Monday, October 31, 2016

Selfie di Booth BerryPay, Banyak Kejutan dan Hadiah

HIDUP di era modern seperti sekarang ini, hampir semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi tanpa terkecuali berkat bantuan aplikasi smartphone. Bayangkan, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, semua kebutuhan hampir bisa dipenuhi oleh smartphone dengan kecanggihan aplikasi di dalamnya.

Mulai dari pesen makanan, belanja online, ojek online, berkirim uang, membayar berbagai macam tagihan, isi pulsa, sampai dengan jasa clening service pun bisa dipesan menggunakan smartphone. Luar biasa!

Awalnya saya tidak menyangka, akan bertemu kembali dengan Mas Azrin Abdullah, selaku Chief Executive Officer (CEO) BerryPay sejak acara halal bi halal blogger gathering bareng Blogger Crony Community, bertempat di Community Coffee Bintaro, Rabu, 20 Juli 2016. Bisa baca postingan saya di sini.

Dalam acara Internasional Islamic Fair (IIF) 2016, ada yang menyita perhatian pengunjung yang sedang ramai-ramai berfoto selfie untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik dari BerryPay.

Di acara IIF 2016, ternyata saya ketemu lagi dengan Mas Azrin. Tepatnya ada di booth BarryPay, Hall B1, Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Minggu, 23 Oktober 2016. Dalam rangka memperkenalkan dan sosialisasi BerryPay ke para pengunjung IIF 2016.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, sekalian coba action cam terbaru GoPro 4 Silver Edition, saya pun langsung pasang badan dengannya :) Apalagi kalau bukan selfie.

(Foto Selfi Bareng CEO BerryPay Mas Azrin Abdullah)

Oh iya, aplikasi BerryPay sudah tersedia loh di Google Play Store dan di Apple Store. Saya pun tidak ingin kalah, dong. Ingin bisa diinstal aplikasi BerryPay juga. Maklum, dulu aplikasi BerryPay baru tersedia hanya di Google Play saja. Sekarang, sudah ready dan bisa didownload buat pengguna iOS atau produk keluaran Apple.
Sunday, October 30, 2016

Enaknya Nabung di Bank DKI dan Semarak "Hajatan" Bank DKI

Kemudahan dan Fasilitas Bank DKI
Membaca dari namanya, saya yakin semua orang sudah paham kalau Bank DKI adalah Bank-nya orang Jakarta. Tapi jangan salah, beberapa kantor layanan Bank DKI sudah ada di Riau, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Bank DKI bukanlah pemain baru, jika dihitung usianya sekarang sudah memasuki tahun ke-55. Bank DKI resmi berdiri sejak 11 April 1961.

Meskipun begitu, masih ada yang memandang Bank DKI sebelah mata atau membanding-bandingkan dengan Bank lain. Di postingan blog saya ini, akan saya bahasa tuntas bahwa Bank DKI juga tidak kalah menarik dari Bank lainnya.

(Aku Sudah Menabung di Bank DKI, Kamu kapan?)

Jujur, awalnya saya pun terpaksa membuka rekening Bank DKI. Waktu itu, saya diminta menjadi dewan juri dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Jakarta Selatan. Di mana syarat menjadi juri harus memiliki rekening Bank DKI guna penerimaan honor penjurian.

Sejak saat itu, perlahan tapi pasti saya mulai menyadari, bahwa dengan memiliki dan membuka rekening di Bank DKI, banyak kemudahan dan manfaat di masa datang yang saya dapatkan.
Saturday, October 29, 2016

Serempak Gathering: Meningkatkan Personal Branding dengan Konten Kreatif

KALI pertama lihat flayer yang diposting oleh mbak Ani Berta di status Facebook-nya, bahwa akan ada gathering Serempak. id yang mengangkat tema "The Power of Content," jujur saja saya langsung tertarik dan segera mendaftar agar bisa ikutan acaranya.

Bertempat di BINUS fX Sudirman Lt.6, itu yang benar bukan fX Senayan. Coba saja baca di situs dan akun sosial medianya, semua menggunakan penamaan dan tanda baca fX Sudirman, bukan fX Senayan. Lupakan ini, karena gara-gara ini, saya sempat kesulitan dan tidak bisa menemukan lokasi acara di aplikasi pemesanan ojek car online. Baru, ketika mengetikkan nama BINUS fX Sudirman ke index lokasinya.

