Thursday, April 27, 2017

Merawat Motor Mudah, Perlakukan Seperti ‘Pacar’

HIDUP di Jakarta tak ada hari tanpa macet. Sampai ada ungkapan atau istilah begini “Hidup di Jakarta, Tua di Jalan.” Menyebalkan memang! Tapi gimana lagi, tak ada pilihan. Semoga jika pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) selesai, masalah macet Jakarta bisa teratasi. Minimal mengurangi tingkat kemacetan. Itu tentu harapan semua warga kota Jakarta.

Satu-satunya kendaraan yang bisa menembus macet di Jakarta adalah motor. Dengan motor, aku bisa lebih cepat daripada menggunakan kendaraan lain. Selip sana, selip sini, kayak Valentino Rossi Tapi tetap be careful yah guys. Ingat anak istri menunggu di rumah.
Ngomongin soal motor, aku jadi ingat sama motorku. Sejak sekolah di MA Sunan Pandan Aran, Yogyakarta, dilanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dan kini tinggal dan menetap di Bintaro, aku belum pernah ganti motor. Terujikan kesetiaanku. Eaaa..

Motorku itu tua banget, loh. Keluaran tahun 2002 pas aku liat di STNK. Kalau ditotal hingga kini, berarti usia motorku sudah menginjak tahun ke-15 Bro! Tua bangetkan?!

Motor ini enggan untuk dijual. Sampai kapanpun. Kenapa? Penuh dengan kenangan dan perjuangan. Sudah keliling kemana-mana dan sudah menemani setengah perjalanan hidup kita. Biar sampai serusaknya aja, syukur bisa diwarisi ke anak cucu.

Sempat ada teman penasaran dan nanya, “Kok bisa sih, motormu tetp awet dan enak dipakenya?” Kuncinya ada pada perawatan. Setiap satu bulan sekali, aku selalu rajin service di bengkel resmi. Bukan bengkel biasa, yah. Sebab, pernah punya pengalaman tak menyenangkan. Akhirnya kapok service di bengkel biasa. Lebih baik keluar uang lebih tapi hasil maksimal dan puas. Kalau motor kotor cuci dan jangan lupa ganti oli secara berkala sama ganti spare part kalau ada yang perlu diganti. Ingat, saat ganti spare part harus yang genuine atau yang asli.

Siang tadi, aku senang banget bisa ikut acara blogger gathering undangan dari Indonesian Social Blogpreneur (ISB) yang kebetulan membahas tentang perawatan motor dengan mengangkat tema “Merawat Motor Semudah Tersenyum” bertempat di The Hook Café yang ada di Jl. Cikatomas II No. 35 Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25 April 2017). Acara ini terselenggara oleh Mobil123 Portal Otomotif No 1 di Indonesia dengan PT Pertamina Lubricants.

Nah, kalau di atas tadi perawatan ala aku selama ini. Sekarang mari kita simak perawatan motor dari ahlinya, Agung Prabowo, selaku Technical Specialist Integrated Lubrication. Ini juga pengalaman langsung dari beliau selama ini bukan asal comot atau ambil dari internet katanya. Oh iya, meskipun ini khusus buat motor atau roda dua tapi juga bisa beberapa tipsnya bisa diterapkan untuk kendaraan roda empat atau mobil:

1. Cek Kondisi Oli
Oli mesin yang pertama harus diperhatikan. Meskipun oli mesin mempunyai rentang waktu penggunaan sampai sekian ribu kilometer, namun rutinitas memeriksa oli juga amat disarankan.

Bila diibaratkan, oli seperti darah pada kendaraan. Fungsinya untuk melumasi atau lubrikasi pada bagian atau komponen mesin saat terjadi gesekan. "Kurang oli tak bagus buat mesin, begitu juga kelebihan oli. Unjuk kerja mesin jadi berat," ungkapnya.

Oli sangat penting peranannya untuk melumasi komponen pada mesin, membersihkan kerak sisa pembakaran, atau kotoran dari keausan komponen itu sendiri. Jika oli sudah berwarna kehitaman, segera ganti oli secara berkala dan gunakan rekomendasi pabrikan oli yang telah ada.

2. Cek Kondisi Aki
Aki berperan pada kondisi kelistrikan motor juga berlaku untuk mobil, dan apapun yang berkaitan dengan bagian-bagian elektronik. Mayoritas, semua itu akan tergantung pada aki. Pemeriksaan rutin yang dapat dilakukan antara lain memeriksa level indikatornya.

Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum. Tambahkan pada pagi hari, jangan biarkan aki lemah tak segera diganti, ada efek negative terhadap kelistrikan khususnya motor modern saat ini yang menggunakan teknologi injeksi yang sebabkan pembakaran tidak sempurna atau boros bahan bakar.

