Rabu, 31 Agustus 2016

Ngopi Bareng MPR Lagi: Mengenal Lebih Dekat MPR

SEBELUMNYA saya pernah posting di blog Diajak Ngopi Bareng MPR RI. Ini adalah lanjutan dari diskusi dan ngobrol santai bareng MPR RI sebelumnya, berarti yang kedua kalinya. Kalau sebelumnya di salah satu Cafe Senayan City, sekarang langsung di markas besarnya MPR. Tepatnya di gedung MPR/DPR jalan Jenderal Gatot Subroto ruang Nusantara V lantai dua, Jum'at (26/8/2016).

Sama dengan ngopi yang pertama, karena ini adalah kelanjutan dari acara ngopi sebelumnya, tentu peserta yang diundang pun mereka yang datang di ngopi Senayan City. Berhubung dari peserta blogger dan netizen ada yang berhalangan dan tidak bisa hadir, maka terpaksa ada pergantian yang menggantikan teman-teman blogger dan netizen yang berhalangan atau tidak bisa hadir.

Suasana Ngopi Bareng MPR RI

Barangkali ada yang penasaran di sana kita ngapain aja. Silakan baca artikel saya sampai selesai, yah. Dalam ngopi kali ini konsepnya sama dengan ngopi sebelumnya, santai dan jauh dari kesan formal. MPR ingin lebih dekat dengan masyarakat melalui blogger dan netizen yang diundang karena tidak mungkin mengundang semua masyarakat untuk masuk terkait keterbatasan tempat dan ruang.

Melalui teman-teman blogger dan netizen ini diharapkan dengan tulisan-tulisannya, setidaknya bisa memberikan atau memperkenalkan MPR lebih dekat kepada masyarakat yang lebih luas. Karena jangan salah, loh. Menurut Sekretaris Jendral (sekjen) Ma'ruf Cahyono dalam bincang santai "masih ada yang menyebut MPR sebagai Majelis Perwakilan Rakyat, loh, sangking gak ngertinya. Padahal yang benar adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat," kenangnya.

Mengapa disebut dengan Majelis? Karena dulunya tidak murni dari perwakilan seperti lembaga legislatif. Jadi, diharapkan MPR adalah lembaga yang mana di dalamnya merupakan perkumpulan dari perwakilan-perwakilan yang tidak hanya mewakili dalam hal sifat politis, tetapi juga bersifat fungsional seperti mewakili fungsi-fungsi dari masyarakat.

Permusyawaratan sendiri diambil karena perbedaan-perbedaan yang ada dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik itu agama, etnis, bahasa dan keanekaragaman lainnya untuk menghasilkan suatu kesepakatan bersama.

Yang berkesan tempat atau ruangan yang digunakan untuk ngopi kali cukup exclusive. Menurut Pak sekjen, ruangan ini biasanya hanya digunakan hanya untuk tamu atau pejabat negara saja, tapi kali ini bolehlah blogger dan netizen menggunakannya disertai tepuk tangan semua peserta yang hadir.

Pak sekjen juga mewanti-wanti semua warga negara Indonesia agar tidak bersifat apriori terhadap Empat Pilar. Empat pilar ini antara lain: Pancasila, UUD 19945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Kata apriori sendiri jika didefinisikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti berpraanggapan sebelum mengetahui, melihat atau menyelidiki. Hal sederhana, coba sebutkan sila ke-4 dari Pancasila. Apakah kamu masih hafal? :P

Saya juga sempat browsing dan mencari tahu mengapa MPR selalu sosialisasi Empat Pilar ini. Tak disangka, dari sumber terpercaya saya menemukan bahwa dengan sosialisasi Empat Pilar ini mampu dan dapat meredam ancaman bangsa lain terhadap kesatuan Indonesia. Jadi sudah jelas yah tujuan dari ngopi ini.

Selain itu Pak sekjen juga menjelaskan wewenang MPR antara lain: (1) Mengubah dan menetapkan UUD. (2) Melantik Presiden dan wakil Presiden. (3) Berwenang memberhentikan Presiden dan wakil Presiden dan (4) Menyerap aspirasi masyarakat.

Kaitannya dengan menyerap aspirasi masyarakat MPR dengan slogan dan spirit barunya "Menuju Parlemen Modern" ingin lebih terbuka dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sekarang. Hal sederhana seperti memperbarui tampilan situs MPR agar menarik, membuat akun-akun sosial media MPR, MPR juga terbuka untuk umum. Siapapun bisa datang dan berkunjung ke gedung MPR/DPR dengan membuat surat pengajuan kunjungan dulu ke bagian humas. Ini adalah bentuk dari MPR mau menerima kritik, masukan, dan menyerap semua aspirasi lapisan masyarakat.