Suasana Keseruan Acara Blogger Gathering Serempak.id

Secara garis besar, ini rangkaian acara di bawah naungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sekaligus sosialisasi mengajak semua lapisan masyarakat untuk mendukung program terbarunya 3Ends melalui undangan blogger gathering. Program ini mencakup tiga poin utama, antara lain:
Thursday, October 27, 2016

Mau Videomu Bisa Tayang di Jerman? Jangan Buang Kesempatan Ini

SEKARANG ini, siapa aja bebas bisa jadi jurnalis atau pewarta online. Gak peduli kamu itu laki-laki atau perempuan. Keduanya punya peluang yang sama. Apalagi jika itu bisa tampil di media se-besar DW di Jerman. Siapa sih yang gak tertarik, coba?

Tapi sebelumnya, kita kenalan dulu nih sama DW. Ingat yah.. DW, bukan PW? :) Biar gak serius banget gitu bacanya. Kalo aku baca dari situsnya sih yang ada di www.dw.com kata DW itu sendiri ternyata singkatan dari dua kata: Deutsche Welle. Keliatan dari kedua kosa katanya saja sudah jelas kalau itu asalnya dari bahasa Jerman.

Slide foto-foto gathering MyRepublic dan blogger

DW didirikan oleh Peter Limbourg, selaku direktur sejak tahun 2013. Hingga sekarang, sedikitnya sudah tercatat total karyawan semuanya 3.000 dan freelancer yang tersebar di 60 negara dengan pusat kantor berada di Bonn dan studio utama di Berlin.

Nah, buat kamu.. sudah jelaskan sekarang dengan pengertian DW itu sendiri? Gampangnya, itu kayak kantor berita online besar gitulah. Ceritanya, DW bekerjasama dengan MyRepublic selaku penyedia jasa serat optic internet melakukan acara gathering istilah kerennya atau temu blogger untuk memperkenalkan kanal atau rubrik baru yang dimiliki oleh DW. Namanya rubriknya itu, CHECK-IN, bukan check in hotel. :P Acaranya itu sudah dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016.
Sunday, October 23, 2016

Nonton Langsung Behind the Scene Drama Musikal Khatulistiwa

BAGI saya, tentu menjadi kebanggaan tersendiri dapat menyaksikan secara langsung behind the scene drama Musikal Khatulistiwa yang bertempat di gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, tepatnya berada di Jl. Rasuna Said, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2016.

Selain saya, juga dihadiri oleh 16 bloggers dan vloggers terpilih yang sebelumnya sudah mengikuti press conference drama Musikal Khatulistiwa, Selasa, 4 Oktober 2016. Apa dan bagaimana drama Musikal Khatulistiwa? Bisa membaca di postingan blog saya sebelumnya yang bisa diklik di sini.

Slide foto-foto behind the scene drama Musikal Khatulistiwa.

Di sini saya akan menceritakan tentang behind the scene atau di balik layar (latihan) yang sudah dilakukan berbulan-bulan. Menurut ibu Tiara Josodirdjo, selaku Produser Eksekutif, dalam program siaran Pagi-Pagi di Net TV pada Selasa 18 Oktober 2016 menceritakan bahwa latihan drama Musikal Khatulistiwa sudah dimulai sejak bulan Maret 2016.

Menurut rencana, jika tidak ada perubahan, drama Musikal Khatulistiwa sendiri akan dipentaskan Sabtu dan Minggu, 19-20 November 2016 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Bagi pembaca yang berminat dan atau tertarik menonton pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa, sudah bisa melakukan pemesanan tiket melalui website www.kiostix.com.
Friday, October 14, 2016

Si 'Fira', Teman Setia Nonton TV dan Isi Pulsa

SEJAK kuliah di Jogja, barang pertama yang harus ada dalam kamar kosku adalah TV. Ada apa dengan TV? Bagiku, pada waktu itu TV adalah hiburan sekaligus teman di kala sepi. Maklum, hidup sendiri di perantauan jauh dari orang tua TV menjadi hiburan. Terutama saat-saat menjelang tidur. Walau pada akhirnya TV yang nonton aku (ketiduran) hingga menjelang subuh :) Kalau yang satu ini jangan ditiru. Pemborosan listrik dan menyumbang global warming.

Tinggal di kosan yang hanya se-ukuran 3x4 meter tentu membeli TV tabung bisa memangkas kamar, alias bikin kamar jadi sempit. Mengikuti jejak senior yang turun-temurun entah siapa yang memulai, rata-rata mahasiswa di Jogja nonton TV yang sudah terintegrasi dengan komputer. Ingat, yah. Komputer. Karena laptop pada waktu itu tergolong barang mahal.