3. Periksa Rantai dan Gear
Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau kekencangan. Cek juga kondisi gear, jika sudah tajam segera diganti karena dapat mengakibatkan rantai lepas atau putus. Berbahaya buat diri sendiri dan orang lain.

4. Periksa Kabel Koil & Busi
Perhatikan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, cepat ganti jika sudah ada retak dan berumur. Perhatikan busi jika sudah kotor segera bersihkan atau ganti jika sudah umur sesuai yang direkomendasikan pabrikan, busi sumber api yang vital dalam pembakaran pada motor.

5. Perhatikan Selang Bensin
Selang bensin juga rawan bocor karena umur, perhatikan jika sudah ada retakan. Selain rawan bocor, juga rawan buntu, apalagi jika sering memakai bensin bukan dari POM bensin yang sebabkan pembakaran tidak sempurna.

6. Panaskan Motor Secukupnya
Panaskan mesin sebelum dijalankan, jangan terlalu lama cukup 1‐2 menit agar tidak terbuang sia‐sia bensinnya. Untuk motor yang jarang dipakai lakukan pemanasan rutin, agar oli tidak mengental. Lakukan penggantian olinya tidak memakai hitungan Kilometer, tetapi sesuai rekomendasi pabrikan sesuai periodik bulanan atau mingguan.

7. Periksa Tekanan Angin Ban
Berlaku pada angin ban motor dan motor, setiap hari pada pergantian siang dan malam, suhu di dalam ban secara tak langsung akan mempengaruhi tingkat ‘kekerasan’ ban kendaraan kita.

Maka ada baiknya, setiap seminggu sekali lakukan pengecekan apakah tekanan pada ban mobil kita sudah memenuhi syarat aman. Jangan salah, tekanan angin juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, loh. "Kalau tekanan angin kurang, konsumsi bahan bakar jadi boros," ungkapnya. Terlihat sepele, tapi ini penting. Cek tekanan yang diijinkan sesuai ban yang digunakan.

8. Gunakan Spare Part Genuine
Gunakan spare part sesuai rekomendasi dari pabrik, termasuk oli yang digunakan. Tak hanya berpatokan dalam merk atau brand, tetapi tingkatan mutu yang ada di manual maintenance yang ada di buku service.

9. Jangan Lupa Cuci Motor
Tips yang terakhir adalah jangan lupa pencucian motor secara rutin agar terlihat baru terus , yang jelas kalau motornya dalam kondisi bersih bila terjadi kebocoran oli atau bensin akan mudah terlihat. Perhatikan juga saat proses pencucian terutama pada bagian electric jangan disemprot terlalu kencang, termasuk pada bagian karburasi jika masih menggunakan knalpot, pastikan air tidak masuk ke dalamnya.
******

Acara dilanjutkan oleh narasumber kedua Syafudin, selaku Sales Region 3 PT. Pertamina Lubricants. Lebih banyak bercerita tentang product knowledge Pertamina seperti oli Enduro, Meditran, dan Fastron.

Aku salut sekaligus bangga, sejak ikut acara blogger gathering kali ini, jadi tahu kalau produk oli dalam negeri pun mampu dan bisa bersaing dengan produk luar negeri. Buktinya, Pertamina sudah jadi bagian Technical Partner of Lamborghini pada 21 Januari 2015.

Dari Kiri: Ipoet Kusumonegoro, Agung Prabowo, dan Syafudin

Nah terkait point nomor satu tentang perawatan oli, sebaiknya gunakan produk oli buatan dalam negeri yakni Pertamina dengan jenis dan tipe sesuai dengan kendaraan motor yang kamu gunakan.

Sebagai penutup, narasumber ke-tiga datang dari seorang lady biker, Ipoet Kusumonegoro. Dalam slide presentasi tak banyak bercerita. Slide rata-rata hanya berisikan foto doi sedang mengendarai sepeda motor gede atau moge miliknya.

Yang bikin heboh, siapa yang menyangka bahwa Ipoet Kusumonegoro adalah anak komedian Indro Warkop. Sontak, setelah diperkenalkan tepuk tangan meriah di ruang acara. Yang unik menurut Ipoet, tips merawat sepeda motor itu memang benar semudah tersenyum. Baginya, perlakukan motor seperti pacar disertai tawa Ipoet. Hmmm ada benarnya juga. Lantas, apa tips merawat sepeda motor ala kamu. Silakan komentar di bawah. ● Dede Ariyanto

Monday, April 17, 2017

Sertifikat ISPO, untuk Sawit Indonesia Lebih Baik

NEGARA Indonesia itu hebat, selain sebagai paru-paru dan jantungnya dunia dengan luas hutan terluas dibandingkan negara manapun. Bagaimana tidak. Kita bisa saksikan, baru kebakaran lahan sawit saja negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah dibuat pusing tujuh keliling dan kebakaran jenggot karena kiriman asap kita.

