Senin, 17 Mei 2010

Berani Karena Benar

DATA BUKU:
Judul Buku : Mereka Menuduh Saya
Penulis : Achmad Setiyaji
Penerbit : Galang Press
Cetakan : Pertama, Maret 2010
Tebal Buku : 493 Halaman

Pernyataan Susno Duadji yang akhir-akhir ini menjadi perhatian media baik cetak maupun elektronik, telah menguak makelar kasus (markus) terutama di jajaran kepolisian. Rupanya pernyataan Susno tidak hanya isapan jempol belaka. Terbukti dengan penangkapan Gayus Tambunan yang sempat kabur ke Singapura dengan barang bukti Rp 25 miliar di rekeningnya. Belum lagi dengan saksi kunci Andi Kosasih dan sejumlah pejabat polri yang sebelumnya disebut Susno dengan nama inisial.

Susno pun telah berjanji di media bahwa dirinya akan membongkar kasus yang lebih besar dari ini. Kita tunggu dan dukung langkah Susno berikutnya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah. Apakah markus Gayus yang dinilai Susno kasus kecil hingga mencapai angka Rp 25 miliar. Bagaimana jika kasus besar nanti yang akan terungkap? Sayang sekali jika dana sebesar itu dikorupsi oleh para koruptor, yang seharusnya mampu membenahi gedung pendidikan di Indonesia, di mana ada beberapa sangat memprihatinkan kondisinya.

Nampaknya sudah bukan rahasia umum, dengan cara memainkan skenario busuk dan memutarbalikan fakta yang ada. Masyarakat sudah ‘cerdas’ dan tidak dapat dibohongi. Kasus mafia hukum yang dimainkan Artalyta dengan istana penjaranya, belum lagi dengan ‘Cicak Vs Buaya’ dan kasus Century yang tidak bertepi. Bukannya itu sudah cukup mengindikasikan jika citra dan kredibiltas polri hilang.

Sukses dengan ‘Gurita Cikeas’-nya, hingga dilakukan pemboikotan intelektual oleh pemerintah terhadap peredaran buku ini pada awalnya yang membuat geger, sebelum akhirnya keluar buku tandingan sejenis. Kembali Galang Press menerbitkan buku yang berjudul ‘Mereka Menuduh Saya’ karya Achmad Setiyaji.

Secara garis besar, buku ini membuktikan keberanian perjalanan Susno dalam mengungkap kebenaran terutama di tubuh polri. Halangan dan rintangan sudah pasti ada, terutama datang dari kalangan polri yang mengecap Susno sebagai ‘penghianat’ yang mengabaikan kode etik dalam polri. Karena keberaniannya itu akhirnya Susno dicopot dari Kabareskrim Mabes Polri tanggal 24 November 2009, melalui surat keputusan No.618/IX. Tidak berhenti sampai di situ, dukungan dan keberpihakan publik yang akhirnya menyakini bahwa Susno merupakan korban dari skenario, terlebih setelah Adnan Buyung Nasution mendukung bahwa Susno tidak bersalah. Membuat Susno semakin mantap, membongkar markus. Sungguh buku ini layak untuk dibaca karena merupakan sebuah upaya dukungan terhadap Susno.

Budaya korupsi sejak masa orde lama hingga sekarang nampaknya sulit dibasmi tanpa keberanian seperti yang dimiliki Susno. Mengingat sudah tersistemik hampir di jajaran birokrasi, dimulai dari atasan hingga bawahan. Keberanian mengungkapkan kebenaran nampaknya harus ditanamkan sejak usia dini terhadap anak, agar kelak ada Susno-Susno baru. Untuk itu menanamkan keberanian karena benar kepada anak harus dilakukan para orang tua kepada anaknya saat ini juga. Sehingga budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) akan hilang dengan sendirinya. Semoga.

0 komentar:

Search

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Fun Blogging


Warung Blogger


BloggerCrony Community

Karya Buku





Cuit-Cuit Yuk!