Jadi mereka yang ingin nonton TV sekaligus bisa digunakan komputer bisa beli alat tambahan lagi namanya TV Tuner. Ini bukan promosi, apalagi jualan. Dengan alat ini kita bisa switch (beralih) mode komputer atau TV dengan bantuan remote.

Acara atau tayangan yang suka aku tonton dulu adalah FTV. Kalau malam pasti tak ketinggalan nonton Bukan Empat Mata yang dibawakan oleh Tukul Arwana. Nonton TV bagi aku penting sekali, sebagai pembicara atau pengajar di Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) biar ada joke lucu maka aku harus banyak nonton yang lucu-lucu juga.
Saturday, October 8, 2016

Wonderful Life, Film Inspiratif dari Kisah Nyata

SETIAP anak terlahir sempurna dengan bakat yang dimilik masing-masing anak. Termasuk anak berkebutuhan khusus, disleksia. Apa itu penderita disleksia? Kondisi di mana seseorang kesulitan membaca dan menulis. Tinggal bagaimana orang tua dapat mengarahkan tumbuh-kembang anak menjadi anak yang sukses. Syukur mampu mengungguli kemampuan anak normal lainnya.

Aku yakin tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mau terjangkit penderita disleksia. Klaim anak bodoh dan malu memiliki anak disleksia selalu terjadi dalam dunia nyata. Padahal itu adalah salah dan tidak benar. Itu justru akan membunuh karakter anak untuk berprestasi.

Foto-Foto Slide Scine Wonderful Life Movie.

Bagaimana jika seandainya kamu penderita disleksia? Sekuat apapun, dan sekeras apapun kamu berusaha membaca, tidak akan bisa. Seolah huruf-huruf dalam buku, atau huruf yang kamu tulis menari-nari.

Hari ini aku menghadiri undangan dari Sahabat Group untuk menyaksikan lebih awal film Wonderful Life sebelum diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Tempatnya ada di Cinema XXI, Senayan City Mall, Jakarta, Sabtu (8 Oktober 2016).
Friday, October 7, 2016

The Avenue Residences, Solusi Tepat Hunian yang Nyaman

JIKA ada pilihan kedua tempat tinggal, dengan mantap saya memilih untuk tinggal di rumah Cibinong, Bogor. Bukan tanpa alasan, tinggal di sana masih banyak lahan terbuka hijau yang asri, menyejukkan mata, dan mendamaikan hati. Bahkan menurut psikologi atau ilmu kejiwaan, orang yang hidup dan tinggal dengan lingkungan alam yang sehat, jauh lebih terkontrol kadar tingkat emosinya dibandingkan dengan orang yang tinggal di tempat lingkungan panas dan padat penduduk.

Beruntungnya saya dan teman-teman blogger menjadi bagian dan saksi sejarah atas peresmian Marketing Gallery The Avenue Residences bersama-sama rekan media, tamu undangan, dan tamu kehormatan Bupati Bogor, Nurhayanti, Kamis, (6 Oktober 2016). Dalam waktu dekat, akan dibangun apartemen bogor The Avenue Residences dengan luas lahan 1,5 Ha lokasi ada di Jalan Raya Cikaret No.10.

Slide Foto-Foto The Avenue Residences.

Meskipun apartemen tersebut belum dibangun, kamu bisa mengunjungi Marketing Gallery The Avenue Residences. Selain bisa melakukan pemesanan apartemen, kamu juga bisa merasakan pengalaman (experience) langsung model dan type kamar seperti apa yang diinginkan? Sebab, di sini ada unit model perwujudan atau representatif dari wujud jadi kamar apartemen The Venue Residences nantinya.

Dalam peresmian Marketing Gallery The Avenue Residences, Bupati Bogor Nurhayanti mendukung penuh. Dengan catatan tetap bisa bersinergi dan tidak mengganggu masyarakat sekitarnya. Dan yang terpenting harus mengantongi izin resmi. "Kalo izinnya gak lengkap. Saya gak mungkin datang ke sini," candanya disertai tawa hadirin. The Avenue Residences, sudah mengantongi izin mendirikan bangunan dengan nomor IMB: 648 / 003.2.1 / 00505 / BPMPTSP / 2016.
Wednesday, October 5, 2016

Drama Musikal Khatulistiwa: Cara Baru Menikmati Sejarah

SEJUJURNYA, aku dari dulu hingga sekarang kurang suka dengan pelajaran sejarah. Dulu waktu Sekolah Menengah Pertama (SMP), suka mengantuk saat ada guru sejarah lagi menerangkan pelajaran di dalam kelas. Ini tidak boleh ditiru. Tapi yang mengherankan, ternyata yang mengalami seperti itu tidak hanya aku. Mungkin di luaran sana pun banyak siswa yang sama sepertiku.

