Kamis, 30 Juni 2016

Refleksi Hari Keluarga Nasional Bersama PKBI

JIKA kita ingat dengan sinetron Keluarga Cemara yang tayang tahun 1996-an, itulah makna keluarga sebenarnya. Di mana arti kejujuran, kesederhanaan, kebaikan dan nilai-nilai kebaikan sangat dijunjung tinggi dalam sinetron tersebut. Saya suka dengan sinetron ini. Sayangnya, sekarang ini sudah jarang sekali tontonan yang juga jadi tuntunan untuk keluarga Indonesia.

Sambutan Ibu Atas Hendartini Habsjah

Di hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2016 kemarin, saya kira semua orang yang merupakan bagian inti dari keluarga patut introspeksi diri bagaimana dengan keadaan keluarganya saat ini. Apakah jauh lebih baik atau sebaliknya?

Di hari Pekan Keluarga Nasional, organisasi PKBI yang merupakan singkatan dari Pekan Keluarga Berencana Indonesia ngajak nonton pemutaran film Woman and Impact sekaligus berdiskusi tentang film tersebut.

Tidak hanya dihadiri oleh media, tamu undangan, juga netizen yang concern dalam permasalahan keluarga. Acara ini dimulai dari pukul 12.00 WIB hingga 19.00 WIB yang pastinya diakhiri dengan buka puasa bersama bertempat di Wisma PKBI Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tidak hanya pemutaran film, diskusi, dan talkshow dalam acara tersebut juga digelar bazar, layanan kesehatan gratis (konseling KB dan Pelayanan Dasar, VCT) di pelataran luar di mana acara Pekan Keluarga diselenggarakan.

Komitmen Pemerintah Indonesia Pada FP2020
Indonesia yang notabene sebagai negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang tak merata di segala bidang, membuat pemerintah tidak bisa berlaku adil atau memberikan pelayanan yang sama rata. Misalnya, tidak meratanya perhatian pemerintah terhadap daerah terpencil yang ada di Indonesia timur. Ini semestinya tidak boleh terjadi, harus sama-sama diperhatikan juga.

Sementara itu, keaktifan Indonesia dalam pertemuan negara-negara yang tergabung dalam London Summit on Family Planing 2012 menghasilkan kesepakatan Family Planing 2020 atau disingkat dengan FP2020.

Isi dari FP2020 sendiri tidak lain memperjuangkan semua perempuan untuk mendapatkan akses kontrasepsi di tahun 2020 dan memastikan setiap individu mendapatkan akses layanan kesehatan reproduksi secara gratis di tahun 2030.

Untuk itu muncul organisasi dengan nama Joining Voice yang dibentuk sebagai gerakan masyarakat sipil untuk memastikan komitmen pemerintah dalam melaksanakan FP2020 terutama terkait financial dan program kesehatan produksi. Dengan begitu empat prioritas komitmen pemerintah bisa dapat terwujud. Semoga.● Dede Ariyanto

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Arsip Blog

Cuit-Cuit Yuk!