Kedepannya, ketika sumber energi minyak dan gas sudah tidak bisa diperbarui lagi, satu-satunya cadangan energi yang bisa digunakan adalah sawit. Untuk itu, jangan sentimen negatif dulu dengan industri atau perkebunan sawit kita.

Ilustrasi Sertifikat ISPO

Hal sederhana kayak minyak tanah yang dulu melimpah ruah dan mudah didapat di Indonesia, sekarang buktinya ketersediaan minyak tanah sudah langka bahkan sulit lagi didapatkan.

Sebagai gantinya, kemudian pemerintah meluncurkan program terbarunya konversi gas. Awalnya dan tidak menampik ada korban dari program tersebut sehingga tidak sedikit kemudian yang menolak, hal tersebut juga karena disebabkan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang penggunaan gas yang masih minim dan butuh adaptasi.

Kita kembali ke sawit, dalam kehidupan sehari-hari, banyak produk yang sumber utamanya justru datang dari sawit. Bagi ibu rumah tangga, pasti sudah tidak asing lagi dan familiar bahwa minyak goreng terbaik dan sehat adalah minyak goreng yang berbahan sawit. Tidak hanya minyak goreng, sawit juga bisa diolah menjadi turunan produk lain kaya sabun, shampoo, margarine, lilin, hingga ke produk kosmetik.

Aneka Olahan Minyak Sawit

Sekarang kita liat berapa total atau luas perkebunan sawit yang ada di Indonesia. Bersyukurlah kita, Indonesia masuk penghasil kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas tercatat 11,9 juta hektar. Sebagian besar tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Dengan luas lahan tersebut, tercatat mampu menghasilkan lebih dari 31 juta ton kelapa sawit per-tahun. Sektor kelapa sawit juga menjadi penyumbang devisa negara non minyak dan gas terbesar di tanah air. Kontribusi penerimaan negara 19 Milyar US dolar dari kelapa sawit saja. Apa ini tidak waw!

Salah Satu Hutan Sawit di Indonesia

Sertifikat ISPO
Seiring dengan tumbuhnya industri sawit, pemerintah mulai merapikan tata cara dan aturan dalam pengelolaan sawit mulai dari pembenihan, penanaman, panen, hingga proses peremajaan tanah setelah digunakan untuk berkebun sawit.

Tata-cara atau kelola itu kemudian disebut dengan ISPO yang merupakan singkatan dari Indonesian Sustainable Palm Oil System. Semacam sertifikasi buat perusahaan dan industri yang berkecimpung di sawit agar setara atau go internasional. Hal yang terpenting tidak merusak alam, tidak melanggar hak perorangan, dan legal pastinya.

Saya dan beberapa awak media merasa bangga bisa jadi bagian dari International Conference on Indonesian Sustainable Palm Oil (IC-ISPO) 2017 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (11/04/2017).

Conference on Indonesian Sustainable Palm Oil

Selain dihadiri oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertahanan Nasional (BPN), Kementerian Perdagangan dan DPR RI, serta Gubernur sebagai wakil dari pemerintah daerah turut menjadi pembicara seputar pengelolaan kelapa sawit sekaligus pemberian sertifikat ISPO bagi perusahaan atau industri sawit yang sudah lolos audit dan memenuhi standar perkebunan sawit menurut Komisi ISPO.

Menurut pak Bambang, selaku Dirjen Perkebunan Kementan sebanyak 266 perusahaan kelapa sawit memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) per 11 April 2017. Ada kurang-lebih 1.600 perusahaan atau industri sawit yang ada di Indonesia.

"Perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia tercatat sekitar 1.600," katanya pada penyerahan sertifikat ISPO dalam International Conference on Indonesian Sustainable Palm Oil (IC-ISPO) 2017 di JCC Senayan, Jakarta.

Sementara itu, lanjutnya, untuk lahan perkebunan rakyat yang dinyatakan lolos ISPO sebanyak dua koperasi, yakni Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mukti dan Asosiasi Petani Swadaya.

Jadi jelas yah, acara ini itu intinya menekankan dan menegaskan sekaligus sebagai pembeda mana yang legal dan mana yang bukan. Sejenis sertifikasi untuk Industri sawit Indonesia lebih baik lagi dalam hal tata-cara pengelolaan seperti yang sudah dijelaskan di atas dengan ditandai sertifikat. Bagi yang belum mendapat sertifikat agar mengajukan dan memenuhi sesuai syarat dan ketentuan yang diminta oleh Komisi ISPO. Akhir kata, salam blogger. ● Dede Ariyanto

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

Blogger Reporter Indonesia



Warung Blogger


BloggerCrony Community

Populer Post

Blog Archive

Labels

Arsip Blog