Sabtu, 16 Desember 2017

Peletakan Batu Pertama Apartemen EcoHome, Apartemen Pertama di CitraRaya

HALLO.. Ini adalah postingan aku yang ke lima tentang CitraRaya. Makasih buat mas Yunus dan mas Chaca nggak ketinggalan juga Kang Ocid yang nggak pernah lupa ajak aku ubek-ubek CitraRaya 🤗 Oh iya, buat kamu yang pengen baca postingan aku tentang CitraRaya bisa baca di sini yah: Beragam Fasilitas Lengkap di CitraRaya Tanggerang, Jalan-Jalan ke EcoPlaza CitraRaya Tanggerang, Asyik! Bakal Ada Mal Ciputra CitraRaya di Tangerang, dan Kota Baru di Maja Itu Bernama Citra Maja Raya.

Nah, untuk postingan kali ini aku akan bahas apartemen yang ada di CitraRaya. Widih mantap nggak tuh? Lebih tepatnya sih peletakan batu pertama atau kalo kata orang Londo-nya groundbreaking yah karena apartemennya baru akan dibangun.

(Pemotongan Pita Oleh Bapak Budiarsa Sastrawinata dan Bapak Yusuke Goto)

For your information aja nih guys, EcoHome apartemen ini adalah apartemen pertama yang dibangun di kawasan kota CitraRaya. Luas lahannya 10 Ha yang terdiri dari empat tower. Kalo apartemen di kota-kota besar kayak Jakarta dan sekitarnya sih udah biasa yah. Beda kalo ada apartemen yang dibangun masih dalam nuansa atau lingkungan yang masih asri.

Developer atau pengembangnya ada dua. Satu Ciputra Group dan satunya lagi Mitsui Fudosan Residential dari Jepang. Jepang bro! Negara maju yang kecanggihan dan teknologinya udah nggak diragukan lagi. Mereka aja sering bikin bangunan anti gempa. Pokoknya kalo urusan teknologi, arsitektur, dan bangunan Jepang jempol punyalah.
Rabu, 13 Desember 2017

Yuk Hidup Sehat dengan Gaya Hidup Sehat yang Baik dan Benar

BULAN lalu aku dihubungi teman lama yang sekarang tinggal di Jambi. Dia minta ketemuan sama aku. Maklum karena lama nggak ketemu jadi kangen. 🤗 Bukan cuman temen, tapi udah aku anggap seperti saudara sendiri malahan. Dia temen sejak kuliah di Jogja dulu. Tumben-tumbennya dia ngubungi aku. Aku pikir ada apa dia ke Jakarta. Ternyata dia lagi ngurusi adik perempuannya yang lagi dirawat di Rumah Sakit kenamaan di Jakarta.

Aku sempat kaget dan heran aja. Soalnya, adiknya yang sakit itu usianya masih muda banget. Usianya 22 tahun tapi udah kena penyakit stroke coba. Sebab, biasanya penyakit stroke itu di derita oleh orang yang udah mulai masuk usia 35 tahun ke atas.

(Narasumber Peluncuran Produk Asuransi Mandiri Heart Protection)

Penyakit stroke juga sering sebut sebagai penyakit mati setengah badan. Penyakit yang diderita sama adik perempuan temenku itu emang udah parah banget. Aku sangat prihatin. Separuh badan bisa digerakan dan separuh lagi udah nggak bisa digerakan. Aku nggak bisa bayangin, kalo setengah badan mati itu artinya otak pun hanya bekerja setengah badan. Jadi, untuk bicara dan gerak semuanya udah serba susah.
Minggu, 10 Desember 2017

Acara Tahunan: Temu Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2017

JUJUR tema kali ini agak berat banget. Tapi baiklah, aku coba untuk menuliskannya yah. Kalo ada yang salah, tolong koreksi aja pada bagian komentar. Jadi ceritanya, aku diundang untuk ikut semainar Temu Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mengangkat tema "Peluang dan Tantangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Serta Jasa Kontruksi di Indonesia." pada hari Kamis, (30 November 2017).


Karena ini seminar, tentu yang datang pun banyak. Bahkan kabarnya ada yang datang dari berbagai luar daerah loh. Tapi sebelum tulisan ini aku lanjutkan, yuk kenalan dulu dengan yang punya gawe atau tuan rumahnya P3I.

Apa itu P3I? Mungkin di antara kamu ada yang baru dengar. Yuk kenalan dulu, karena tak kenal maka tak sayang. P3I itu singkatan dari Pusat Pengkajian Pengadaan Indonesia. Lembaga ini berdiri pada tanggal 1 Juni 2012, bertepatan dengan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila.
Jumat, 08 Desember 2017

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dan Kisah Ibu Elly Berjuang Melawan Kanker Serviks

Sedikit sekali perempuan yang tulus dan ikhlas lalu mengucapkan kata-kata pada suaminya seperti ini. "Bapak.. Seandainya bapak ingin menikah lagi.. Saya ikhlas." Kisah inspirasitif ini tak hanya mengharu biru. Bahkan membuat Chaca yang ada di sebelahnya meneteskan air mata.



IBU Sumbangsih Elly Mawati atau yang akrab disapa Bu Elly ini awalnya sempat shock dan tak bisa nerima keadaan kalo ternyata dirinya divonis terkena kanker serviks. Gimana nggak shock. Hampir setiap tahun dirinya rajin melakukan tes pap smear. Sebuah tes untuk mendeteksi apakah terkena kanker serviks atau enggak.

Meskipun begitu, dirinya masih bersyukur karena bisa terobati dan terdeteksi sedini mungkin berkat rajin melakukan tes pap smear. Bayangkan, orang yang rajin melakukan tes pap smear aja masih memungkinkan terkena kanker serviks, gimana buat kamu yang belum pernah sama sekali.


Pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh dirinya ke Rumah Sakit. Bahkan anak-anaknya yang udah besar awalnya nggak mengetahui kalo ibunya sedang menjalani serangkaian pengobatan kanker serviks. Alasan utama Bu Elly nggak ngabari anaknya lantaran khawatir kabar ini bisa mengganggu anak-anaknya yang lagi pada ujian di Campus.

Bahkan suaminya sendiri yang saat itu masih bekerja di bengkel nggak bisa meninggalkan pekerjaannya untuk mengantarkan istrinya operasi. Bukan karena nggak sayang sama istrinya Bu Elly. Sekali lagi bukan. Memang kondisinya saat itu nggak bisa ditinggalkan kata Bu Elly, sembari menahan tangis mengenang masa-masa kritis itu.

Social Media

Facebook Twitter Instagram YouTube Google+ e-Mail

Karya Buku





Komunitas Blogger

BloggerCrony Community

Indoblognet

Komunitas ISB

Blogger Reporter Indonesia

Populer Post

Arsip Blog

Label

Arsip Blog