Pak sekjen juga sangat menyayangkan peristiwa reformasi tahun 98, yang mana dari insiden tersebut, banyak arsip-arsip dan peninggalan berharga sejarah negara hilang dicuri hingga saat ini belum ditemukan. Nanti jangan heran jika berkunjung ke museum MPR/DPR hanya ada sedikit peninggalan sejarah yang tersisa.

Karena saat peristiwa tersebut tidak hanya mahasiswa yang masuk ke gedung MPR, tapi orang umum yang bisa jadi ada mereka yang berkepentingan mengambil atau merusak arsip berharga milik negara. Kondisinya saat itu sangat mencekam, penjaga keamanan saat itu tidak bisa berbuat apa-apa. Kenang Pak Sekjen.

Selain itu MPR juga memiliki visi menjadi rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila, dan kedaulatan rakyat. Penjabaran versi lengkapnya bisa baca di bawah ini.

MPR menjadi rumah kebangsaan memiliki makna bahwa MPR adalah representasi Majelis Kebangsaan yang menjalankan mandat konstitusional guna menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, aspirasi masyarakat dan daerah dengan mengedepankan etika politik kebangsaan yang bertumpu pada nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan, kekeluargaan, toleransi, kebhinekaan, dan gotong-royong dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MPR sebagai pengawal ideologi Pancasila memiliki makna bahwa MPR sebagai satu-satunya lembaga negara pembentuk konstitusi (the making of the constitution), adalah pengawal ideologi negara (the guardian of the state ideology) Pancasila agar tetap hidup menjadi bintang pemandu dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan tujuan bernegara.

MPR sebagai pengawal kedaulatan rakyat memiliki makna bahwa MPR adalah lembaga negara pelaksana kedaulatan rakyat yang memiliki kewenangan tertinggi untuk mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, menjamin tegaknya kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi dalam penyelenggaraan kenegaraan dan kemasyarakatan sesuai dengan dinamika aspirasi masyarakat dan daerah, perkembangan politik dan ketatanegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Begitulah kira-kira obrolan, diskusi atau ngopi saya bareng MPR RI. Jika ada yang salah mohon bisa dikoreksi dengan cara berkomentar di bawah artikel ini. Kabarnya, agenda ngopi bareng MPR dengan blogger dan netizen seperti ini akan rutin diadakan. Semoga tulisan saya ini bisa membawa manfaat. Mumpung masih bulan Agustus, bulan kemerdekaan, biasa di akhir artikel menggunakan salam blogger kali ini diganti dengan Salam Merdeka! ● Dede Ariyanto

11 komentar:

  1. obrolan yang kedua ini lebih dalem ya mas Dede.. Iya semoga ke depannya blogger bisa membantu MPR untuk lebih mengenalkan apa itu MPR kpd masyarakat luas dengan cara yang lebih mudah dipahami ya mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah bener sekali mbak Zata.
      Kabarnya begitu, bakal ada kegiatan ngopi bareng lagi untuk Indonesia yang lebih baik bukan hanya untuk MPR saja. :)

      Hapus
  2. Aku waktu SMP dulu pernah nih menghadiri acara serupa. Tapi dalam ramgka study tour sih. Tapi informasi yg didapat gak jauh beda sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, terbuktikan.. dari dulu MPR sudah wellcome. Thanks you infonya. :D

      Hapus
  3. saya kemarin juga diundang menghadiri acara ini, sayangnya sayaa tidak bisa datang :(

    nyesel ngga bisa datang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya, seru sekali loh padahal diskusinya. Semoga ngopi berikutnya bisa ikutan yah mase.. ;)

      Hapus
  4. langsung nyengir saya mas dede ternyata singkatan MPR P nya mewakili permusyawaratan to,. udah lama saya biasanya sebut P sebagai Perwakilan. any way seru juga ya diajak ngopi bareng MPR, di markasnya langsung lagi... next mudah2an saya bisa ikut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kalau begitu berarti artikel ini membawa manfaat. Insya Allah semoga ngopi berikutnya Anjar bisa gabung, yah.. ;)

      Hapus
  5. selain isinya yang bagus dan bermanfaat, saya lebih suka liat kemasan artikelnya keren, simple n mudah difahami patut dicontoh..he

    BalasHapus
  6. Pernah ke MPR DPR diajak buka puasa sama pak Anis matta :)

    BalasHapus
  7. Mas dede beruntung sekali bs langsung tatap muka dengan Pak Sekjen MPR. Pas aku diundang ke acara ini, pas banget aku lagi ke Jogja. Semoga next time bs ikutan deh ya ;)

    BalasHapus

Terimakasih sudah turut berpartisipasi di blog ini dengan cara menulis komentar. Komentar yang berisi iklan, sara, pornografi dan spam terpaksa dihapus! :)

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!