Pertanyaan besar kemudian muncul. Apakah ada yang perlu diperbaiki dengan cara mengajar guru-guru sejarah? Sebab rata-rata kalau dulu saat aku masih sekolah, guru sejarah mengajar dengan cara yang monoton membacakan teks sejarah. Banyak membebankan siswa dengan hafalan-hafalan. Mungkin kondisi sekarang sudah berbeda dengan dulu.

Launching Drama Musikal Khatulistiwa - Jejak Langkah Negeriku

Di sini aku hanya ingin menekankan perlu adanya perubahan besar bagaimana mengenalkan sejarah dengan cara yang fun, asyik, dan menyenangkan. Sehingga meskipun siswa tidak diminta menghafalkan, mereka dengan sendirinya sudah hafal karena terkesan dan tersimpan dalam memori otak jangka panjang.

Di acara siaran pers yang baru saja aku hadiri, mematahkan apa yang selama ini aku rasakan. Ternyata, belajar sejarah bisa dinikmati dengan cara yang berbeda. Salah satu caranya apa yang sudah digagas oleh Tiara Josodirjo, selaku Produser Eksekutif "Musikal Khatulistiwa - Jejak Langkah Negeriku," bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (4 Oktober 2016).
Sunday, October 2, 2016

Diabetes Bisa Dicegah dengan Kata 'CERDIK'

BERBICARA penyakit diabetes atau gula darah itu sangat mengerikan. Lebih mengerikan dan menakutkan dari film apa pun yang diputar di bioskop. Jika sudah terkena penyakit diabetes, maka mustahil untuk bisa disembuhkan kembali. Tegasnya tidak bisa diobati. Hanya bisa meringankan penyakitnya dan menjaga darah gula agar tetap stabil dalam tubuh. Bagaimana tidak, penderita penyakit diabetes yang sudah parah atau komplikasi bisa menyerang empat organ penting penderitanya.

Pertama, penderita komplikasi diabetes jika menyerang ginjal, maka penderitanya harus terus melakukan cuci darah sepanjang hidup. Padahal, kita tau bahwa biaya cuci darah ini membutuhkan biaya sangat mahal. Bagi orang mampu mungkin ringan, bagi orang miskin atau tidak mampu hanya pasrah menerima nasib.


Mengapa harus dilakukan cuci darah? Karena ginjal adalah organ yang berfungsi memberikan penawar pada berbagai jenis racun, bakteri, atau virus baik yang masuk dari dalam tubuh atau dari luar tubuh. Jika fungsi penyaring racun (ginjal) tidak berfungsi, maka tubuh akan mudah terserang penyakit dan ini sangat berakibat fatal.

Kedua, penderita komplikasi diabetes jika menyerang jantung bisa mengalami gagal jantung. Jantung ini adalah generator atau 'pembangkit listrik' pada organ tubuh manusia. Apa jadinya jika aliran darah manusia tersumbat oleh gula darah? Bisa dipastikan akan terhenti peredaran darah karena jantunglah yang memompa dan menyalurkan darah ke seluruh tubuh.

Be Smart, Be Different, and Think Fresh!

APA yang terpikir oleh kita, jika ada buku yang ditulis dalam waktu tiga tahun? Bukan soal kecepatan atau kemampuan dalam menulis. Tapi ada sesuatu yang dipersiapkan dengan matang untuk para pembacanya. Buku Think Fresh! ditulis dalam waktu tiga tahun oleh penulisnya, Danny Oie Wirianto.

Semua yang ada dalam buku Think Fresh! ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulisnya. Bukan menyadur atau mengutip beberapa referensi buku lain. Tak heran setelah membaca buku ini, ada sesuatu yang didapatkan dari kisah sukses perjalanan hidup manusia. Danny Oie Wirianto menyebutnya dengan istilah 'mantra'.

Cover Buku Think Fresh!.

Untuk bisa menjadi sukses, kita tidak perlu terlebih dahulu merasakan kegagalan. Sama seperti kegagalan yang banyak dialami oleh semua orang sukses di dunia ini. Bisa langsung belajar dari pengalaman hidup seseorang yang sukses, tanpa harus mengalami kegagalan. Caranya bisa dengan membaca buku Think Fresh!

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Warung Blogger


BloggerCrony Community

Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog