam blogger! ● Dede Ariyanto

0 comments:

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger


Indoblognet



Komunitas ISB


Blogger Reporter Indonesia






BloggerCrony Community


Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog